Menyusun Karya Tari Kontemporer

Sanggar Model - Seni tari di indonesia kini telah mengalami evolusi dari yang bersifat tradisi menjadi lebih bervariasi. Sifat tersebut merupakan gabungan dari beberapa unsur tradisional dan teritorial sehingga menghasilkan nilai estetis yang memiliki tampilan baru.

Karya tari gaya kontemporer dapat disusun menggunakan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa tari sebagai ekspresi seni menuntut kemampuan lebih dari sekedar merangkai gerak menjadi sebuah koreografi, melainkan wajib memiliki nilai estetis. Berikut cara menyusun karya tari.

A. Menentukan Gerak

Gerak adalah bahan baku utama tari. Untuk itu, sebelum membuat sebuah karya tari kita akan menentukan gerak. Gerak ini nantinya akan disusun menjadi tarian yang indah dipandang. Pertama-tama buatlah gerakan untuk tari tunggal. Jika dirasa sudah baik, kembangkan menjadi gerak tari berpasangan atau berkelompok. Dalam menyajikan sebuah tarian, perhatikan dan terapkan hal-hal berikut:
  1. Penguasaan materi gerak dan ekspresi yang akan ditarikan;
  2. Ketepatan gerak dengan iringan;
  3. Penguasaan ruang pentas;
  4. Rasa percaya diri.
Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, barulah dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap.

B. Konsep Musik

Musik merupakan denyut nadi dalam sebuah tarian. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya musik dapat mengatur tempo dalam satu gerakan, memberikan suasana dalam tarian baik suasana sedih, gembira, tegang ataupun marah.
Tujuan pemilihan dan penggunaan musik dalam menyusun karya tari di antaranya sebagai berikut:
  1. Memberi irama (membantu mengatur waktu);
  2. Memberi ilustrasi atau gambaran suasana;
  3. Membantu mempertegas ekspresi gerak;
  4. Rangsangan bagi penari.
Elemen dasar dari tari adalah gerak dan ritme, sedangkan elemen dasar dari musik adalah nada ritme dan melodi. Sejak zaman prasejarah sampai sekarang dapat dikatakan di mana ada tari pasti ada musik. Musik dalam tari bukan hanya sekedar pengiring, tetapi musik adalah patner tari yang tidak boleh ditinggalkan. Musik dapat memberikan suatu irama yang selaras sehingga dapat membantu mengatur ritme atau hitungan dan dapat juga memberikan gambaran dalam ekspresi suatu gerak.

C. Kostum dan Properti

Kostum atau busana tari adalah busana/kostum atau semua kebutuhan sandang yang dikenakan pada tubuh penari di atas pentas yang sesuai dengan peranan yang dibawakan. Dalam menyusun karya tari, tata busana dalam tari haruslah sesuai dengan konsep garapan yang akan ditampilkan baik desain busana maupun warnanya. Adapun yang harus diperhatikan dalam penataan busana tari, antara lain sebagai berikut.
  1. Memerhatikan efek lampu serta penyusunan komposisi warna.
  2. Kemungkinan-kemungkinan terhadap kesesuaian gerak penari dengan karakter dan peranannya.
  3. Harus memperhitungkan jarak antara panggung dan penontonnya.
Selanjutnya dalam menyusun karya tari gaya kontemporer juga harus memilih properti yang tepat. Properti seni tari merupakan segala kelengkapan dan peralatan dalam penampilan atau peragaan menari. Properti dapat terbuat dari kain, kayu, besi, plastik, tembaga, atau kulit.
  1. Properti dari kain: selendang, sapu tangan, topi, dan pita.
  2. Properti dari kayu: tongkat, tombak, bambu runcing.
  3. Properti dari besi: pedang, tameng.
  4. Properti dari plastik: payung, tali.
  5. Properti dari tembaga: kalung, kelat bahu, cunduk mentul atau kembang goyang, tusuk konde.
  6. Properti dari kulit:sepatu, ikat pinggang, topi, jaket.
  7. Properti dari kertas atau bulu: kipas, payung.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyusun Karya Tari Kontemporer"

Posting Komentar

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan berbagi dan bantu kami untuk menjadi lebih baik dengan komentar anda yang santun