Sanggar Model (Sanggar Seni MTs Negeri Babakan)


Sanggar Model merupakan laboratorium seni yang menjadi bagian dari fasilitas Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Babakan. Nama Sanggar Model diambil dari citra dan predikat yang dimiliki oleh MTs Negeri Model Babakan yang notebene-nya bisa menjadi contoh bagi MTs lain di Kabupaten Tegal.

Secara geografis, Sanggar Model terletak di Komplek Pondok Pesantren Ma`hadut Tholabah Pedukuhan Babakan desa Jati Mulya. Namun, secara administratif, Sanggar Model terletak di Desa Lebak Gowah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Lokasi tepatnya berada di sebelah Selatan Pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Tegal (Kota Slawi). Lihat lokasinya di wikimapia dengan cara klik di sini.

Berbagai kegiatan dilakukan di Sanggar Model sebagai aktifitas rutin (bagian dari proses pembelajaran formal) maupun ekstrakurikuler, diantaranya:
  1. Paduan Suara dan Solo Song;
  2. Memainkan Alat Musik Tradisional maupun Modern; 
  3. Teater;
  4. Tari.
Sesuai dengan status Sanggar Model, yang secara birokrasi bernaung pada MTsN Model Babakan, maka segala aktifitasnya bersifat komplementer (melengkapi) dan membantu proses pembelajaran. Hal ini tertuang dalam:
  1. Visi dan Misi serta Tujuan Sanggar MTs Negeri Model Babakan;
  2. Program Kerja Sanggar MTs Negeri Model Babakan.
Mohon doa dan dukungan untuk kemajuan Sanggar Model.

Berikut ini kami tampilkan album latihan Sanggar MTs Negeri Babakan. Untuk melihat tampilannya, browser atau peramban yang anda gunakan sudah terinstal atau tersedia plug in flash player. Jika berkenan untuk mengunduh aplikasinya, silahkan klik di sini. Mohon maaf jika tampilannya agak lama.

Doa Qunut

Doa Qunut merupakan doa yang biasanya diucapakan saat sholat Subuh (setelah ruku pada rokaat kedua) dan Sholat witir (setelah ruku pada rokaat terakhir). Berikut ini lafal arab dan latin doa qunut:

Do'a Qunut Shubuh & Witir


أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ,
ALLHUMMAHDINI FIIMAN HADAIT
Ya Alloh tunjukkanlah aku bersama orang yang Engkau beri petunjuk

وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ,
WA'AAFINII FIIMAN 'AAFAIT
selamatkanlah aku bersama mereka yang telah Enkau beri keselamatan

وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ,
WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAIT
pelihara-lah aku bersama mereka yang telah Engkau pelihara

وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ,
WA BAARIKLLII FIIMAA A'THOIT
berikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku

وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ,
WAQINII SYARROMAA QODLOIT
Dan jagalah aku dari kejahatan apa saja yang telah Engkau tetapkan

فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ,
FAINNAKA TAQDHI WALA YUQDLO 'ALAIK
karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukumi

وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ,
WAINNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT
dan sesunguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau tolong

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
TABAAROKTA ROBBANAA WATA'ALAIT
maka Maha Agunglah Engkau dan Maha luhurlah Engkau

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ
WA SHOLLALLOHU 'ALAN NABI
dan semoga Alloh tetap mencurahkan keselamatan dan kesejahteraan pada Nabi Muhammad
رواه أبو داود والنسائى
(HR An-Nasa’i dan Abu Dawud)

(الأذكار ص57)
lihat kitab Al-Adzkar halaman 57

Perpisahan MTs N Babakan 2012

PERPISAHAN MTSN BABAKAN

Acara Perpisahan Siswa/i MTs N Babakan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Mei 2012 diisi dengan berbagai pertunjukkan. Kepala MTs N Model Babakan dalam sambutannya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap upaya perkembangan seni, terutama yang bersifat Islami, di lingkungan madrasahnya. Dalam sambutannya, beliau akan berusaha melengkapi beberapa sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kesenian, diantaranya Marawis, Marching Band, dan Alat Band secara bertahap.
Selain Kepala Madrasah, beberapa sambutan juga diberikan oleh perwakilan Kelas IX dengan menggunakan Bahasa Inggris, ketua OSIS, dan Sambutan yang dibawakan oleh Siswa Kelas 7 Ful Day (FD) dengan menggunakan bahasa Arab.
Acara yang dilaksanakan di Halaman MTs N Babakan yang bertema: "Kami Adalah Lulusan Terbaik" diisi dengan beberapa penampilan, diantaranya:
  1. Penampilan Marawis
  2. Lantunan Ayat Al-Qur`an
  3. Penampilan Karate
  4. Penampilan Paduan Suara dan Puisi dari Kelas IX
  5. Lantunan Asmaul Husna
  6. Penampilan Puisi dan Paduan Suara (FD)
  7. Penampilan Tari Saman
  8. Penampilan Band Siswa MTs N Babakan
  9. Penampilan Solo Song Siswa/i
  10. Penampilan Solo Song Guru
  11. Penampilan Drama
  12. Doa
Berikut ini berberapa gambar perform dalam acara Perpisahan MTs N Babakan:

Sambutan Kepala Madrasah


Penampilan Karate


Pidato Perwakilan  Kelas IX

Penampilan Tari Saman

Solo Song Siswa

Paduan Suara dan Puisi

Solo Song Guru

Paduan Suara dan Puisi FD

Lantunan Asmaul Husna

Penampilan Band

Pengetahuan Tentang Vokal

A. Pengertian Vokal
Pengertian vokal menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah bunyi bahasa yang dihasilkan dengan getaran pita suara dan tanpa penyempitan dalam saluran suara di atas anak tekak. Menurut penulis, pengertian vokal adalah suara yang dihasilkan oleh manusia (getaran pita suara) dengan bantuan proses pernafasan dan bertujuan untuk keindahan (estetis).

Tidak semua suara manusia bisa disebut vokal, contohnya mendengkur. Meskipun mendengkur merupakan suara yang dihasilkan manusia dan berkaitan erat dengan proses pernafasan, namun mendengkur bukan suara yang secara sadar keluar untuk tujuan keindahan. Dengan kata lain, vokal sudah pasti menjadi bagian dari suara, namun suara belum tentu masuk kriteria vokal.

B. Jenis Suara
Setiap manusia mempunyai vokal yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh alat pembentuk suara manusia yang berbeda bentuk dan kemampuannya. Batas wilayah nada yang dapat dicapai (disuarakan) oleh seseorang disebut Ambitus suara. Menurut ambitusnya, jenis suara manusia dapat digolongkan menjadi: 
1. Suara Anak - Anak
Suara anak anak terdiri dari dua jenis:
  1. jenis suara tinggi dengan wilayah nada c’ – f”
  2. jenis suara rendah dengan wilayah nada a – d’’ 
2. Suara Orang Dewasa
  • Suara Wanita Dewasa, terdiri dari tiga jenis : 
  1. jenis suara tinggi (Sopran) dengan wilayah nada c’ – a’’ 
  2. jenis suara sedang (Mezzo Sopran) dengan wilayah nada a – f’’ 
  3. jenis suara rendah (Alto) dengan wilayah nada f – d’’ 
  • Suara Pria Dewasa, terdiri dari tiga jenis : 
  1. jenis suara tinggi (Tenor) dengan wilayah nada C – a‘ 
  2. jenis suara sedang (Baritone) dengan wilayah nada A – f’ 
  3. jenis suara rendah (Bass) dengan wilayah nada F – d’ 
Pada umumnya istilah vokal digunakan untuk menyebut suara yang dihasilkan oleh penyanyi. Sedangkan orang yang bernyanyi disebut dengan vokalis. Lagu – lagu yang dinyanyikan disebut dengan vokalia. Adapun jenis vokalia : 
  1. Acapela: nyanyian tanpa iringan musik 
  2. Unisono: nyanyian banyak orang dengan lagu bersuara satu 
  3. Koor: nyanyian oleh banyak orang dengan lebih dari satu suara 
  4. Solo: nyanyian oleh seseorang didalam paduan suara atau nyanyian Tunggal nyanyian yang dinyanyikan dari awal sampai akhir lagu sendirian

Profil MTs N Model Babakan 2012

 VISI DAN MISI MTSN MODEL BABAKAN

GURU DAN STAFF MTSN MODEL BABAKAN

PENGURUS OSIS MTSN MODEL BABAKAN
 


Sri Kuncoro SP

Sri Kuncoro SP
(NUPTK 8857761662200052)

 

Lahir di Tegal tanggal 24 Mei 1983 sebagai anak kedua dari tiga bersaudara;
Tumbuh dan besar di Desa Penusupan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal;
Telah menikah dengan Lilis Hendrawati dan dikaruniai dua putri yang diberi nama Optima Auqotus Shifa dan Khalisya Afsheen serta satu orang putra dinamakan Gidea Agrata;
Mengajar Seni Budaya dan PPKn sebagai guru honorer di MTs Negeri Babakan Lebaksiu Tegal sejak tahun 2009;
Menjadi Pembina Seni di MTs Negeri Babakan sejak tahun 2009 hingga sekarang;
Menjadi Admin utama dari:
  1. Twitter: Sanggar_Model
    Untuk berkomunikasi, hubungi melalui:
  1. Facebook: Srie Koentjoro dan Tjoro Koen Rasta;
  2. Blog pribadi: Komukote (srikuncorosp.blogspot.com);
  3. Email: koentjoro83@gmail.com;
  4. Twitter: Sri_Kuncoro_SP;
  5. Linkedin: Sri Kuncoro SP;
  6. Telp: 08586366506
Berikut ini album Sri Kuncoro SP bersama keluarga, Peserta Didik, dan Komunitasnya:
Untuk melihat, komputer anda harus tersedia fasilitas Flash Player. Klik salah satu sisi foto yang akan diperbesar. Mohon maaf bila tampilannya lama... Bersabar, ya... He...66X.

Jika kesulitan untuk menampilkan, silahkan mengunduh dengan klik link di sini.

MTs N Model Babakan (Juara I Nasional)

Hapal dengan lirik Mars MTsN Model Babakan…..?
Pada Lirik Mars MTs N Model Babakan terdapat lirik yang berbunyi: “Tanggal Tiga Januari tahun Dua Ribu Empat Juara Satu Nasional Prestasi segala jenjang…”.

Berita tentang Juara Satu nasional ternyata bukan hanya opini belaka. Sebab, beberapa media massa telah mempublikasikan dan mendokumentasikannya baik melalui media cetak maupun media elektronik. Jika ingin mendapatkan link tentang berita MTs Negeri Model Babakan Menjadi Juara Satu Nasional, silahkan buka berita yang diposting oleh harian umum Pelita (Persatuan Umat dan Kesatuan Bangsa) Jakarta. Untuk berkunjung, silahkan klik link di bawah ini:

http titik dua double slash www dot pelita dot or dot id garis miring baca dot php tanda tanya id=21727 (tanpa spasi)

Mohon maaf, berhubung link sudah tidak aktif, maka kami tuliskan alamatnya tidak sesuai dengan aslinya. Memang agak mengecewakan, namun kami tak punya kewenangan untuk mengaktifkan kembali. Meski sudah mencoba mencari file dalam direktori arsip pelita dot or dot id, namun masih belum bisa kami temukan.

Hukum Perspektif dalam Seni Rupa

Hukum Perspktif Dalam Seni Rupa
  • Benda yang besar semakin jauh terlihat semakin kecil; 
  • Benda yang tinggi semakin jauh terlihat semakin rendah; 
  • Garis sejajar yang mengarah ke horizon akan bertemu di satu titik hilang (titik hilang selalu berada pada garis Horizon); 
  • Garis sejajar dengan horizon akan tetap terlihat sejajar dengan horizon; 
  • Garis tegak lurus dengan horizon digambar (terlihat) tetap tegak lurus dengan horizon; 
  • Letak Garis horison pada bidang gambar menunjukkan letak benda terhadap tinggi mata orang yang menggambar; 
  • Warna benda makin jauh makin pucat (pudar); 
  • Bidang bulat akan terlihat atau digambar menjadi bentuk elips.
Unsur-Unsur Gambar Perspektif
  1. Garis Horizon ( Cakrawala ), batas pandangan dari semua benda horizontal;
  2. Garis Horisontal, yaitu garis yang mendatar; 
  3.  Garis Vertikal, yaitu garis yang tegak lurus; 
  4. Titik Hilang/Titik Lenyap, titik sebagai tempatnya hilangnya semua benda dari pandangan mata.

Jenis Gambar Perspektif
1. Perspektif Garis Dengan Satu Titik Hilang.
Semua garis-garis yang terdapat dalam gambar akan bertemu disatu titik, kecuali untuk garis-garis yang tegak lurus dengan garis horizon dan garis-garis yang horizontal yang yang selalu sejajar dengan garis horizon.


2. Perspektif Garis Dengan Dua Titik Hilang.
Pada gambar ini yang terlihat oleh kita adalah rusuknya, lain dengan perspektif satu titik hilang, yang terlihat oleh kita adalah bidangnya. Sementara bidang-bingnya menghadap ketitik hilang.


Intinya, menggambar perspektif adalah menggambar sesuai dengan arah pandang mata. Selamat belajar...

Makna Lir - Ilir (Lagu Daerah Jawa Tengah)


Lagu daerah jawa tengah from Sanggar MTs Negeri Babakan 

Lir – Ilir merupakan salah satu lagu daerah Jawa Tengah yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan berfungsi sebagai media dakwah. Berikut ini lirik dan artinya: 

Lirik Lir – Ilir 
Lir – Ilir… Lir – Ilir…
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo – royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon… Cah angon…
Penekno Blimbing kuwi
Lunyu – lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro… Dodotiro…
Kumitir bedah ing pinggir
Dondom ono jlumatono
Kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surako… Surak iyo… 

Arti Lagu Lir – Ilir 
Bangunlah…!!! Bangunlah…!!!
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau
Bagaikan pengantin baru
Anak gembala… Anak gembala…
Panjatlah (pohon) Belimbing itu
Walau licin dan susah tetaplah kau panjat
Untuk membasuh pakaianmu
Pakaianmu… Pakaianmu…
Terkoyak-koyak dibagian samping
Jahitlah, Benahilah!!!
Untuk bertemu Sang Penguasa diwaktu sore
Mumpung bulan bersinar terang
Mumpung banyak waktu luang
Bersoraklah dengan sorakan Iya…!!!

Nah... Meski awalnya merupakan lagu daerah, namun sekarang Lir - ilir sudah menjadi lagu nusantara yang berskala nasional. Bahkan, sekarang banyak diplomat dan duta bangsa yang menggunakan lagu ini sebagai ikon indonesia.
Lihat bentuk perkembangan lagu Lir - Ilir menjadi lagu nusantara di bawah ini:

 Lagu Lir - Ilir dibawakan oleh band Nasional

 Lagu Lir - ilir dibawakan oleh musik ensamble

Masih inginkah kita meremehkan budaya sendiri....?



Visi, Misi, dan Tujuan MTS N Model Babakan


VISI, MISI, dan TUJUAN
MTsN Model Babakan Lebaksiu Tegal
Tahun Ajaran 2011 – 2012

  • Visi: “Menciptakan Pembelajar yang Mandiri dan Islami, Unggul dalam Penguasaan Sains dan Teknologi”.
  • Misi:
  1. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif;
  2. Melaksanakan Proses Pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan efektif serta menyenangkan;
  3. Melaksanakan skenario pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi yang berkarakter;
  4. Melaksanakan pengembangan sumber daya Madrasah yang berkelanjutan (Continous Professional Development).
  • Tujuan:
  1. Terwujudnya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan;
  2. Terciptanya komunitas belajar (learning community); pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik terlibat aktif dalam proses membangun pengetahuan dan gagasan yang bermanfaat serta berakhlakul karimah;
  3. Terciptanya Peserta Didik yang berprestasi dan berdaya saing pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
  4. Menjadi Pilot Project model peningkatan mutu dan pengembang Madrasah Tsanawiyah khususnya di lingkungan Kabupaten Tegal.

 




MTs Negeri Model Babakan

MTs Negeri Babakan merupakan madrasah yang beralamat di Dukuh Babakan Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal tepatnya Jl. Pondok Pesantren Ma`hadut Tholabah. Madrasah Tsanawiyah ini mendapat predikat Model dari Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) Kantor Wilayah Jawa Tengah bersama dengan MTs Negeri Brebes dan MTs Negeri Kebumen.

Saat ini alumni MTs Negeri Babakan sudah tersebar di berbagai instansi maupun jenjang pendidikan lain yang lebih tinggi di wilayah Jawa Tengah dan Luar Jawa Tengah. Prestasi Madrasah dan Peserta Didiknya-pun telah mencapai tingkat Propinsi bahkan Nasional. Untuk mengenal lebih dekat tentang MTs Negeri Model Babakan, silahkan kunjungi halaman berikut yang ditulis oleh Drs. Mukhlisin, Dip. Ed (Guru Bahasa Inggris) yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah bagian Hubungan Masyarakat. Silahkan kunjungi di mtsnmodelbabakan.wordpress.com/. Untuk berkomunikasi melalui e-mail, silahkan kirim pesan melalui mtsnbabakan@jateng.kemenag.go.id.

Jenis Tari Berdasar Konsep Garapan

Secara umum, pembagian tari bisa dikategorikan menurut beberapa kelompok. Salah satu pengelompokan tari bisa dilihat berdasarkan Konsep Garapannya. Berikut ini pembagian tari menurut konsep garapannya:
  • Tari Tradisional, yang dapat dklasifikasikan dalam tiga jenis, yaitu:
  1. Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut.
  2. Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur. Adapun ciri yang nampak adalah kesederhanaan kostum, gerak, dan iringan menjadi lebih dominan. Tampil menyesuaikan alam sekitar secara apa adanya menjadi bagian konsep garapannya. Contohnya Tari Perang Likurai.
  3. Tari rakyat merupakan tarian yang hingga kini berkembang di daerah yang bersangkutan. Contoh tarianya adalah Tari Topeng Endel, Tari Piring, Tari Payung, Tari Saman, Kari Kecak, Tari Lilin. Tari Klasik adalah tari yang berkembang di lingkungan kerajaan. Contohnya adalah Tari Bedhaya, Tari Pendhet, Tari Serimpi, Tari Gambyong.
  • Tari Non Tradisional yang pada umumnya mempunyai karakteristik tidak berpijak pada aturan generasi sebelumnya atau ketentuan baku tarian melainkan lebih dimanfaatkan untuk mengungkapkan gaya pribadi si penari. Tari  nontradisional merupakan bentuk pembaharuan atau lebih dikenal dengan tari kreasi baru.

Warna Sebagai Unsur Seni Rupa

A. Pengertian Warna 
  • Secara Fisik/Obyektif warna merupakan sifat cahaya yang dipancarkan (panjang gelombang cahaya yang berbeda akan ditangkap oleh indera penglihatan sebagai warna yang berbeda). Tanpa cahaya, warna tidak akan muncul.
  • Secara Subjektif/Psikologi warna merupakan bagian dari cara pandangan manusia
B. Jenis Warna
  1. Warna primer, yaitu tiga warna pokok atau warna dasar (Merah, Biru, dan Kuning).
  2. Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 (Dua) warna primer. Kuning + Biru = hijau; Merah + Kuning = Orange (Jingga); dan Merah + Biru = Ungu. 
  3. Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau, hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu, merah-jingga, dan kuning-jingga. 
  4. Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna. 
  5. Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.
C. Sifat Warna
Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity.
a) Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.
b) Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
c) Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.

Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni:
  1. Warna Monokromatrik, adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
  2. Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadaphadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.
  3. Warna Analogus, adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
D. Makna Warna
Sebagaimana unsur desain yang lain, secara psikologi warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut :
  • Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis. 
  • Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur. 
  • Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci. 
  • Kuning Emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya. 
  • Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh. 
  • Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang,mashur, dan agung. 
  • Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia. 
  • Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan. 
  • Merah Muda mempunyai makna romantis, dan ringan. 
  • Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia. 
  • Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.
Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. Contoh : bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta – kuning, di Sulawesi – putih, di Sumatera – merah, dan sebagainya.Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani.

Sumber: kelas11_smk_seni_budaya_sri-hermawati

Animasi Karya Indonesia

Transformer Indonesia


Sejenak berpikir film ini pasti film luar negeri seperti pixar studio atau yang lainnya, tapi maaf Kamu salah. Film animasi yang berjudul "Lakon Pada Suatu Ketika" ini merupakan hasil karya anak bangsa yang empunya bernama Lakon Animasi, berpangkal di Solo Indonesia.
Dalam film ini diceritakan sebuah kapal ruang angkasa yang besar mendarat di atas langit jakarta dan keadaan seketika berubah mencekam. Bajaj, radio, mobil ambulans, dan lain - lain berubah layaknya robot-robot Transformer dan membuat gaduh. Walaupun ceritanya agak menyadur film Transformer, namun secara pribadi admin salut dengan karya anak bangsa ini.
Di dalam video ini, kita bisa lihat animasinya yang bisa dikatakan nyaris sempurna dan ditambah dengan detail-detail gaya hidup serta situasi kondisi masyarakat Indonesia, membuat admin ingin memberikan empat jempol untuk film animasi yang akan dirilis tahun 2012 mendatang ini.

Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=xNjhYzu41o0&feature=related
Visit: http://veromons.blogspot.com
Twitter: @VeroMons

Bandung Lautan Api


Bertema perjuangan rakyat Indonesia di wilayah Jawa Barat mempertahankan kemerdekaan yang akan direnggut kembali oleh Belanda dan sekutunya. Mereka kemudian memilih untuk membumihanguskan Bandung dan mengosongkannya agar tidak dimanfaatkan menjadi markas sekutu. Film animasi ini juga menceritakan petualangan dan persahabatan tiga anak kecil yang berbeda latar belakang...
Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=wjD96eF4PWU

Silahkan melihat langsung cuplikan karyanya...

Semoga saja karya - karya semacam ini bisa mendapat simpati dan apresiasi yang baik dari masyarakat dalam dan luar negeri. Sehingga, putra dan putri Indonesia tidak perlu menjual karyanya kepada industri luar negeri.
Bravo animasi Indonesia...

Hari Buku Nasional

Bangsa Indonesia sampai saat ini masih dihadang oleh dua pilihan, antara mempertahankan tradisi (lisan) dengan menjawab tuntutan informasi, yang berarti harus banyak membaca.  Padahal, kebiasaan kita masih didominasi tradisi percakapan panjang dan sedikit membaca (Kompas).

Salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk membaca buku adalah dengan memperingati Hari Buku Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Mei, sekaligus menaikkan penjualan buku. Bahkan, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) berharap agar peringatan Hari Buku dilaksanakan seperti Valentine’s Day, di mana pada hari itu setiap orang memberi sebuah buku kepada orang lain.

Diakui banyak pihak bahwa membuat masyarakat gemar membaca memang  sulit dilakukan, terutama kepada generasi muda kita yang terlanjur didominasi sistem komunikasi dengan telepon, namun sedikit membaca lembaran buku. Namun, kita harus tetap berusaha meningkatkan aktivitas membaca buku karena manfaatnya bisa mengetahui perkembangan termodern dan bisa memprediksi masa depan.

Beberapa pakar menggolongkan penulis buku menjadi Dua tipe, yakni penulis idealis dan pragmatis. Penulis idealis adalah mereka yang menulis buku dengan tidak terlalu memikirkan royalti. Bagi mereka, menulis adalah berkarya untuk melayani masyarakat dan tak perlu menuntut kompensasi materi berlebih. Mereka juga tak ambil pusing, apakah bukunya nanti diminati pasar atau sebaliknya. Sebab, bagi mereka, naskah bisa diterbitkan saja menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Kedua, penulis pragmatis yang memandang materi di atas penulisan buku. Penulis jenis ini dibaratkan mesin ide yang didesain untuk memenuhi selera pasar perbukuan. Meskipun ada beberapa penulis pragmatis yang tetap menjaga kualitas materi, namun karya tersebut tetap berorientasi untuk menghasilkan uang. Mereka cenderung menulis buku berdasar pesanan penerbit, yang tisesuaikan dengan perkembangan pasar.

Dua tipe penulis itu kini menjadi persoalan baru perbukuan di Indonesia. Pada tipe penulis buku pertama, kecenderungan menjadi lesu di dunia perbukuan. Karya - karya yang dipaksaterbitkan, yang tak didahului survei pasar, akan kurang laku di pasaran. Sementara itu, pada tipe penulis kedua yang semata - mata mengandalkan selera pasar, buku yang dihasilkan cenderung kurang berkualitas. Kendala yang lain adalah pembajakan pada buku berkualitas sekaligus laris manis di pasaran yang menjadi masalah klasik dan sulit dipecahkan.

Kendala terbesar adalah "kotak ajaib" bernama televisi. Survei di beberapa negara maju yang budaya bacanya sudah tinggi saja, rata - rata anak sekolah menghabiskan sekitar 60 - 90 jam per pekan untuk menonton televisi. Apalagi di Indonesia yang masih didominasi budaya lisan dan menonton, tentu proporsi waktu untuk menonton televisi jauh lebih besar. Butuh perjuangan ekstra keras dalam rangka meningkatkan perkembangan alam perbukuan kita. Satu poin penting yang perlu diupayakan bersama adalah memberikan edukasi yang tepat bagi masyarakat untuk mau membaca, mencintai, dan membeli serta memproduksi buku.

Alhamdulillah... Pemerintah Indonesia juga telah banyak andil untuk memudahkan kita mendapat buku gratis dalam bentuk file atau Buku elektronik terutama untuk guru dan pesertadidik. Buku - buku tersebut bisa kita unduh di portal bse kemendikbud dot go dot id.

Andai sudah tertanam kesadaran kuat untuk membaca buku, niscaya perbukuan kita berkembang lebih pesat lagi. Penulis buku bisa memperoleh royalti lebih besar karena semakin banyak karyanya yang terbeli. Sementara itu, penerbit juga diuntungkan karena produknya diminati banyak orang. Masyarakat Indonesia-pun bisa menjadi masyarakat yang cerdas. Melalui membaca juga, kita akan menjadi lebih baik. Seperti perintah pertama Allah kepada Nabi Muhammad yaitu BACA.

Nah..... Untuk memperingati Hari Buku Nasional, apa yang akan kita lakukan...?
  • Memberesi buku
  • Membeli atau menjual Buku
  • Menyumbangkan buku
  • Membaca buku
  • atau Mencuri buku (kebiasaan buruk yang dulu dilakukan penulis karena tak punya banyak anggaran untuk mengkonsumsi buku). He...66X.
Semoga Peringatan Hari Buku Nasional bisa meningkatkan minat masyarakat untuk membaca buku. Amien...66X. Ups... Yuk, kita ramaikan perpustakaan...

Gambar Bentuk

A. Pengertian Menggambar Bentuk
Dalam bidang seni rupa, terdapat 2 (Dua) bentuk, yaitu:
  1. Bentuk Figuratif (bentuk nyata sesuai dengan aslinya)
  2. Bentuk Nonfiguratif (bentuk yang tidak nyata)
Selain itu, dapat juga digolongkan dalam:
  1. Bentuk Abstrak, merupakan bentuk yang tidak nyata atau tidak meniru benda yang ada di alam
  2. Bentuk Geometris, merupakan bentuk yang beraturan
  3. Bentuk Non-geometris, merupakan bentuk yang tidak beraturan
  4. Bentuk Stilasi, merupakan bentuk yang dihasilkan dari modifikasi bentuk hewan maupun tumbuhan. Contohnya pada batik.
  5. Bentuk Visual Realistis atau Naturalis, bentuk yang ada di alam dan dibuat sesuai dengan kondisi aslinya.
Dengan Kata lain, pengertian Gambar bentuk adalah gambar yang dibuat sesuai dengan kondisi aslinya.

B. Prinsip – Prinsip Menggambar Bentuk:
  1. Perspektif, merupakan prinsip menggambar sesuai dengan penglihatan. Objek gambar yang dekat digambar lebih besar, tinggi, dan jelas.
  2. Proporsi, merupakan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain secara menyeluruh
  3. Komposisi, diartikan dengan susunan atau letak objek gambar yang menyatu
  4. Gelap – Terang (Half – Tone). Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang (putih atau warna muda). Sedangkan yang tidak terkena cahaya berkesan gelap (hitam atau warna tua).
  5. Bayang – bayang (Shadow) untuk menunjukkan kesan tiga dimensi (realis).
C. Langkah – Langkah Menggambar Bentuk:
  1. Pengamatan : kegiatan mengenali objek yang akan digambar
  2. Sketsa : gambar dasar (gambar yang belum jadi)
  3. Menentukan gelap – terang dengan memperhatikan arah cahaya.
  4. Menentukan teknik dengan menyesuaikan alat dan bahan yang digunakan. Bila menggunakan pensil gambar (warna), teknik arsir atau dusel lebih cepat. Dahulukan warna muda dan warna gelap tidak harus hitam.
  5. Sentuhan akhir dengan memberikan penekanan pada karya gambar bentuk.
D. Pendekatan yang Digunakan dalam Menggambar Bentuk
  • Pendekatan Dengan Model, berarti dalam menggambar tersedia benda yang menjadi objek gambar. Keuntungan pendekatan dengan model:
  1. Objek gambar lebih jelas
  2. Ketepatan sudut gambar lebih terjamin
  • Pendekatan Tanpa Model, mempunyai arti bahwa kegiatan menggambar tidak disertai adanya contoh atau benda sebagai objek gambar.
E. Teknik Menggambar Bentuk
  1. Teknik linear merupakan teknik menggambar dengan menjadikan garis sebagai unsur utama;
  2. Teknik Blok merupakan cara menggambar dengan menggunakan satu warna;
  3. Teknik Arsir merupakan cara menggambar dengan garis – garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap – terang objek gambar sehingga tampak seperti Tiga Dimensi;
  4. Teknik Dusel merupakan cara menentukan gelap – terang pada gambar dengan menggoreskan pinsil dalam posisi miring /rebah;
  5. Teknik Pointilis merupakan cara menentukan gelap – terang dengan memberi titik – titik padat untuk bagian gelap dan titik – titik yang jarang untuk bagian yang agak terang;
  6. Teknik Aquarel merupakan cara menggambar dengan menggunakan sapuan tipis pewarna cat air, sehingga hasilnya tampak transparan atau tembus pandang;
  7. Teknik Plakat merupakan cara menggambar menggunakan bahan cat air atau cat poster dengan sapuan warna tebal, sehingga hasilnya tampak pekat dan menutup.
Untuk berlatih mengerjakan soal Teknik Menggambar Bentuk silahkan berkunjung di sini.
Berikut ini tampilan slide Power Point Menggambar Bentuk:

Untuk mengunduhnya, klik di sini.

Follow by Email

Popular Posts

Blog Archive