Idul Korban Di MTs N Babakan Tahun 2012

Idul Korban Di MTs N Babakan

Setelah Manasik Umroh, kegiatan MTs N Babakan dibulan Dzulhijjah ini adalah penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012 dengan melibatkan beberapa unsur pendukung baik internal maupun eksternal. Pihak yang menjadi unsur pendukung internalnya adalah Guru, Peserta Didik, dan Staf Tata Usaha (TU).
Peran guru dalam kegiatan ini diantaranya sebagai pembina atau pendamping bagi peserta didik. Bahkan, beberapa guru secara langsung terlibat menyembelih, menguliti, dan memotong hewan kurban. Seperti yang dilakukan oleh Bpk. H. Ahmadun (Guru mata pelajaran Akidah Ahlak) yang memotong Sapi dan Bpk. Kasturi (Guru mata pelajaran Fiqih) memotong kambing - kambing yang dijadikan korban. Kemudian, Bapak. Kunoyo (Guru Penjaskes), Bapak Ali Topik (Guru Matematika), dan Bapak Masruri (Guru IPA) menguliti hewan korban yang telah disembelih.

Di sisi lain, guru - guru, Staff TU serta  Peserta Didik (melalui OSIS) juga membantu proses pelaksanaan kurban baik menguliti, memotong, maupun mengemas daging dalam wadah. Di beberapa tempat juga terlihat aktifitas memasak yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu guru, Staff TU, serta Peserta Didik mempersiapkan hidangan untuk makan bersama warga MTs N Babakan.

Adapun unsur pendukung yang bersifat eksternal dalam kegiatan ini adalah diikutsertakannya bebeberapa pihak luar untuk membantu mempercepat proses pelaksanaan kurban. Seperti para penjagal Sapi profesional yang bisa memotong dan membagi daging dengan cepat.

Menurut ketua panitia, Babak Imam Sophan (Guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam-SKI- sekaligus Pembina Keagamaan), kegiatan penyembelihan kurban ini merupakan upaya pembelajaran bagi semua warga MTs N Babakan untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas amal dan ibadahnya. Secara riil, tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan melatih warga MTs N Babakan mengenai proses ibadah kurban.

Kemudian ditambahkan oleh Ibu Hj. Umi Faridah (Guru SKI sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan asyarakat) mewakili Bpk Kepala Madrasah, kegaiatan yang menjadi bagian dari sunnah rasul ini diharapkan bisa dilaksanakan lebih meningkat lagi pada periode berikutnya. Beliau mengungkapkan harapannya untuk tahun mendatang, bagi warga MTs N Babakan yang akan kurban, bisa menitipkan dan melaksanakan kurban di madrasah tsanawiyah ini sehingga bisa menambah jumlah hewan.

Pada periode tahun ajaran 2012 - 2013 jumlah hewan kurban di MTs N Babakan terdiri dari Empat Kambing dan Satu Sapi. Dua kambing diatasnamakan kepada Guru dan Staff (Ibu Masitoh dan Bpk. Nur Solichun), sedangkan yang lainnya diatasnamakan untuk Sembilan Peserta Didik.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada beberapa Guru, Peserta Didik, warga masyarakat sekitar MTs N Babakan, serta Panti asuhan Al Mukhlisin yang ada di Desa Lebakgowah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Siang hari kegiatannya berubah menjadi makan siang bersama di ruang makan yang mencerminkan keakraban semua unsur MTs N Babakan. Kegiatan ini juga didokumentasikan oleh beberapa guru yang sejak awal hingga akhir berusaha mengambil gambar yang dilakukan oleh Bapak Roni Sulchan dan Bapak Andi Suwandi merekam video. Untuk melihat lebih lengkap dokumentasi berupa foto kegiatan pemotongan hewan kurban di MTs N Babakan, silahkan kunjungi Facebook album foto koleksi By-Rony Sulchan atau dengan klik di sini.

Manasik Umroh Di MTs N Babakan

 
Manasik Umroh Di MTs N Babakan

Kelancaran suatu ibadah tidak hanya ditunjang dari kemampuan fisik maupun finansial si pelaku ibadah. Kebiasaan yang bersifat kontinuitas atau berkesinambungan yang dilakukan juga bisa berpengaruh terhadap kualitas ibadah. Oleh karena itu, kita perlu secara sistematik belajar secara terus menerus untuk menyempurnakan ibadah.

Seperti halnya ibadah Umroh dan Haji yang setiap muslim sangat mengharap bisa melaksanakannya. Meski banyak yang berhasil melalui kendala finansial, bukan berarti mereka juga secara otomatis bisa langsung melaksanakannya. Sebelum beribadah Haji maupun Umroh, mereka terlebih dahulu melakukan latihan mengenai tata cara, rukun, bahkan berusaha mengenal tempat yang akan disinggahi.

Pelaksanaan latihan ibadah biasanya dikenal dengan manasik. Kegiatannya berupa simulasi pelaksanaan ibadah yang meliputi proses awal hingga akhir dengan berurutan sesuai dengan rukunnya. Biasanya, simulasi juga melingkupi gambaran tentang suasana daerah yang menjadi tempat beribadah. Oleh karena itu, manasik dilakukan di tempat yang didesain menyerupai tempat ibadah aslinya.

Seperti terlihat pada gambar pembuka, beberapa orang berpakaian Ikhrom dan mengelilingi kotak berwarna hitam. Kegiatan tersebut merupakan Manasik Umroh yang diikuti Peserta Didik Kelas IX MTs N Babakan pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2012. Kegiatan yang juga dilaksanakan tepat di bulan Dzulhijjah ini bertujuan mengenalkan peserta didik tentang kegiatan Umroh dan berupaya mewujudkan tujuan tercapainya pendidikan berkarakter keagamaan.

Manasik Haji yang dilakukan di lingkungan MTs N Babakan diantaranya Thawaf, seperti yang dilakukan di Masjidil Haram, dengan memutari Ka`bah sebanyak Tujuh kali disertai membaca doa yang berbeda pada tiap putarannya. Kemudian dilanjutkan dengan minum Air Zam-zam disertai dengan bacaan doa. Selain tiu, juga dilakukan Sa`i atau jalan cepat naik ke Bukit Shofa menuju ke Bukit Marwah sebanyak Tujuh kali yang juga disertai dengan membaca doa dan diakhiri di Marwah. Kegiatan Ikhrom itu kemudian diakhiri dengan Tahalul yaitu memotong sebagian rambut kepala.

Pelaksanaan simulasi ibadah Umroh MTs N Babakan didukung oleh banyak pihak baik Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Pendidik. Kerjasama yang baik tersebut menghasilkan even luar biasa yang mendapat apresiasi baik dari semua pihak. Semoga kegiatan Manasik Umroh MTs N Babakan bisa bermanfaat bagi semua. Amien...

Patung Dalam Seni Rupa

Menurut bentuknya, patung merupakan merupakan salah satu karya seni rupa tiga dimensi. Sebab, patung mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tinggi (volume) serta dapat dinikmati dari segala arah. Pada umumnya, patung diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin atau dinikmati keindahannya saja. Dengan kata lain, patung menurut fungsinya masuk dalam kategori karya seni rupa murni.

Di Indonesia, kerajinan patung sudah ada sejak dulu dan berkembang hingga sekarang. jenis dan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatab patung-pun beragam, baik dari bahan lunak (seperti kayu, tanah liat, semen) maupun bahan keras (seperti batu dan logam. Bentuknya pun beragam, seperti bentuk manusia, bentuk hewan, dan tumbuhan atau bentuk lain hasil modifikasi.

A. Jenis - Jenis Patung.
  • Jenis Patung Dilihat dari cara pembuatannya:
  1. Arca, merupakan patung dengan bentuk makhluk hidup seperti manusia dan binatang
  2. Relief, adalah karya seni patung yang hanya bisa dinikmati dari arah depan karena terletak pada dinding.
  • Jenis Patung Dilihat dari Posisinya
  1. Patung Free Standing, merupakan jenis patung yang berdiri tegak
  2. Patung Zonde, merupakan jenis patung yang utuh dalam posisi yang beragam, seperti duduk, jongkok, tidur, berdiri, dll.
  3. Patung Boss, merupakan patung setengah badan.
  4. Patung Tarso, merupakan patung yang dibuat hanya bagian-bagian tertentu atau sebagian tubuhnya saja.
  • Jenis Patung Dilihat dari Fungsinya
  1. Patung Monumen (Patung Memorial), merupakan patung yang berfungsi sebagai peringatan terhadap seorang tokoh atau suatu peristiwa sejarah.
  2. Patung sebagai Lambang Pemujaan (Sakral), merupakan patung yang digunakan sebagai lambang pemujaan dalam acara keagamaan atau sebagai media peribadatan.
  3. Patung Miniatur, merupakan patung tiruan suatu bangunan atau arca dalam ukuran kecil.
  4. Patung Dekorasi, merupakan patung yang berfungsi untuk keindahan (menghias) didalam maupun di luar ruangan.
B. Teknik Pembuatan Patung
  1. Teknik Butsir, merupakan cara membuat patung dari bahan lunak (tanah liat, gips, malam) dengan mengurangi dan atau menambah bagian - bagiannya.
  2. Teknik Pahat, merupakan cara pembuatan patung dari bahan keras (kayu, tulang, batu, gips yang mengeras) dengan mengurangi bagian yang tidak diperlukan.
  3. Teknik Merakit, merupakan pembuatan patung dengan cara merangkai bahan serta menghubungkannya (bahan-bahan yang telah rusak) seperti pada permainan puzzle.
  4. Teknik Cetak atau Cor, merupakan cara pembuatan patung dengan memanaskan logam hingga mencair kemudian dituangkan dalam cetakan.
  5. Teknik Membentuk (Dibentuk), merupakan teknik yang dilakukan dengan cara membentuk sedikit demi sedikit atau bertahap sehingga tercipta patung yang kita inginkan.
  6. Teknik Modelling, merupakan teknik pembuatan patung dengan cara membuat model terlebih dahulu.
C. Alat untuk Membuat Patung Berdasarkan Bahan yang Digunakan
  1. Pembuatan patung berbahan tanah liat memerlukan butsir dan sudip untuk mengambil dan menambal atau menambahkan bahan serta manghaluskan permukaan yang sulit dijangkau secara langsung oleh tangan.
  2. Patung berbahan kayu dalam pembuatannya memerlukan pisau, kapak, martil, gergaji, serta ampelas.
  3. Patung dari bahan batu alat yang digunakan berupa pahat baja, martil besi, gurinda (Grenda).
  4. Patung cetak dari bahan logam alat yang digunakan adalah kompor pengecor, alat cetak, dan gurinda
  5. Patung pahat dari bahan logam (berupa plat), alat yang diperlukan berupa martil, tatah (patah), dan gurinda (grenda).
  6. Patung berbahan semen alat yang diperlukan pisau, martil, dan tang.
Sumber Referensi:
Modul Seni Budaya hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Tegal.

Membuat Miniatur Rumah

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang berfungsi sebagai pelindung diri dari cuaca (panas, dingin, hujan), hewan yang membahayakan, serta menjadi pelindung privasi diri dari konsumsi langsung oleh publik.

Pada umumnya, orang akan memperhitungkan nilai estetis (keindahan) dalam proses pembuatan rumah. Di sinilah peran dan fungsi seni dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan primer.

Pada pembelajaran di pertengahan bulan September 2012 kelas 8 E dan 8 Fullday 1 MTs Negeri Babakan (keduanya hari Jum`at) melaksanakan praktek membuatan miniatur rumah. Meski hanya duplikat bangunan rumah, namun proses pembuatannya memotifasi mereka dalam berkreasi dan berekspresi. Antusias mereka terlihat dari kerjasama kelompok dalam upaya menyediakan bahan – bahan, membuat desain, serta menyelesaikan karya.

Di akhir praktek, mereka mampu memenuhi target waktu untuk menyelesaikan karya selama hampir 6 jam pelajaran berserta pembuatan laporannya. Berikut ini kami posting suntingan tulisan Kelompok Lima yang beranggotakan: Dinar Leonica Dinda Sari (08), Fajar Inarotul Amani (10), Nabila Alkah (17), Siti Barirotun Khasanah (23).
  • Bahan yang diperlukan:
  1. Styrofoam
  2. Lem styrofoam
  3. Pasir Pantai
  4. Batu aquarium
  5. Rumput – rumputan
  6. Cat styrofoam
  • Alat yang digunakan:
  1. Cutter
  2. Penggaris
  3. Kuas
  4. Gunting
  • Cara Pembuatan :
  1. Buatlah sketa terlebih dahulu, setelah itu ukur dan potong styrofoam sesuai dengan rencana.
  2. Siapkan Kurang lebih 60 x 50 cm untuk tempat peletakkan atau alas miniatur rumah. Tempelkan potongan bagian – bagian miniatur rumah menggunakan lem styrofoam.
  3. Setelah tertempel dan menjadi miniateur rumah, tempelkan miniatur rumah pada lembaran styrofoam. Lalu cat semua bagian miniatur rumah.
  4. Buatlah pohon – pohonan dan pagar dari sisa styrofoam, lalu warnai pohon dan pagar itu, serta tempel di bagian depan miniatur rumah.
  5. Tuangkan lem sedikit demi sedikit di bagian depan rumah (sesuai dengan jalan menuju pintu dan di depan pagar).
  6. Tempelkan beberapa Batu Aquarium di pinggir – pinggir sebagai batas jalan. Setelah itu taburi pasir pantai di jalur jalan dan biarkan mengering serta menempel.
  7. Hias menggunakan rumput – rumputan di sebelah batu Aquarium.
Laporan di atas merujuk pada karya karya ini:

Berikut ini gambar beberapa karya miniatur rumah berbahan Styrofoam:

Kombinasi Styrofoam, Stik Es Krim, Jerami, dan Papan Triplek (8FDS1)
Semoga kerjasama sebagai nilai karakter budaya bangsa yang disisipkan dalam praktek pembuatan karya miniatur rumah tersebut bisa membangkitkan kembali semangat dan membentuk jiwa kooperatif (gotong – royong) mereka. Amien…

Untuk melihat koleksi foto proses pembuatannya, silahkan melihat di album facebook Sanggar MTs Negeri Babakan dengan klik di bawah ini:

Mencari Bentuk Akord Gitar

MENCARI BENTUK AKORD GITAR

Postingan ini merupakan bagian dari materi pembelajaran Instrumen (Alat) Musik Gitar yang dipublikasikan sebelumnya. Pada materi tersebut dibahas mengenai karakteristik alat musik Gitar, Jenis - jenis Gitar, dan Bagian - bagian Gitar, serta Memainkan Akord Gitar. Pada bagian Memainkan Akord Gitar sudah disebutkan beberapa bentuk dan gambar akord, diantaranya: C, G, Am, Em, F, dan Dm.

Spesifikasi materi pada postingan ini adalah tentang "akord" yang mempunyai pengertian (kira - kira) gabungan beberapa nada jika dimainkan akan menghasilkan suara yang harmonis. Akord di Indonesia sering disalah artikan dengan istilah kunci. Padahal, dalam teori musik, kunci merupakan pedoman penulisan notasi. Sedangkan akord digunakan untuk mengiringi lagu.

Menurut cara memainkannya, akord dibedakan menjadi Dua, yaitu:
  1. Akord Harmonik, dihasilkan dari beberapa nada yang dimainkan secara bersamaan.
  2. Akord Patah - Patah (Broken Accord), dihasilkan dari beberapa nada yang dimainkan satu per satu.

Akord yang biasa digunakan untuk mengiringi lagu-pun berbeda-beda, diantaranya: Akord Mayor, Akord Minor, Akord Augmented, Akord Diminished, Akord Minor 6, Akord Mayor 7, Akord Dominan Septim, dan masih banyak yang lainnya. Untuk mengetahui bentuk dan pola jari saat memainkan akord pada gitar, kami sematkan chordfinder dari widgetbox.com.

Adapun petunjuk penggunaannya adalah:
  1. Tanda "x" merupakan senar yang tidak perlu dimainkan;
  2. Tanda "0" merupakan senar lepas yang perlu dimainkan (tanpa ditekan menggunakan jari);
  3. Angka 1 - 2 - 3 - 4 - 5 dst. "tanpa lingkaran" merupakan petunjuk letak fingerboard;
  4. Angka 1 - 2 - 3 - 4 dengan lingkaran merupakan petunjuk penggunaan jari untuk menekan senar dengan ketentuan: "1" merupakan Jari Telunjuk, "2" merupakan Jari Tengah, "3" merupakan Jari Manis, dan "4" merupakan Jari Kelingking;
  5. Huruf "A", "B", "C", "D", "E", "F", dan "G" merupakan nada yang dihasilkan dari senar yang ditekan;
  6. Mohon maaf, pada kesempatan ini belum bisa kami sajikan bentuk dan pola Akord Kromatis, seperti "F#", "G#", "A#", "C#", dan "D#".
Silahkan mencoba widget di bawah ini:

Pembuatan Soal UAS Gasal SBK 2012

PEMBUATAN SOAL UAS GASAL SBK 2012

Setelah disibukkan dengan kegiatan Ulangan Tengah Semester (UTS)  Gasal, kini admin sanggarmodel.blogspot.com bersama teman - teman perjuangannya dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya harus membuat Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal tahun 2012 yang (InsyaAllah...) akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Desember 2012.

Pembuatan Kisi - kisi dan Soal UAS Gasal 2012 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2012 bertepatan dengan kegiatan rutin MGMP. Kegiatan ini menjadi agenda utama dalam MGMP untuk memenuhi target pengumpulan naskah soal yang diserahkan kepada Kelompok Kerja Madrasah (K3M) paling lambat awal Nopember 2012.

Bentuk soal yang rencananya akan diujikan pada kelas VII, VIII, dan IX adalah Multiple Choice (Pilihan Ganda) dengan jumlah 40 butir dan setiap soal terdiri dari Empat opsi serta Essay berupa Uraian yang berjumlah Lima Soal.

Acara MGMP yang dilaksanakan di MTs Negeri Slawi dibuka oleh Bapak Titi Solechudin selaku ketua dan dihadiri fasilitator dari K3M Bapak Abdul Aziz. Dalam sambutannya, fasilitator MGMP menghimbau keikutsertaan guru - guru seni budaya MTs se-Kabupaten Tegal dalam mensukseskan Porseni tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakan setelah pelaksanaan UAS sebelum pembagian raport Peserta Didik.

Pembuatan kisi-kisi dan soal UAS Gasal tahun ajaran 2012 - 2013 telah terlaksana. Semoga... Kelak pelaksanaanya bisa berjalan baik dan hasil evaluasi kepada peserta didik memuaskan. Amien...

Nilai UTS Gasal Kelas 7E Tahun 2012



NILAI MURNI ULANGAN TENGAH SEMESTER GASAL
MATA PELAJARAN SENI BUDAYA
TAHUN AJARAN 2012 – 2013

KELAS 7 – E
KKM 75

No. Urut
NAMA/KODE PESERTA
NILAI
CATATAN


1
 AFLAKHA MUNJIATI
82
Lulus

2
 AMALINA DWI PUTRANTI
94
Lulus

3
 AMINATUL ARIFAH
94
Lulus

4
 AMRINA ROSDIANA
98
Lulus

5
 ANIS MAULIDAH
94
Lulus

6
 ARFANNY SALSABILA ARIMUBAES
94
Lulus

7
 ARINA NURFADILAH
92
Lulus

8
 DIANA SALSABILA
90
Lulus

9
 DWI SUKMAWATI
92
Lulus

10
 DYAH AYU PRAMESWARI
94
Lulus

11
 FARA AFWA NASIKHA
88
Lulus

12
 FITA ASIFATUN NISA
80
Lulus

13
 FITRIA DAMAYANTI
98
Lulus

14
 KARISMA RAHMATIA
92
Lulus

15
 KHASNA FIKRIA NI'MAH
88
Lulus

16
 LABIB AZZAHRAH ULYA DINI
92
Lulus

17
 LINA NUR OKTAVIANI
90
Lulus

18
 MARISSA AZZAHRO
90
Lulus

19
 MAULIA UDZMA
86
Lulus

20
 MEI FAKHRIYAH KHOFIFAH
94
Lulus

21
 MELA SAFFAANATUL ANIEQ
94
Lulus

22
 NADIA NUR FAUZIYAH



23
 NAFAKHATUL MIZKIYAH



24
 NIDA AZIMATU ULYA
90
Lulus

25
 NURUL HABIBATUN NIKMAH
100
Lulus

26
 PUR INTIASARI
88
Lulus

27
 PUTRI NABILLAH
92
Lulus

28
 PUTRI WIDYA SARI
96
Lulus

29
 RAMADHIANNISA MAHARANI
96
Lulus

30
 RAUDLOTUL JANNAH
94
Lulus

31
 RENI DWI ASTUTI
92
Lulus

32
 REZA SAFITRI
84
Lulus

33
 RESTI MUGI MULYANI
90
Lulus

34
 RIFDAH SALMA NISRINA
96
Lulus

35
 RIZKA QUROTUL AENI
98
Lulus

36
 SELA AMALIA
88
Lulus

37
 ST. MUTIA FATIHRAHMAH
92
Lulus

38
 SUCI ALFIAH NUR SAB'ATUN
88
Lulus

39
 TASYA WULANDARI
94
Lulus

40
 TSANIA MAULIDIA WIJIASIH
92
Lulus

41
 UMAMI NUR INDAH PARAWANGSA
100
Lulus

42
 ZULQOTUN AMALINA
90
Lulus

43





Follow by Email

Popular Posts

Blog Archive