Latihan Bernyanyi Lagu Modern Dengan Gaya Yang Tepat

Di era teknologi yang semakin canggih, perkembangan musik juga mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa efek audio dan unsur modern telah banyak disisipkan dalam karya-karya seni musik. Namun demikian, teknik bernyanyi masih menggunakan teori dan aplikasi yang bersifat dasar.

Meski teknologinya berubah, namun tekniknya masih menggunakan basik latihan dan permainan yang sama. Seperti halnya gaya bernyanyi lagu moden yang berbeda-beda pada tiap jenis atau genre-nya. Namun, unsur-unsur bermusiknya tetap sama tanpa merubah karakteristik pada masing-masing style musiknya. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat bernyanyi lagu modern adalah memahami unsur-unsur musik dan kontrol pernapasan. Berikut cara latihan bernyanyi lagu modern dengan gaya yang tepat:

  1. Melakukan latihan dengan tangga nada, dimulai dari tangga nada natural.
  2. Mencoba lagu-lagu yang sesuai dengan tahapan-tahapan latihan yang sedang dilakukan.
  3. Melatih lagu-lagu tersebut dengan tempo yang bervariasi.
  4. Berlatih tebak nada menggunakan interval dekat hingga interval jauh.
  5. Berlatih menggunakan tangga nada beserta modulasi yang digunakan.
  6. Melakukan latihan pernapasan.
Kemampuan penyanyi dalam menginterpretasikan lagu akan mengantarkan para pendengarnya untuk turut merasakan perasaan dan keindahan lagu yang dibawakan. Apabila hal ini tercapai, misi seorang penyanyi untuk menghibur sekaligus menyampaikan pesan melalui lagu tersebut, dapat dikatakan berhasil dengan baik. Berikut disajikan partitur lagu modern yang bisa digunakan untuk latihan.

Gaya Bernyanyi Lagu Modern

Lagu modern sering diidentikan dengan lagu populer yang memiliki karakteristik mudah diterima oleh masyarakat dan mengikuti perkembangan jaman. Oleh karena itu, lagu modern memiliki daya tarik untuk dipelajari baik untuk dinyanyikan ataupun diiringi. Dalam bernyanyi lagu modern terdapat beberapa gaya, antara lain sebagai berikut:

a. Gaya Bernyanyi Lagu Pop

Pada dasarnya gaya menyanyikan lagu pop tidak memerlukan banyak cengkok, hanya pada ketukan-ketukan nada pertama diberi aksen untuk mempermanis nada-nada berikutnya. Ciri alami penyanyi akan menjadi hal penting dalam menyanyikan lagu pop. Oleh karena itu, itu ciri lain dari irama pop lebih banyak mengutamakan hasil omamentasi nada-nada terakhir satu nada ke atas ataupun ke bawah, sesuai kemampuan dalam memainkan musik dan lagu.

b. Gaya Bernyanyi Lagu Dangdut

Gaya vokal dalam sajian dangdut sangat bebas, namun menuruti irama kendang, menggunakan vibrasi sesuai ciri khas dangdut (menyerupai melayu atau India). Orkes melayu gaya Hindustan mengikutsertakan suara tabla (gendang India) dengan cara tertentu hingga terdengar suara ‘dang… dut…’. Pengganti tabla dipergunakan bongo atau kendang tradisional.
Genre dangdut berhubungan erat dengan irama melayu. Namun secara spesifik istilah dangdut diciptakan oleh seorang penyanyi, gitaris dan kritikus, yaitu Billy Chung (Billy Silabumi) dari Bandung: yang melihat corak alat perkusi tabla India terutama dalam lagu Ellya Khadam. Secara melodis, ciri khas dangdut adalah suatu campuran antara laras diatonis dan pentatonis yang dikaitkan dengan kerangka harmoni tonal sederhana. Musik ini semakin popular di Indonesia.

c. Gaya Bernyanyi Lagu Jazz 

Penyanyi yang mendalami musik jazz, sudah akrab dengan berbagai improvisasi yang menjadi ciri khasnya. Perubahan-perubahan aksen juga harus dikuasai karena keindahan irama jazz ada pada aksen ini. Ragam irama musik yang mulai dikenal sekitar tahun 1914 bagi jenis musik popular di Amerika yang berasal dari kalangan kaum Negro di New Orleans. Karakter musk jazz penuh perubahan aksen (sinkop) dan kelebihannya untuk berimprovisasi. Jazz gaya lama termasuk old jazz adalah swing, foxtrot, sedangkan jazz modern seperti boogie-woogie.
Jazz rock merupakan ragam irama musik pop yang berakar pada rock 'n roll dengan kemudahan-kemudahan sentuhan atas simbal dengan menghilangkan kombinasi pecahan nilai nada. Girl rock terdapat pada hentakan bas drum. Jenis jazz waltz, berirama 3 dengan kombinasi sentuhan gaya rock. Sebagal contoh lagu jazz adalah Putri (Baskara Band) dan Pastel Sea (Casiopea).

d. Gaya Bernyanyi Lagu rock

Ciri gaya dalam musik rock adalah sesuai dengan artinya, yaitu keras seperti padu padas. Suara yang melengking tinggi dan menghentak-hentak menjadi khas musik yang mempunyai rocker seperti Nicky Astria, Ahmad Albar, dan sebagainya. Suatu corak musik hiburan yang kemudian menjadi serius tahun 1950, berangkat dari pola Boogie-woogie. Penemunya adalah Fats Domino. Vibrasi tampak jika penyanyi sedang menyanyikan nada-nada bawah, pada nada-nada tinggi akan kelihatan kepiawaian seorang penyanyi rock.

e. Gaya Bernyanyi Lagu Country

Gaya vokalnya yang lincah dan gembira menjadi ciri khas musik country. Dengan busana yang bergaris-garis, penyanyi country dengan diiringi alat musik seperti gitar, banyo, biola akan saling bersahut-sahutan. Sebagai contoh lagu-lagu country adalah Take Me Home Country Road (John Denver), Gembala Sapi, dan sebagainya.

f. Gaya Bernyanyi Lagu Reggae

Irama popular dari Jamaika dengan menggunakan elemen folk dan rock dan disajikan melalui hentakan drum disertai dengan gaya vokal yang banyak memainkan omamen atau improvisasi bebas sesuai karakter reggae. Rekaman reggae telah muncul sejak 1960-an melalui Millie Small dan Desmond Dekker. Tahun 1970 melalui rekaman Led Zeepelin terdengar nomor reggae pada album Houses of The Holy, dan juga lagu Paul Simon yang terkenal There Goes Rhymin Simon atau lagu Jimmy Cliff tahun 1973. Di Indonesia irama ini dimanfaatkan oleh Mely Goeslaw yang dinyanyikan oleh Nola Tilaar, 'Dansa Reggae', yang merupakan lagu terlaris tahun 1983. Irama reggae misalnya pada lagu Tragedi Buah Apel (Anita Sarawak), Don't Worry Bought The Thing (Bob Marley), dan lagu-lagu reggae lainnya.

Pengertian dan Jenis Musik Ansamble Lagu Modern

Pengertian Musik Ansamble

Permainan ansambel lagu modern pada hakikatnya adalah permainan bersama dari berbagai intrumen musik dalam bentuk kerja sama saat membawakan suatu lagu modern. Kata ansambel sendiri berasal dari Bahasa Prancis yang mempunyai arti rombongan musik. Sedangkan dalam kamus musik, ansambel mempunyai definisi kelompok kegiatan musik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ansambel merupakan pola bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik sejenis maupun bervariasi.

Jenis Musik Ansambel

Musik sendiri digunakan banyak orang saat sedang belajar karena dipercayai sebagai salah satu cara menghindari stres saat belajar. Musik ansambel terbagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu:
  1. Ansambel Sejenis, merupakan salah satu bentuk penyajian musik dengan menggunakan alat-alat sejenis. Contohnya: ansambel recorder, permainan beberapa alat musik gitar.
  2. Ansambel Campuran, dapat diartikan sebagai salah satu bentuk penyajian dengan menggunakan beberapa alat musik yang variatif. Contohnya: ansambel yang terdiri dari beberapa musisi dan memainkan alat musik yang berbeda (gitar, biola, keyboard, drum, dan lain-lain).

Musik ansambel lagu modern dikatakan berhasil apabila dari penyajian tersebut indah dan harmonis. Keberhasilan tersebut akan terwujud apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
  • Pembagian alat-alat musik seimbang.
  • Tiap-tiap pemain tampil dalam memainkan alat musiknya secara disiplin, tertib, dalam memerhatikan partitur.
  • Kerja sama dalam bermain musik sangat diutamakan.
  • Balance (keseimbangan dalam pembagian alat musik yang dimaksud adalah keseimbangan dalam hasil suara yang dibunyikan dari pembagian alat musik tersebut).

Proses Pembuatan Cetak Saring Seni Grafis

Meski pada postingan sebelumnya (saat masih menganut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP) pernah kami bahas materi proses atau Teknik pembuatan Sablon, tidak ada salahnya kami kembali menghangatkan topik ini sebagai bentuk bagian dari penambahan dan pengembangan materi yang semoga bisa memberikan variasi serta pengetahuan baru. Tidak melanggar ketentuan pula, karena pada Kompetensi Dasar Seni Budaya Kelas IX Kurikulum 2013 juga mencantumkan seni grafis sebagai bagian dari target pencapaian Peserta Didik.

Seperti kita ketahui bahwa sablon/cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya berbahan dasar nylon atau sutra. Berikut ini kami posting proses pembuatan salah satu jenis bagian dari seni grafis yaitu cetak saring

A. Alat untuk menyablon

Alat yang dibutuhkan untuk menyablon antara lain sebagai berikut:
  1. Screen (kain kasa terbuat dari Polyster/Nylon).
  2. Rakel (alat sapu terbuat dari karat sintetis).
  3. Sinar matahari/kotak lampu (penyinaran saat mengafdruk).
  4. Busa (untuk mengepres film pada screen).
  5. Sprayer atau semprotan air (pengembang gambar hasil afdruk).
  6. Hair dryer (untuk mengeringkan obat afdruk).
  7. Meja sablon (untuk menuangkan pewama di kaos).
  8. Pengaduk/sendok kecil (untuk mencampur obat afdruk dan menyampur pewarna).

B. Bahan untuk menyablon

Berikut bahan yang digunakan untuk menyablon:
  1. Obat afdruk (cairan kental emulsion).
  2. Tinta/cat (khusus sablon).
  3. Obat penghapus screen (untuk membersihkan screen).
  4. Binder (untuk mengawetkan hasil sablon agar tidak mudah luntur).

C. Teknik membuat film

Film sablon adalah sebuah gambar atau tulisan yang dibuat dengan manual atau di-setting komputer. Film tersebut merupakan "master" yang akan digunakan dalam keperluan cetak sablon. Tanpa film ini pengerjaan sablon tidak dapat dilakukan. Untuk membuat cetakan sablon berwarna, buatlah film sebanyak warna yang dikehendaki mengikut pola gambar.

D. Teknik mengafdruk screen

Afdruk adalah sebuah proses penduplikasian dari gambar/tulisan film ke dalam screen. Apapun gambar/tulisan yang ada pada film akan terlihat sama pada screen setelah melalui proses pengafdrukan. Ada dua cara mengafdruk screen, yaitu dengan matahari dan kotak lampu neon.
Cara kerja keduanya sama saja, yaitu mengekspos (menyinari) yang telah dipolesi dengan obat afdruk "emulsion" untuk menimbulkan gambar/tulisan ke screen melalui pencahayaan. Ada 9 langkah mengafdruk screen, antara lain sebagai berikut:
  1. Mencampur emulsion (obat afdruk) dan SR/ cairan kuning yang ada dalam kemasan Emulsion. Tuangkan emulsion kedalam wadah kemudian masukan cairan kuning/SR 1:9, aduk hingga benar-benar menyatu.
  2. Memoles screen sqpara merata dengan emulsion yang telah diaduk dengan SR, Pastikan screen bersih, kering dan bebas abu. Lakukan pemolesan dengan rata pada bagian luar dan dalam screen, tidak boleh ketebalan atau ketipisan dalam pemolesan emulsion di screen.
  3. Mengeringakan screen di ruang tertutup atau gelap. Pengeringan boleh dengan hair dryer atau kipas angin. Proses ini hanya dilakukan dalam ruangan tertutup yang gelap, jika terkena sinar cahaya terang akan mengakibatkan gagalnya pengafdrukan.
  4. Jika sudah kering (masih tetap daiam ruangan tertutup), letakkan film di atas screen secara terbalik. Lapiskan dengan kaca bening, di bawah screen diberi busa (sesuai besar ukuran screen) lalu tekan dan femur di ruangan terbuka (tersinar matahari) selama 5-20 detik tergantung teriknya matahari, ingat jangan terlalu lama karena akan berakibat gagal) afdruk.
  5. Proses pengafdrukan dengan menggunakan kotak lampu neon juga sama seperti di atas. Penyinaran menggunakan lampu hendaknya harus benar-benar terang. Gunakan lampu neon 3-4 batang minimal 20 watt/ batang. Penyinaran dilakukan di atas kotak lampu yang dilapisi kaca setebal 5 milimeter, lama penyinaran berkisar 5-8 menit.
  6. Selanjutnya adalah pengembangan gambar dari hasil Penyinaran. Caranya screen yang sudah disinari matahari atau lampu segera disiram dengan air bersih dalam dan luar screen dengan sprayer. Dalam penyemprotan awal tidak boleh terlalu keras
  7. Setelah pencucian screen dianggap selesai maka screen harus dijemur di terik matahari hingga benar-benar kering.
  8. Jika dalam Proses pengafdrukan ada kecacatan sedikit (tidak mengganggu gambar atau tulisan. Maka proses selanjutnya adalah penambalan dengan sisa emulsion dan dikeringkan kembali.
  9. Proses selanjutnya adalah finishing, priksa sekali lagi jangan sampai ada kebocoran di screen. Agar tidak belepotan dalam pengerjaan sablon, tutuplah pinggir-pinggir screen (kayu di dalam) dengan lakban, hal ini juga untuk mengantisipasi kebocoran pada ujung-ujung kayu screen.
Adapun proses menyablon kain/kaos, antara lain sebagai berikut.
  1. Menyablon berbahan dasar kain cukup dengan menempelkan screen di atas kain/kaos/ spanduk, cukup dengan satu atau dua kali gesutan rakel. Gunakan screen dengan tipe rendah T48 dan T54 untuk menghasilkan sablonan yang baik.
  2. Penggunaan cat untuk dasar kain pada dasarnya berwarna putih kental, lalu menjadi berwarna apa saja dengan ditambahkan bahan pewarna ‘pigment’ ke dalam cat tersebut. Agar hasil sablonan pada kain tahan lama, campurkan sedikit cairan penguat warna pada cat yang sudah dicampur dengan pewama.
  3. Untuk penyablonan kaos/kain sebaiknya menggunakan alas papan triplek pada bagian dalamnya agar cat tidak tembus ke belakang.

Jenis dan Prosedur Pra Pementasan Teater Modern

Pementasan teater modern pada dasarnya merupakan cerita yang bahannya terinspirasi dari kejadian sehari-hari atau bisa juga mengaopsi karya sastra. Salah satu tahapan dalam Pementasan Teater Modern adalah persiapan yang dilakukan pada fase Pra Pementasan. Pada masa pra pementasan, teater modern terdiri atas persiapan pekerjaan produksi dan persiapan pekerjaan artistik. Berikut kami paparkan materi mengenai pra pementasan teater modern.
  • Persiapan Pekerjaan Produksi

Persiapan-persiapan yang dilakukan bagian produksi prapementasan adalah sebagai berikut:
  1. Pimpinan produksi, memastikan semua alur tugas berjalan dengan lancar sehingga pementasan sukses terlaksana.
  2. Sekretaris produksi, m endampingi pimpinan produksi karena tugasnya terkait langsung dengan surat menyurat baik itu untuk peminjaman ruang latihan, gedung pementasan, serta peralatan, dan perlengkapan pendukung pementasan lainnya.
  3. Bendahara produksi, memastikan dan bertanggung jawab terhadap neraca keuangan selama pementasan berjalan dengan lancar. Bendahara juga wajib menyiapkan laporan keuangan pementasan yang biasanya akan diberikan kepada para pemberi sponsor.
  4. Koordinator latihan, mengatur jadwal, memastikan pemain datang tepat waktu, serta menyiapkan keperfuan pendukung latihan lainnya.
  5. Koordinator publikasi, berupaya untuk menarik penonton dengan berbagai intrik dan cara agar pada saat pelaksanaan dilikuti oleh banyak audiens dan meriah.
  6. Koordinator dana dan usaha. Pementasan teater juga akan sulit berjalan apabila tidak ada dana pendukung. Saat ini mencari sponsor pementasan teater sangat sulit, kecuali bagi teater yang sudah memiliki tokoh terkenal dan nama besar. Jadi, butuh seorang koordinator dana dan usaha yang cakap untuk memastikan kelancaran persiapan pementasan teater.
  7. Koordinator perlengkapan, menyiapkan perlengkapan pendukung untuk pementasan teater.
  8. Koordinator dokumentasi Seorang pemain akan mencari-cari koordinator dokumentasi dalam 10 tahun mendatang setelah pementasan hanya untuk melihat momen ketika pemain beraksi di atas panggung. Jadi, tugas koordinator sangat penting dalam membuat dokumentasi
  9. Koordinator ticketing Tugasnya mengurus tiket, tidaklah mudah. Tugasnya antara lain berkoordinasi dengan pemilik gedung pertunjukan, memastikan tiket tercetak dengan balk sesuai jumlah kursi penonton, menjual tiket, mengatur posisi penonton, melaporkan hasil penjualan ke bendahara, serta melayani para penonton yang bertanya.
  10. Koordinator konsumsi Koordinator konsumsi sangat mulia karena menyangkut hidup para pemain dan kru guna menjamin mereka selalu sehat dan bertenaga.
  • Persiapan Pekerjaan Artistik

Persiapan yang dilakukan pekerjaan tim artistik, antara lain sebagai berikut:
  1. Penguasaan lakon Setiap seniman yang bergerak di bidang teater baik tersebut pengarang/penulis lakon, sutradara, pemain, dan seluruh staf produksi saat masa persiapan teater harus memahami dan menguasai dramaturgi. Dramaturgi adalah ilmu yang mempelajari tentang drama yang bertolak dari suatu lakon yang akan dipertunjukan di atas panggung. Lakon dalam istilah teater adalah sebuah hasil karya sastra yang berbentuk cerita khusus disusun untuk keperluan pementasan atau pertunjukan.
  2. Penguasaan peran Penguasaan dan penghayatan peran dalam sebuah drama bagi sebagian orang dianggap tidak mudah karena keluar dari kehidupan yang biasa dilakukan. Jika keluar dari kehidupan membuat aktor kurang menghayati dan penjiwaan peran yang dibawakan, maka peran tersebut akan terlihat tidak wajar atau terlihat kebohongannya. Di sini peran sutradara sangat diperlukan untuk mengarahkan aktor dalam penguasaan perannya.
  3. Penguasaan artistik Tim artistik pada saat persiapan pentas teater bertanggung jawab pada keseluruhan penampakan visual dan cara komunikasi visual dilakukan, membentuk mood tertentu, unsur-unsur kontras, dan daya tarik psikologis pada penonton. Penata artistik membuat keputusan mengenai elemen visual yang dipergunakan, gaya artistik yang dipakai, dan waktu gerakan yang digunakan.

Manajemen Pertunjukan Teater Modern

Teater merupakan suatu cabang seni yang bersifat multi arts atau seni campuran, di mana semua unsur-unsur seni yang lain seperti sastra, rupa (termasuk arsitektur), musik, dan gerak (tari) berbaur, dan saling menunjang di dalamnya, hingga tercipta sebuah karya seni yang disebut teater. Teaterjuga merupakan seni yang mengutamakan kerja sama (bukan, berarti kerja kolektif). Manajemen produksi teater seringkali menjadi kunci sukses pertunjukan teater.

A. Hakekat Manajemen Teater

Manajemen adalah cara memanfaatkan semua sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya seperti peralatan, barang, dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater. Fungsi dari manajemen pergelaran teater, antara lain sebagai berikut:
  1. Agar pementasan berjalan lancar, dengan membentuk dan membagi togas kepada ketua produksi, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi;
  2. Meminimalisir kerugian dan halangan.
Perencanaan dalam manajemen teater adalah merupakan tahapan pertama yang harus, dilakukan oleh suatu organisasi. Dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. Misalnya, sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan. Kegiatan perencanaan meliputi hal-hal berikut:
  1. Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk dipentaskan.
  2. Rencana kegiatannya.
  3. Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan.
  4. Mencari biaya pementasan.
  5. Rencana promosi dan publikasi, dan lain-lain.
Proses perencanaan dalam manajemen teater dilakukan melalui cara berikut.
  1. Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan.
  2. Mengurutkan langkah-langkah kegiatan.
  3. Penjadwalan/menyusun time schedulle.
  4. Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama.
Pada konteks ini, teater modern dapat diartikan sebagai teater yang dalam kepengurusannya memerlukan suatu manajemen yang bersifat profesionalisme. Hal ini berkaitan dengan kebutuhkan terhadap pengelolaan keuangan dan organisator yang mampu mengembangkan bakat grup-grup teater modern.

Ciri-ciri teater modern adalah sebagai berikut:
  1. Tidak lagi bersifat improvisasi, naskah sudah mulai membagi peran.
  2. Tidak lagi mengandalkan seni tari dan lagu.
  3. Struktur lagunya tidak lagi statis, tetapi disesuaikan dengan perkembangan lakon atau cerita sastra.
Teater modern memiliki sifat segitiga hubungan, yaitu naskah, pementasan, dan penonton. Masa perkembangan teater modern di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut.
  1. Periode opera Abdul Muluk.
  2. Periode pembenihan pertama (1891).
  3. Periode pembenihan (1926).
  4. Periode kebangkitan (1926-1942).
  5. Periode pembangunan (1942-1945).
  6. Periode awal perkembangan (1945-1960).
  7. Periode produktif.
  8. Periode kontemporer (1965-sekarang).
Secara garis besar, manajemen produksi teater terbagi menjadi dua macam, yaitu bidang produksi dan bidang artistik. Masing-masing mempunyai peran dan fungsi berbeda namun saling menunjang. Selain itu, pada bagian dari tiap-tiap manajemen teater, baik bidang produksi maupun bidang artistik terdapat divisi yang nantinya mendapat tugas dan kewenangan terkait.

B. Pembagian Kerja Teater Modern

Tim produksi bertugas mengatur segala sesuatu yang diperlukan dalam sebuah produksi pementasan teater. Pekerja-pekerja yang ada dalam tim produksi, meliputi sebagai berikut.
  1. Pimpinan produksi (Pimpro), adalah seseorang yang mengatur, mengelola, serta mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam sebuah produksi pementasan teater.
  2. Bendahara produksi, adalah seseorang yang mengatur keuangan selama praproduksi, produksi, dan pascaproduksi.
  3. Koordinator latihan, adalah seseorang yang mengatur jadwal latihan dan mengkoordinir para: pendukung (pemain) yang ikut terlibat dalam produksi pementasan teater. Biasanya koordinator: latihan ini ditangani langsung oleh pimpinan produksi.
  4. Humas/publikasi, adalah sebuah tim yang mempublikasikan atau mempromosikan sebuah produksi pementasan teater yang akan ditampilkan dengan tujuan untuk mendatangkan penonton.
Pada intinya, tim produksi dalam manajemen produksi sebuah pementasan teater terdiri atas empat bidang pekerjaan yang telah dibahas. Namun, ada pula yang menambahkan dengan seksi konsumsi, seksi dokumentasi, dan seksi transportasi, apabila hal itu dianggap periu dalam sebuah produksi pementasan teater tersebut.

C. Manajemen Artistik Teater Modern

Tim manajemen artistik, yaitu suatu tim yang bertugas melaksanakan dan menjalankan. seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pementasan. Pekerja-pekerja yang ada dalam tim artistik adalah sebagai berikut:
  1. Sutradara (director), adalah seseorang yang memimpin dan bertanggung jawab penuh selama latihan atau selama persiapan pementasan sampai pementasan dilaksanakan.
  2. Penata artistik, seseorang yang merancang pengaturan panggung dan mempersiapkan property yang dibutuhkan oleh para pemain.
  3. Penata musik, seseorang yang merancang dan mendesain penataan musik serta efek-efek suara lainnya untuk membawa suasana yang dibutuhkan dalam pementasan.
  4. Penata lampu, seseorang yang merancang dan mendesain penataan efek cahaya untuk membawa suasa yang dibutuhkan dalam pementasan.
  5. Penata rias dan busana, seseorang yang mempersiapkan tata rias para pemain untuk menimbulkan karakter yang dibutuhkan dan pemeranan serta mempersiapkan, mendesain dan mengoordinir pakaian yang diperlukan oleh setiap pemain.
  6. Pekerja panggung (stage crew), adalah orang-orang yang mengerjakan hal-hal teknis di belakang layar dan bekerja sebagai pembantu umum. Tugas stage crew adalah membantu tugas penata artistik untuk mengadakan, membuat, mengumpulkan, menyiapkan, dan menjaga serta memelihara segala perlengkapan dan peralatan panggung.
Demikian materi manajemen teater modern versi Sanggar Model. Semoga bermanfaat...

Visi Misi dan Tujuan Sanggar Model

A. VISI
Terciptanya kepribadian siswa - siswi MTs N Model Babakan yang bertanggung jawab, terampil, dan berjiwa seni berdasarkan syariat Islam

B. MISI
  1. Merangsang, membina, dan mengembangkan potensi seni siswa - siswi MTs N Model Babakan;
  2. Memfasilitasi siswa MTs N Model Babakan dalam berlatih dan mempelajari seni yang bernuansa Islami
C. TUJUAN
  1. Berpartisipasi aktif membantu MTs N Model Babakan dalam mendidik, mengajar, dan menciptakan siswa - siswi yang berprestasi;
  2. Menjadi wahana bagi siswa - siswi MTs N Model Babakan dalam berkreasi, berekspresi, dan mengapresiasikan seni;
  3. Meningkatkan kesadaran warga MTs N Model Babakan terhadap pentingnya seni budaya daerah dan Islami.

Prosedur - Tahapan Pagelaran Seni Tari

Pagelaran Karya Seni Tari Prosedur dalam pagelaran karya seni tari meliputi empat hal, yaitu sebagai berikut.

a. Membentuk Kepanitiaan

Pergelaran dapat berhasil secara optimal, apabila dipersiapkan secara matang. Masalah yang berhubungan dengan persiapan dan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh panitia. Panitia adalah suatu wadah untuk mengelola dan melaksanakan suatu kegiatan.

b. Menyusun Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan pertujukan tari dipersiapkan oleh setiap seksi di bawah koordinasi ketua panitia. Saat menyusun jadwal pertunjukan, perhatikanlah hal-hal berikut.
  1. Waktu dan tempat pagelaran.
  2. Waktu dan tempat untuk memberikan pengarahan bagi seksi-seksi acara.
  3. Waktu pembuatan kelengkapan pertunjukkan tari.
  4. Waktu dan tempat untuk gladi bersih.
  5. Waktu penutupan pertunjukan tari dan pembubaran panitia pertunjukan.

c. Penampilan Pagelaran Tari

Pelaksanaan pagelaran tari secara praktik telah dilakukan sebelum kegiatan pertunjukan itu berlangsung, yakni ketika panitia mulai memberikan arahan untuk memulai kegiatan kepanitiaan. Termasuk juga segala pematangan karya yang akan dipentaskan oleh penari, juga merupakan awal pelaksanaan pagelaran. Dalam hal ini, segala kendala pelaksanaan pagelaran harus segera dipikirkan cara mengatasinya. Di sinilah tugas keorganisasian pagelaran saat pelaksanaan pagelaran. Sebesar apapun perbedaan pendapat yang muncul saat mencari solusi menemukan kendala dalam pelaksanaan pagelaran, kepanitiaan pagelaran harus tetap fokus pada rencana awal, yakni pelaksanaan pagelaran seni tari yang sukses.

Jenis Pameran Seni Rupa

Pada umumnya pelaksanaan Pameran Seni Rupa dapat dikategorikan dalam beberapa jenis. Masing-masing mempunyai pembagian yang disesuaikan dengan karakteristik dan spesifikasi bagian-bagiannya. Secara garis besar, pameran seni rupa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

A. Pameran Berdasarkan Jenis Karya yang Dipamerkan

Bentuk pameran berdasarkan ragam karya yang dipamerkan adalah sebagai berikut:
  1. Pameran homogen, yaitu penyelenggaraan pameran dengan menampilkan karya seni dari salah satu cabang seni saja. Karya seni yang dipamerkan tersebut tidak tergantung dari jumlah peserta pameran atau pemilik karya. Contoh Pameran Seni Lukis, maka yang dipamerkan adalah karya seni lukis.
  2. Pameran heterogen, yaitu penyelenggaraan pameran yang yang diikuti atau di dalamnya menampilkan beberapa cabang seni rupa pada waktu dan tempat, serta peristiwa yang sama. Contoh, pameran campuran yang di dalamnya dipamerkan berbagai jenis karya seni rupa seperti lukisan, foto, gerabah, grafis, dll. Sama halnya dengan pameran homogen, dalam pelaksanaan pameran heterogen juga tidak terpengaruh dengan jumlah peserta pameran atau pemilik karya (seniman) 

B. Pemeran Berdasarkan Jumlah Peserta yang Mengikutinya

Bentuk pameran berdasarkan jumlah peserta atau jumlah seniman yang mengikuti pelaksanaan pameran, dibedakan sebagai berikut:
  1. Pameran tunggal, yaitu pelaksanaan pameran yang di dalamnya hanya menampilkan karya satu orang seniman saja.
  2. Pameran kelompok, yaitu pelaksanaan pameran yang didalamnya diikuti oleh beberapa seniman sebagai pesertanya dengan menampilkan karya-karyanya dalam satu tempat.

C. Pameran Berdasarkan Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Bentuk pameran berdasarkan tempat dan waktu pameran adalah sebagai berikut:
  1. Pameran permanen atau tetap Pameran permanen atau tetap adalah bentuk pameran yang tidak terikat oleh lamanya waktu. Permanen berarti tidak pernah tutup dan tidak terikat oleh waktu.
  2. Pameran rutin Pameran rutin adalah pameran yang selalu diadakan dalam waktu-waktu tertentu.
  3. Pameran insidental Pameran insidental adalah pameran yang diadakan dengan maksud dan tujuan tertentu yang tidak terikat oleh rutinitas pelaksanaannya.

Pengertian, Manfaat, Fungsi, dan Tujuan Pameran Seni Rupa

A. Pengertian Pameran Seni Rupa

Pameran seni rupa dapat diartikan sebagai kegiatan seniman untuk memperlihatkan karya-karya seni rupa nya kepada masyarakat (publik) yang dilaksanakan secara perorangan atau kelompok serta dikoordinasikan dalam bentuk kepanitiaan.

B. Manfaat Pameran Seni Rupa

Manfaat pameran seni rupa, yaitu sebagai berikut:
  1. Bagi seniman, sebagai media atau sarana untuk mengomunikasikan karya-karyanya kepada masyarakat.
  2. Bagi masyarakat, sebagai sarana untuk apresiasi terhadap karya-karya seniman.

C. Fungsi pameran

Fungsi pameran seni rupa adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi apresiasi. Pameran seni rupa memiliki fungsi apresiasi sebagai bentuk kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya. Apresiasi dapat diartikan sebagai tindakan menilai, menghargai, memahami, dan menikmati karya seni rupa untuk selanjutnya menimbulkan rangsang positif untuk berkreasi secara aktif.
  2. Fungsi edukasi. Pameran seni rupa dapat mendidik manusia (seniman, penikmat, maupun penyelenggara pameran|) terhadap kesadaran nilai keindahan dan nilai seni budaya. Selain itu juga dapat melatih kepekaan terhadap rasa, cipta, karsa, dan akhirnya menimbulkan dorongan untuk berkreasi secara aktif.
  3. Fungsi rekreasi. Pameran seni rupa bisa dijadikan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan spiritual manusia dari aspek hiburan.
  4. Fungsi prestasi. Pameran seni rupa bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperlihatkan prestasi yang telah dicapai dan sejauh mana proses kreatif seseorang (seniman) dalam bidang seni.

D. Tujuan pameran

Tujuan pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut:
  1. Memperkenalkan hasil karya seni rupa kepada masyarakat.
  2. Sebagai salah satu alat untuk mengomunikasikan hubungan dengan masyarakat.
  3. Sebagai sarana untuk mengapresiasikan karya seni rupa.
  4. Memperlihatkan suatu prestasi yang telah dicapai dalam menciptakan karya seni rupa kepada masyarakat.

Paduan Suara MTsN 1 Tegal 2017

Setelah dalam kurun waktu lama vakum, baik dalam beraktivitas di internet maupun di dunia realita, kini Admin Sanggar Model mendapat semangat baru untuk eksis kembali mengibarkan bendera dedikasi bersama dengan Sanggar Squad. Hal ini tidak lepas dari peranan mereka (Anak-Anak Sanggar) yang terbukti selalu sigap dan siap dalam mengemban tugas dalam kondisi apapun.

Tugas pertama mereka adalah menjadi Paduan Suara dalam Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an di Kecamatan Lebaksiu yang membawakan tiga lagu, yaitu Indonesia Raya, Mars MTQ, dan Bunda. Tugas kedua adalah menjadi paduan suara saat prosesi Pelepasan dan Wisuda Peserta Didik Kelas IX MTsN 1 Tegal sekaligus menjadi tim sukses dalam penampilan Teaterikal Ibu Tak Pernah Menuntut.

Moment yang paling berkesan dan memotivasi Admin Sanggar adalah pada saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang tanpa persiapan, bahkan pesimis karna tanpa persiapan dan tanpa pemberitahuan resmi kepada angota, namun diluar dugaan mereka ternyata siap dan memberikan penampilan yang baik.

Berikut ini kami lampirkan daftar nama anggota Paduan Suara MTsN 1 Tegal Tahun 2017:
  1. Salsa Syura Amanda
  2. Lutfiyah Hanim Afifiah
  3. Cinka Aulia Brilliant
  4. Nadia Fitri Meiliyana
  5. Dinda Rafiatusyahna
  6. Qonita Azzuro Salam
  7. Fanisa Putri
  8. Krisma Ulyatun Aufa
  9. Rahma Alisia Balqis
  10. Nikita Dwi Rahmawati
  11. Mayu Mariska
  12. Diva Aurelia Salsabilla
  13. Khusnul Himmah
  14. Khuliyatul Asfiya
  15. Najwa Ainur Rohmah
  16. Hilwa Annida
  17. Irba Nur Ashifa
  18. Ulya Putri Fatonah
  19. Wina Retnowati
  20. Salma Putri Mulyani
  21. Rizka Chasna Zaida
  22. Nur Lutfiyah
  23. Nur Maulidia
  24. Jaliya Putri Auriliya
  25. Berlian Novita Fahreza
  26. Aisyah Amara M. K.
  27. Zielda Okkya Lorosae
Selamat dan Sukses untuk Paduan Suara MTsN 1 Tegal.

Soal Seni Budaya Penilaian Akhir Tahun Kelas 9 Kurikulum 2013

Jika pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 awal sebelum revisi menggunakan istilah Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) untuk Kelas 7 dan 8 atau Ulangan Akhir Semester (UAS) Genap untuk Kelas 9, maka edisi terbaru menggunakan istilah Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas IX MTsN 1 Tegal Tahun Pelajaran 2016-2017

1. Seni grafis merupakan salah satu cabang seni rupa yang berbentuk dua dimensi dan menggunakan teknik ……
  • Pahat
  • Batik
  • Cetak
  • Butsir

2. Kata grafis pada dasarnya berasal dari istilah graph yang memiliki arti ……
  • Plagiat
  • Pahat
  • Duplikat
  • Tulisan

3. Berikut ini yang bukan termasuk jenis teknik cetak dalam seni grafis adalah ……
  • Cetak dalam
  • Cetak tinggi
  • Cetak luar
  • Cetak datar

4. Berikut ini merupakan kelompok bahan yang umum digunakan sebagai media percetakan adalah ……
  • Kertas, tembok, kanvas
  • Kertas, kain, plastik
  • Uranium, emas, perak
  • Kayu, logam, plastik

5. Perhatikan karya seni rupa di bawah ini:
  1. Sablon
  2. Batik
  3. Foto
  4. Patung
  5. Stempel
  6. Gerabah
  7. Guci
  8. Anyam
  9. Stiker
Hasil karya seni rupa grafis ditunjukan pada nomor ……
  • 1) – 2) – 3) – 4)
  • 1) – 3) – 5) – 9)
  • 5) – 6) – 7) – 8)
  • 2) – 4) – 6) – 8)

Untuk menjawab soal nomor 6 dan 7, perhatikan nama benda-benda berikut ini:
  1. Bensin
  2. Lem
  3. Kayu
  4. Gergaji
  5. Paku
  6. Penggaris
  7. Minyak sayur
  8. Sinar Ultra Violet
  9. Kuas/Sikat
  10. Komputer dan Printer
  11. Kertas
  12. Palu
6. Dalam pembuatan stempel runaflek, dibutuhkan alat-alat yang ditunjukan pada nomor ……
  • 1) – 4) – 7) – 10)
  • 4) – 6) – 9) – 12)
  • 2) – 5) – 8) – 11)
  • 3) – 5) – 10) – 11)

7. Bahan yang diperlukan untuk membuat stempel runaflek ditunjukan pada nomor ……
  • 1) – 3) – 5) – 7)
  • 9) – 10) – 11) – 12)
  • 2) – 4) – 6) – 8)
  • 4) – 6) – 10) – 12)

8. Perhatikan langkah-langkha pembuatan stempel runaflek berikut ini:
  1. Mencetak desain tulisan/gamabar pada kertas
  2. Pembuatan tulisan/gambar pada runaflek
  3. Pembentukan cetakan stempel dengan menggosokan bensin menggunakan kuas pada runaflek
  4. Penyinaran dengan sinar ultra violet
  5. Penempelan cetakan stempel runaflek pada gagang stempel
Urutan dalam langkah-langkah pembuatan stempel runaflek yang tepat adalah ……
  • 2) – 1) – 5) – 3) – 4)
  • 1) – 2) – 4) – 3) – 4) – 5)
  • 1) – 2) – 3) – 4) – 5)
  • 2) – 1) – 4) – 5) – 4) – 3)

9. Pada teknik sablon, master yang digunakan untuk melakukan pencetakan hingga dapat dilakukan berulang-ulang disebut ……
  • Rakel
  • Pewarna
  • Screen
  • Afdruk

10. Berikut ini merupakan pernyataan yang tepat mengenai karya seni cetak sablon adalah ……
  • Jenis pewarna untuk semua media sama
  • Hasil karyanya berbentuk seni rupa tiga dimensi
  • Mencetak tiga warna lebih praktis dibandingkan satu warna
  • Fungsi utama hasil karya sablon adalah untuk kepuasan batin

11. Berikut merupakan pernyataan yang tepat mengenai pengertian pameran seni rupa di madrasah ……
  • Terbatas hanya untuk diikuti oleh satu orang seniman
  • Upaya untuk memperkenalkan karya seni pertunjukan
  • Tujuan utamanya untuk mendapatkan keuntungan material
  • Media untuk mempublikasikan karya seni rupa agar mendapat apresiasi

12. Pameran yang hanya menyajikan satu jenis karya seni rupa disebut ……
  • Pameran tunggal
  • Pameran tertutup
  • Pameran heterogen
  • Pameran homogen

13. Alat untuk memajang karya seni rupa 3 dimensi dalam pameran seni rupa disebut ……
  • Sketsel
  • Pustek
  • Stage
  • Standar display

14. Katalog dalam pameran seni rupa mempunyai fungsi penting sebagai ……
  • Sarana inforamasi tentang peserta pameran dan karya yang dipamerkan
  • Memuat informasi tentang harga karya seni rupa yang dipamerkan
  • Berisi tentang profil panitia penyelenggara pameran seni rupa
  • Media berkomunikasi antar pengunjung pameran seni rupa

15. Salah satu tugas sekretaris dalam kepanitian pameran seni rupa adalah ……
  • Menyusun, mengalokasikan, dan membuat laporan keuangan
  • Membuat keperluan administrasi dan mengarsipkannya
  • Menjaga ketertiban dan keamanan palaksanaan pameran
  • Membuat, menyusun, dan menata karya untuk dipamerkan

16. Pernyataan berikut ini yang tepat menunjukan karakteristik lagu Pop adalah ……
  • Bahasa yang digunakan dalam liriknya sulit untuk diterjemahkan
  • Menggunakan teknik vokal dan pemainan musik yang rumit
  • Alat musik yang digunakan bersifat etnik dan kontemporer
  • Mudah terkenal sekaligus mudah terlupakan

17. Istilah trio dalam sajian lagu popular mempunyai arti ……
  • Lagu yang dibawakan oleh dua orang penyanyi
  • Lagu yang dibawakan oleh tiga orang penyanyi
  • Lagu yang dibawakan oleh empat orang penyanyi
  • Lagu yang dibawakan oleh lima orang penyanyi

18. Pernyataan tepat tentang lagu dan musik Dangdut ditunjukan pada ……
  • Merupakan perpaduan musik Arab, Tunisian, dan Maroko
  • Dangdut meupakan akronim dari Gondang Gadut
  • Merupakan perpaduan musik India dan Melayu
  • Dangdut bukanlah musik asli Indonesia

19. Pernyataan tepat mengenai perbedaan antara sinden dan biduan adalah ……
  • Sinden berasal dari bahasa Kawi, sedangkan biduan berasal dari bahasa Betawi
  • Sinden merupakan penyanyi dalam musik karawitan, biduan penyanyi dangdut
  • Sinden lebih mengutamakan gerak, biduan mengutamakan vokal
  • Sinden dan biduan merupakan penyanyi perempuan

20. Berikut ini yang termasuk kelompok lagu dan musik popular asli Indonesia adalah ……
  • Reggae, Rock, Jazz
  • Campursari, Keroncong, Tarling
  • Bluess, Punk, Pop
  • Dangdut, Pop, Rhumba

21. Berikut ini yang bukan termasuk karakteristik alat musik Gitar adalah ……
  • Termasuk dalam jenis alat musik melodis sekaligus harmonis
  • Pemainnya disebut dengan Gitaris
  • Dimainkan dengan cara dipetik
  • Terdiri dari 6, 7, atau 12 dawai

22. Fungsi utama bagian keytone atau tuning machine pada alat musik gitar adalah ……
  • Mengencangkan atau mengendorkan senar
  • Mengeraskan dan melemahkan nada
  • Menaikan atau menurunkan nada
  • Mengubah jenis suara gitar

23. Kelompok bagian gitar yang terletak pada neck adalah ……
  • Inlay, fingerboard, freet
  • Sound hole, brige, terminal conector
  • Head, body, sound countrol
  • Pick up, keytone, nut

24. Pernyataan yang tepat menunjukan pengertian akord adalah ……
  • Nada tunggal yang dimainkan sesuai dengan irama
  •  Beberapa nada yang dimainkan secara harmonis
  • Ritme yang dimainkan sebagai patokan nada
  • Ketukan dan tempo pada permainan musik

25. Akord Am dalam permainan alat musik  Gitar terdiri dari nada……
  • A - C - F
  • G - A - B
  • C - E - A
  • A - B - C

26. Akord yang nada-nadanya dimainkan satu per satu disebut ……
  • Harmonic accord
  • Akord besar
  • Broken accord
  • Akord kecil
27. Pengertian Ansamble yang tepat ditunjukan pada pernyataan ……
  • Menilai permainan alat musik
  • Menyanyi dengan diiringi satu jenis alat musik
  • Permainan beberapa alat musik secara bersamaan
  • Memeinkan alat musik secara idealis dan skill tinggi

28. Bentuk penyajian ansamble musik nusantara ditunjukan pada kelompok ……
  • Orgen tunggal, orkes, band
  • Kolintang, orchestra, perkusi
  • Band combo, perkusi, Gambus
  • Gamelan, Angklung, Kolintang

29. Salah atu faktor pendukung suksesnya acara pagelaran seni adalah desain yang baik serta pelaksanaan yang bersifat ……
  • Dirancang oleh pejabat
  • Didukung dana pribadi penyelenggara
  • Menarik perhatian dan sesuai dengan tema
  • Dilaksanakan orang yang diberi tanggung jawab tapi tidak punya kewenangan

30. Bentuk pergelaran yang dilaksanakan di luar ruangan atau bersifat terbuka disebut ……
  • Indoor
  • Tunggal
  • Outdoor
  • Akbar

Unsur-Unsur Pameran Seni Rupa

Penyelenggaraan pameran seni rupa harus memperhatikan dan memenuhi beberapa kriteria. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaanya berjalan sesuai dengan konsep. Oleh karena itu, beberapa kriteria yang menjadi unsur-unsur penyelenggaraan Pameran Seni Rupa inilah yang menjadi subjek sekaligus objek tercapainya kesuksesan acara. Adapun unsur-unsur pameran yang dimaksud adalah sebagai berikut:

A. Materi Pameran Seni Rupa

Materi pameran karya seni yang akan dipertunjukkan berupa gambar, lukisan, patung, kriya, seni grafis, seni tapestri, dan seni instalasi.

B. Tempat Pameran Seni Rupa

Tempat-tempat yang biasa digunakan untuk pameran, diantaranya sebagai berikut:
  1. Galeri, merupakan gedung atau ruangan yang digunakan sebagai tempat menyimpan dan memamerkan benda atau karya seni.
  2. Museum, merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan hasil kebudayaan fisik yang berasal dari berbagai kurun waktu tertentu yang mengandung nilai sejarah. Biasanya mempunyai ruangan untuk dipakai tempat kegiatan seni, seperti pameran dan sebagainya.
  3. Sanggar, merupakan tempat yang digunakan untuk berlatih atau melakukan pertunjukan karya seni dan sekaligus sebagai tempat menggelar dan memajang karya seni yang akan dipamerkan.
  4. Hotel, merupakan tempat kegiatan umurn yang mempunyai fasilitas tertentu, termasuk ruangan khusus yang bisa dimanfaatkan untuk pameran karya seni.
  5. Gedung Kesenian, merupakan tempat khusus yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan kesenian.

C. Waktu Pameran Seni Rupa Penentuan

Waktu untuk pameran, antara lain waktu luang pengunjung, saat kunjungan wisata, liburan nasional, saat ada kegiatan tertentu, dan lain sebagainya.

D. Peserta

Faktor seniman yang menyelenggarakan pameran dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi kalangan masyarakat yang menyukai karya-karya seniman tertentu.

E. Panitia Pameran Seni Rupa

Keberadaan panitia acara sangat diperlukan sebagai penggerak dan penyelenggara dalam kegiatan pameran.

F. Kurator

Kurator mempunyai tugas untuk memelihara, mengoleksi, menyeleksi, dan menyajikan berbagai karya atau artefak seni yang akan dipamerkan. Dalam perkembangannya, tugas kurator menjadi lebih luas dari yang diuraikan di atas, kurator mempunyai tugas pula sebagai perancang, orang yang menenlukan tema, memilih seniman dan karya, dan memberikan pengantar yang penuh makna pada karya yang dipamerkan.

Follow by Email

Popular Posts

Blog Archive