Alat Musik Gitar

A. Karakteristik Alat Musik Gitar
  1. Dimainkan dengan cara dipetik; 
  2. Merupakan salah satu jenis alat musik Chordophone (sumber bunyinya berasal dari dawai/senar); 
  3. Berfungsi sebagai alat musik harmonik (pengiring) dan melodik (alat musik utama);
  4. Pemain alat musik gitar disebut Gitaris;
  5. Pada umumnya terdiri dari 6 string/senar/dawai.
B. Bagian - Bagian Gitar

Secara garis besar, bagian - bagian Gitar dibagai menjadi Tiga, yaitu:
  1. Head (Bagian Kepala); 
  2. Neck (Bagian Leher); 
  3. Body (Bagian badan)
Berikut ini gambar Gitar dan bagian - bagiannya:
Keterangan: 
  1. Tuning machine/keytone (untuk mengencangkan/ mengendorkan senar); 
  2. Nut (penyangga Senar); 
  3. Fret (pembatas antar fingerboard);
  4. Headstock (Bagian Kepala);
  5. Fingerboard (untuk meletakkan jari);
  6. Inlay (petunjuk jumlah fingerboard); 
  7. Handle Tremolo (menaikkan atau menurunkan nada);
  8. Volume, Tone, Ballance (Pengatur volume, tone, dan balance suara);
  9. Terminal Conection (Penghubung Gitar dengan pengeras suara);
  10. Pitc Up Selector (memilih jenis pick up yang akan digunakan);
  11. Bridge (Jembatan sekaligus penahan senar);
  12. Pick Up (menangkap getaran suara yang dihasilkan senar kemudian diubah menjadi arus listrik);
  13. Strap System (mengaitkan sabuk).
C. Jenis - Jenis Gitar 
Jenis - jenis Gitar yang biasa kita jumpai adalah:

  1. Gitar Akustik 
  2. Gitar Elektrik 
  3. Gitar Bass 
Berikut ini tampilan slide media pembelajaran alat musik gitar yang dibuat dengan Power Point:
 


Untuk mengunduhnya, silahkan klik di sini.

D. Memainkan Akord pada Alat Musik Gitar

















Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bentuk dan pola akord Gitar, silahkan klik link di sini. 
***Selamat Mencoba***

Hari Konsumen Nasional

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 20 April sebagai Hari Konsumen Nasional guna mengembangkan kesadaran akan arti penting konsumen dalam perekonomian nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Informasi resmi dalam laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Jumat (4/5), menyatakan ketetapan itu dituangkan melalui Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 pada 24 April 2012.
Meski ditetapkan sebagai Hari Konsumen Nasional (HKN) tanggal 20 April bukan merupakan hari libur nasional. Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 diterbitkan dengan mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Dengan HKN diharapkan bisa meningkatkan harkat dan martabat konsumen akan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan untuk melindungi diri serta menumbuhkan sikap pelaku usaha yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat mendesak pemerintah menetapkan HKN sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam perlindungan konsumen.
BPKN sebagaimana dinyatakan dalam laman Sekretariat Kabinet menyatakan telah mengirimkan surat kepada Presiden pada 8 Februari 2012 untuk meminta agar HKN bisa tertuang dalam bentuk keppres.
( Ant / CN33 )
Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/05/05/117470/Pemerintah-Tetapkan-20-April-Hari-Konsumen-Nasional

Duplikat Senapan

Duplikat senapan merupakan karya anak kelas 9 MTs Negeri Babakan Tahun Ajaran 2011 - 2013 berupa tiruan bentuk senjata api. Karya tersebut dibuat dalam rangka memenuhi tugas praktek akhir kelulusan. Duplikat senapan digunakan sebagai properti penampilan drama perpisahan yang berjudul "Sita Si Pengantar Pesan.

Berikut ini beberapa gambar dokumentasi Senapan Duplikat:
Karya Kelas IX
Tahun Ajaran 2011/2012
Sebagai Property Drama "Pesan Sang Jenderal"

Lagu Daerah Nusantara

A. Pengertian Lagu Daerah
Lagu daerah bisa juga disebut dengan lagu tradisional merupakan lagu yang lahir dan berkembang secara turun temurun di daerah tertentu.

B. Fungsi Lagu Daerah
  1. Media dakwah dan peribadatan (Contohnya Lir-Ilir)
  2. Media ritual upacara adat (dibawakan untuk mengiringi upacara panen, kelahiran, atau pernikahan)
  3. Media hiburan
C. Ciri-Ciri Lagu Daerah
  1. Biasanya irama maupun liriknya bersifat sederhana
  2. Menggunakan bahasa daerah setempat
  3. Bercerita tentang kehidupan daerah setempat
  4. Diiringi alat musik daerah setempat
  5. Biasanya tidak diketahui nama penciptanya (anonim)
D. Judul Lagu dan Daerah Asalnya
Berikut ini kami tampilkan beberapa judul lagu berdasarkan daerah asalnya yang dikutip dari berbagai sumber, diantaranya Wikipedia dan Modul hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Tegal.
  • Lagu Daerah Nangroe Aceh Darussalam
  1. Lagu Bungong Jeumpa
  2. Lagu Piso Surit
  3. Lagu Sepakat Segenap
  4. Lagu Lembah alas
  • Lagu Daerah Tapanuli (Sumatera Utara)
  1. Lagu Butet
  2. Lagu Madek Magambiri
  3. Lagu Mariam Tomong
  4. Lagu Sinanggar Tullo
  5. Lagu Sing-Sing So
  6. Lagu Dago Inang Sarge
  7. Lagu Ketabo
  8. Lagu Rambadia
  9. Lagu Sengko-Sengko
  10. Lagu Na Sonang Dohita Nadua
  11. Lagu Anju Ahu
  12. Lagu Lisoi
  • Lagu Daerah Sumatera Timur
  1. Lagu Injit-Injit Semut
  2. Lagu Selendang Mayang
  3. Lagu Timang-Timang Anakku Sayang
  • Lagu Daerah Sumatera Barat
  1. Lagu Gelang Si Paku Gelang
  2. Lagu Saringgit Dua Kupang
  3. Lagu Ayam Den Lapeh
  4. Lagu Kampuang Nan Jauh Di Mato
  5. Lagu Dayuang Palinggam
  6. Lagu Mak Inang
  7. Lagu Kambanglah Bungo
  8. Lagu Rang Talu
  9. Lagu Kaparak Tingga
  10. Lagu Malam Baiko
  11. Lagu Lah Laruik Sanjo
  12. Lagu Bareh Solok
  13. Lagu Tari Payung
  • Lagu daerah Sumatera Selatan
  1. Lagu Tari Tanggai
  2. Lagu Dek Sangke
  3. Lagu Kubile-Bile
  • Lagu Daerah Madura
  1. Lagu Tonduk Majeng
  2. Lagu Kerraban Sape
  • Lagu Daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
  1. Gundul-Gundul Pacul
  2. Lagu Jaranan
  3. Lagu Menthok
  4. Lagu Padhang Wulan
  5. Lagu Gambang Suling
  6. Lagu Lir-Ilir
  7. Lagu Sue Ora Jamu
  8. Lagu Te Kate Dipanah
  9. Lagu Gek Kepriye
  10. Lagu Pitik Tukung
  11. Lagu Jamuran
  • Lagu Daerah Jawa Barat
  1. Lagu Bubuy Bulan
  2. Lagu Manuk Dadali
  3. Lagu Tokecang
  4. Lagu Pileuleuyan
  5. Lagu Warung Pojok
  6. Lagu Cing Cangkeling
  7. Lagu Es Lilin
  8. Lagu Nenun
  9. Lagu Ponon Hideung
  • Lagu Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  1. Lagu Kicir-Kicir
  2. Lagu Surilang
  3. Lagu Lancang Kuning
  4. Lagu Jali-Jali
  5. Lagu Ondhel-Ondhel
  6. Lagu Keroncong Kemayoran
  7. Lagu Ronggeng
  8. Lagu Dayung Sampan
  9. Lagu Sirih Kuning
  •  Lagu Daerah Sulawesi Utara
  1. Lagu O Ina Ni Keke
  2. Lagu Sipatokaan
  3. Lagu Tahanusankara
  4. Lagu esa Mokaan
  5. Lagu Sitara Tillo
  • Lagu Daerah Sulawesi Tengah
  1. Lagu Tondok Kadadingku
  2. Lagu Tope Gugu
  • Lagu Daerah Sulawesi Selatan
  1. Lagu Pakarena
  2. Lagu Marencong-Rencong
  3. Lagu Angin Mamiri
  4. Lagu Anak Kukang
  5. Lagu Peia Tawa-Tawa
  • Lagu daerah Kalimantan Selatan
  1. Lagu Ampar-Ampar Pisang
  2. Lagu Paris Berantai
  3. Lagu Saputangan Bapuncu Ampat
  • Lagu Daerah Kalimantan Barat
  1. Lagu Cik-Cik Perok
  • Lagu Daerah Kalimantan Timur
  1. Lagu Indung-Indung
  • Lagu Daerah Kalimantan Tengah
  1. Lagu Tumpi Wayu
  2. Lagu Kalayar
  3. Lagu Nuluya
  4. Lagu Palu Lempong Pupoi
  • Lagu Daerah Bali
  1. Lagu Janger
  2. Lagu Dewa Ayu
  3. Lagu Macepet-Cepetan
  4. Lagu Ngusak-Asik
  5. Lagu Tari Bali
  6. Lagu Ratu Anom
  7. Lagu Meyong-Meyong
  8. Lagu Mejangeran
  • Lagu Daerah Maluku
  1. Lagu Burung Tantina
  2. Lagu Buka Pintu
  3. Lagu Rasa Sayan-Sayange
  4. Lagu Naik-Naik Ke Puncak Gunung
  5. Lagu Huhatee
  6. Lagu Saule
  7. Lagu O Ulate
  8. Lagu Lembe-Lembe
  9. Lagu Sarinande
  10. Lagu Waktu Hujan Sore-Sore
  11. Lagu Tanase
  12. Lagu Ole Sioh
  13. Lagu Hela Rotane
  14. Lagu Mande-Mande
  15. Lagu Kole-Kole
  16. Lagu Fluhatee
  17. Lagu Goro-Gorone
  • Lagu Daerah Papua
  1. Lagu Yamko Rambe Yamko
  2. Lagu Apuse
  3. Lagu Sajojo
  • Lagu daerah Jambi
  1. Lagu Selendang Mayang
  2. Lagu Pinang Muda
  3. Lagu Injit-Injit Semut
  4. Lagu Batanghari
  • Lagu Nusa Tenggara Barat
  1. Lagu Bolelebo
  2. Lagu Tutu Koda
  3. Lagu Tebe O Nana
  4. Lagu Pai Mura Rame
  5. Lagu O Re-Re
  6. Lagu Orlen-Orlen
  7. Lagu Moree
  8. Lagu Lagu Haleleu Ala De Teang
  • Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur
  1. Lagu Potong Bebek
  2. Lagu Desaku
  3. Lagu Anak Kambing Saya
  • Lagu Daerah Riau
  1. Lagu Soleram
  • Lagu Daerah Lampung
  1. Lagu Lipang-Lipangdang
  • Lagu Daerah Bengkulu
  1. Lagu Lalan Belek
Demikian materi lagu daerah kami, barangkali ada yang mau menambahkan atau merevisi, silahkan...

Peringatan Hardiknas 2012

PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2012

Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Mei bukan semata - mata memperingati hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Perintis Pendidikan Nasional. Namun, yang lebih penting adalah menjadi momentum kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu bagi masa depan bangsa. Salah satu media untuk memperingati hari Pendidikan Nasional adalah melalui upacara bendera. Adapun tema dalam upacara bendera untuk memperingati Hari Pendidikan Bangsa adalah "Bangkitnya Generasi Emas Indonesia" dengan logo:
Logo dan Tema Hardiknas 2012





Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012 untuk tingkat Sekolah dan Madrasah sebagai berikut:
  • Pembina Upacara: Kepala sekolah
  • Tempat Upacara: Ditetapkan oleh Kepala Sekolah
  • Waktu Upacara: Pukul 08.00 (waktu setempat)
  • Peserta Upacara:
  1. Kepala Sekolah selaku Pembina Upacara;
  2. Para karyawan/i sekolah;
  3. Para Guru dan Siswa.
  • Pakaian Upacara
  1. Kepala Sekolah dan Guru mengenakan seragam guru;
  2. Pegawai sekolah mengenakan seragam pegawai;
  3. Siswa memakai pakaian seragam sekolah.
Susunan Acara Upacara Hardiknas 2012
  1. Pembina Upacara memasuki lapangan upacara;
  2. Penghormatan kepada Pembina Upacara, dipimpin oleh Pemimpin Upacara;
  3. Laporan Pemimpin Upacara;
  4. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama;
  5. Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Pembina Upacara;
  6. Pembacaan Pancasila diikuti oleh Pembina Upacara;
  7. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesi Tahun 1945;
  8. Amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Pembina Upacara;
  9. Menyanyikan lagu perjuangan (Bagimu Negeri/ Satu Nusa Satu Bangsa/ Syukur);
  10. Pembacaan Do`a;
  11. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara;
  12. Penghormatan kepada Pembina Upacara, dipimpin oleh Pemimpin Upacara;
  13. Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara;
  14. Upacara Bendera selesai, barisan dibubarkan.
Dokumen lengkapnya bisa didownload dengan klik di sini.

Jenis Alat Musik

Jenis alat musik (atau biasa disebut dengan instrumen musik) dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok, diantaranya:
  • Jenis Alat Musik Menurut Sumber Bunyinya, terdiri dari:
  1. Alat Musik Aerophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari tekanan udara. Contohnya: Recorder, Trumpet, Suling, Pianika, Saxophone, Klarinet, dll.
  2. Alat Musik Idiophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari badan alat musik itu sendiri. Contohnya: Angklung, Calung, Belira, Gong, Triangle, Simbal, Kentongan, dll.
  3. Alat Musik Membranophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari lapisan atau selaput tipis. Contohnya: Kendhan, Bedug, Tifa, Bass Drum, Snar Drum, dll.
  4. Alat Musik Chordophone, merupakan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai atau senar atau string. Pada konteks ini biasanya banyak yang menyalah arikan chordophone dengan pengertian alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Padahal menurut penulis pengertian tersebut kurang tepa. Sebab, ada beberapa alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai dimainkan dengan cara di gesek. Contohnya: Gitar, Harpha, Ukulele, Boila, Rebab, Kecapi, dll.
  5. Alat Musik Elektrophone, merupakan alat musik yang sumber bunyinya berasal dari arus listrik. Contohnya: Gitar Elektrik, Portatone, Electone, Keyboard, Syinthysizer, dll.
  • Jenis Alat Musik Menurut Fungsinya, dapat dibedakan sebagai berikut:
  1. Alat Musik Melodis, yaitu alat musik yang berfungsi untuk menghasilkan nada tunggal atau melodi utama. Misalnya: Recorder, Biola, Rebab, Belira, Marching Bell, dll.
  2. Alat Musik Harmonis, merupakan alat musik yang berfungsi sebagai pengiring (dapat membentuk akord). Contohnya: Gitar, Ukulele, Piano, dll.
  3. Alat Musik Ritmis, merupakan alat musik yang berfungsi sebagai pengatur dan penjaga ketukan dalam musik. Contohnya: Drum, Kendang, Gong, Simbal, Triangle, dll.
  • Jenis Alat Musik Menurut Cara Memainkannya, terdiri dari:
  1. Alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Contohnya: Gitar, Harpha, Kecapi, Sitar, dll.
  2. Alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Contohnya: Recorder, Suling, Saxophone, Trompet, Trombone, Klarinet, dll.
  3. Alat musik yang dimainkan dengan cara digesek. Contohnya: Rebab dan Biola.
  4. Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Contohnya: Drum, Simbal, Triangle, Gong, Marching Bell, Calung, Angklung, Kolintang, dll.
Berikut ini tampilan slide Jenis Alat Musik nusantara yang dibuat menggunakan Power Point:


Untuk mengunduhnya, silahkan klik di sini.
Demikian bahasan mengenai jenis alat musik. Semoga bermanfaat...

Alat Musik Recorder

A. KARAKTERISTIK RECORDER
Recorder merupakan alat musik melodis yang sumber bunyinya berasal dari tekanan udara (aerophone) dan dimainkan dengan cara ditiup.

B. BAGIAN – BAGIAN RECORDER
Gambar Bagian - Bagian Recorder
C. JENIS RECORDER
  1. Recorder Sopranino
  2. Recorder Soprano
  3. Recorder Alto
  4. Recorder Tenor
  5. Recorder Bass
  6. Recorder Great Bass (Contra Bass)
Recorder yang umum digunakan dalam proses belajar di sekolah adalah recorder soprano (Descant), Recorder soprano mempunyai wilayah nada dari c’ (semua lubang ditutup) s/d b’’.

D. TEKNIK MEMAINKAN RECORDER
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memainkan Recorder, yaitu:
  • Tangan kiri memegang seruling bagian atas dengan posisi jari:
  1. Ibu Jari menutup lobang Oktaf (bagian bawah)
  2. Jari Telunjuk menutup lobang 1 (lihat gambar)
  3. Jari Tengah menutup lobang 2 (lihat gambar)
  4. Jari manis menutup lobang 3 (lihat gambar)
  • Tangan kanan memegang recorder bagian bawah, dengan posisi jari:
  1. Jari Telunjuk menutup lobang 4 (lihat gambar)
  2. Jari Tengah menutup lobang 5 (lihat gambar)
  3. Jari Manis menutup lobang 6 (lihat gambar)
  4. Jari Kelingking menutup lobang 7 (lihat gambar)
  • Untuk menghasilkan nada tinggi, lobang oktaf yang ditutup dengan Ibu Jari tengan kiri, dibuka ½ hingga 3/4.
  • Kepala tegak dan bahu wajar (tidak tegang).
  • Dada membusung dan kedua belah siku terangkat sehingga tidak menyentuh badan.
  • Sumber tiupan diletakkan diatas bibir bagian bawah, bibir bagian atas menyentuh sumber tiupan dengan wajar.
  • Jangan memasukkan bagian kepala Recorder (sumber tiupan) terlalu dalam sehingga menyentuh gigi, dan jangan digigit.
  • Tehnik Pernafasan dan Tiupan Bernafas yang baik sama seperti kita bernyanyi yaitu menggunakan pernafasan diafragma. Untuk menghasilkan tiupan yang bagus ucapkan seperti kata ”THU”. Tiupan harus rata jangan terlalu kuat meniup sehingga memekakkan telinga. Biasanya nada do (c’) adalah yang paling susah dibunyikan.
  • Tuning Pada Recorder (melaras) Recorder bisa di laras (disesuaikan nadanya bila terdengar agak fals) tetapi biasanya naik turunnya nada tidak sampai ½ nada. Untuk melaras Recorder bisa dengan menarik bagian kepala atau ekor dari recorder dengan menyamakan bunyinya pada stem fluit, garputala atau keyboard.
Berikut ini kami tampilkan beberapa rekaman penampilan bermain recorder saat latihan dari direktori kami
Demikian tutorial alat musik Recorder dari Sanggar MTs Negeri Babakan
(-: Selamat mencoba :-)

Ragam Seni Tari Daerah

A. Pengertian Tari
Tari merupakan ungkapan perasaan (ekspresi jiwa) manusia melalui gerak tubuh yang selaras dengan irama pengiringnya dan bersifat indah serta diperhalus melalui etika.

B. Jenis Tari Berdasarkan Jumlah Pemainnya
  1. Tari Tunggal, merupakan tari yang dimainkan oleh satu orang (baik perempuan maupun laki-laki). Contohnya: Tari Gatotkoco Gandrung, Tari Golek, Tari Gambyong, Tari Merak, Tari Sukoretno, Tari Jaipong, Tari dari Tegal (Tari Patih Ponggawa, Tari endel, tari Panji, Tari Kresna), dll.
  2. Tari Berpasangan, merupakan tari yang dimainkan secara berpasangan, baik wanita dengan wanita, pria dengan pria, atau wanita dengan pria. Contohnya: Tari Bondan, Tari Rama dan Shinta, Tari Arjuna-Srikandi, Tari Karonsih.
  3. Tari Kelompok, merupakan tari yang dimainkan secara berkelompok, dan ditentukan berapa jumlah orang yang memainkannya (3 s/d 20 orang). Contohnya: Tari Payung, Tari Tifa, Tari Saman, Tari Ganjur-Genjret, Tari Sanco Kusumawicitro, dll.
  4. Tari Massal, merupakan tari yang dimainkan oleh banyak orang (lebih dari 20 orang). Contohnya: Tari Kecak.
C. Bentuk Tari
  1. Tari Klasik, merupakan tari yang berkembang di lingkungan kerajaan atau keraton. Contohnya: Tari Serimpi dan Tari Bedhaya (Jawa Tengah)
  2. Tari Tradisional Rakyat, yaitu tari yang berkembang di lingkungan masyarakat daerah tertentu dan bersifat turun-menurun. Contohnya: Kuntulan dan Sintren (Pekalongan), Calung (Banyumas), Jatilan (Magelang), Kuda Lumping (Temanggung)
  3. Tari Kreasi (Garapan) Baru adalah tari yang dikembangkan dari tari tradisional maupun klasik. Contoh: Tari Merak, Tari Kipas, Tari Kijang, dll.
D. Fungsi Tari
  1. Sebagai Media Upacara Adat. Contohnya: Jathilan dan Kuda Lumping (Bersih Desa), Bedhaya (Penobatan), gambyong, Karonsih, Gatotkaca Gandrung (Perkawinan).
  2. Sebagai Media Hiburan, misalnya: Tari Merak, Tari Payung, Tari Kipas.
  3. Sebagai Media Pendidikan. Hampir semua jenis tarian bisa dijadikan sebagai media pendidikan.
  4. Media Komunikasi dengan Masyarakat
  5. Media Ekonomi
 E. Unsur-Unsur Tari
  1. Wiraga merupakan sikap gerak anggota seluruh tubuh dari kepala hingga kaki.
  2. Wirama merupakan perpindahan gerak sesuai dengan tempo dan ketukan irama (musik) pengiringnya.
  3. Wirasa menunjukkan bahwa gerakan tari merupakan ungkapan perasaan (ekspresi) dan emosi (sedih, gembira, marah, dll)
  4. Wirupa merupakan unsur yang memberikan kejelasan karakter gerak tari yang ditunjukkan melalui warna, busana, dan tata rias.
F. Fungsi Properti Tari
  1. Sebagai Hiasan, contohnya gelang, anting-anting, kalung, kelat bahu, sanggul.
  2. Sebagai alat bantu, contohnya: panah, tombak, perisai, kipas, payung, lilin, piring, dll.
Penampilan Tari dari anak Sanggar MTsN Model Babakan
Berikut ini kami tampilkan media pembelajaran Ragam Seni Tari Daerah yang dibuat melalui Power Point.

Unsur - Unsur Seni Rupa

Karya seni rupa 2 (Dua) Dimensi akan menjadi lebih baik jika memenuhi unsur-unsur berikut ini:
1. Titik
Titik merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Karya seni rupa berupa gambar ataupun lukisan bermula dari titik.

2. Garis
Garis meupakan pertemuan dari beberapa titik. Garis dapat dibagi menjadi 2 (Dua), yaitu:
  1. Garis Alamiah, yaitu garis cakrawala alam yang dapat dilihat sebagai batas antara permukaan laut dan langit.
  2. Garis Buatan, terdiri dari:
  • Garis yang sengaja dibuat, contohnya garis hitam pada gambar ilustrasi untuk menciptakan bentuk dan sosok (figur);
  • Garis yang tidak sengaja dibuat, timbul karena diciptakan dua bidang dengan warna barik (tekstur) yang berbeda.
Fungsi Garis dalam seni rupa:
  1. Memberikan representasi atau citra struktur, bentuk, dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontour) yang berfungsi sebagai batas/tepi gambar;
  2. Menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama (rhythm), dan nilai arah (dirrection). Garis ini disebut juga garis grafis;
  3. Memberikan kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.
Sifat garis (berkaitan dengan jenis garis):
  1. Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat mengungkapkan kesan tenang, statis, atau stabil;
  2. Garis putus yang dapat mengungkapkan kesan gerak dan gelisah;
  3. Garis silang atau diagonal yang dapat mengungkapkan kesan gerak, tegang, dan ragu;
  4. Garis lengkung yang dapat mengungkapkan kesan lamban, irama, dan santai.
3. Bidang
Bidang dalam seni rupa merupakan perkembangan dari penampilan garis, yaitu perpaduan dari beberapa garis. Bidang dibedakan menjadi Dua, yaitu:
  1. Bidang alamiah, contohnya bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut, dsb.
  2. Bidang buatan, dibagi menjadi dua:
  • Bidang yang sengaja dibuat, misalnya: bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran, dsb;
  • Bidang yang tidak sengaja diibuat timbul karena pembubuhan warna, cahaya, atau barik.
Sifat bidang:
  1. Bidang horizontal dan vertikal yang memberikan kesan tenang, statis, stabil, dan gerak;
  2. Bidang bundar yang memberikan kesan kadang stabil, kadang gerak;
  3. Bidang segitiga yang memberikan kesan statis maupun dinamis;
  4. Bidang bergelombang (cekung dan cembung) yang memberikan kesan irama dan gerak.
4. Ruang
Ruang sebenarnya tidak dapat dilihat (khayalan) atau hanya bisa dihayati. Ruang baru dapat dihayati setelah kehadiran benda atau unsur garis dan bidang dalam kekosongan atau kehampaan. Misalnya ruang yang ada di sekeliling benda, ruang yang dibatasi oleh bidang dinding rumah, ruang yang terjadi karena garis pembatas pada kertas.
Ruang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Ruang alamiah merupakan ruang yang terdapat di alam yang dibatasi oleh benda-benda alam dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam;
  2. Ruang yang diciptakan:
  • Ruang interior dan eksterior sebuah bangunan yang dapat memberikan suasana sesuai keinginan, seperti sebuah masjid atau gereja (disengaja);
  • Ruang yang timbul karena pemnempatan berbagai warna, jarak gelap terang, seperti pada sebuah lukisan (tidak disengaja).
Fungsi ruang:
  1. Memberikan kesan trimatra (3 dimensi). Seperti kesan kedalaman, jarak, dan plastisitas sebuah lukisan alam;
  2. Menekankan nilai ekspresi (irama, gerak, kepadatan, dan kehampaan), seperti pada karya arsitektur dan seni patung;
  3. Memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang dalam almari, dsb.
Sifat ruang:
  1. Ruang terbuka atau ruang tak terbatas, yaitu ruang yang berada di luar/di sekeliling benda, seperti ruang eksterior bangunan yang dapat memberikan kesan keabadian/kelanggengan.
  2. Ruang tertutup atau ruang terbatas, yaitu ruang yang berada dalam batasan benda, seperti ruang eksterior bangunan atau ruang patung.
  3. Ruang perlambangan, yaitu ruang yang memberikan arti perlambangan kehadiran ruang, seperti pada pernyataan ruang alam kecil (microcosmos) dan ruang alam besar (macrocosmos);
  4. Ruang gelap terang, yaitu ruang yang timbul karena pengaruh cahaya atau karena pembubuhan warna seperti pada lukisan.
5. Warna
Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam teori warna, diantaranya:
  1. Warna primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari Merah, Kuning, dan Biru;
  2. Warna skunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran dua warna primer. Warna skunder terdiri dari Ungu, Orange (Jingga), dan Hijau;
  3. Warna tertier, yakni warna yang merupakan hasil pencampuran dua warna skunder.
  4. Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna. Misalnya deretan dari warna uUngu menuju warna Merah, deretan warna Hijau menuju warna Kuning, dll;
  5. Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna. Misalnya Kuning dengan Ungu, Merah dengan Hijau, dll.
6. Tekstur
Tekstur merupakan unsur seni rupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba. Tekstur dapat dibedakan menjadi dua:
  1. Tekstur alamiah, merupakan watak bidang yang tercipta oleh alam. Contohnya urat kayu atau batu;
  2. Tekstur buatan atau tiruan, merupakan watak bidang yang dibuat (disebut juga tekstur simulasi), membuat watak kayu pada bidang memberi kesan tekstur dengan teknik gambar tertentu.
Fungsi tekstur untuk memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik. Misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.

7. Bentuk
Kata bentuk dalam seni rupa diartikan sebagai wujud yang terdapat di alam dan yang tampak nyata. Bentuk hadir sebagai manifestasi fisik objek yang dijiwai dan disebut sebagai sosok (dalam bahasa Inggris disebut form). Misalnya membuat bentuk manusia, binatang, tumbuhan, dsb.
Ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa Inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga.

Pada karya seni rupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis (penerapan). dalam hal ini bentuk yang diciptakan sesuai dengan nilai kegunaannya (functional form).Selain tiu, bentuk juga diciptakan sebagai ungkapan perasaan (ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.

Jenis dan sifat bentuk:
  1. Bentuk organik, yaitu bentuk pada karya seni rupa yang mengingatkan pada bentuk makhluk hidup. seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan;
  2. Bentuk dwi-matra, yaitu bentuk pada karya seni rupa yang terbatas pada bidang. Bentuk yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, seperti bentuk pada gambar dan lukisan;
  3. Bentuk tri-matra, yaitu bentuk pada karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, seperti pada bentuk patung dan bangunan;
  4. Bentuk diam dan bergerak (statis dan kinetis) seperti pada patung dan mobil;
  5. Bentuk berirama (ritmis) seperti pada bangunan dan patung;
  6. Bentuk agung dan abadi (monumental) seperti pada bangunan dan patung.
8. Gelap dan Terang
Gelap dan terang merupakan akibat dari cahaya. Benda terlihat gelap jika tidak terkena cahaya. sebaliknya, benda akan terlihat terang jika terkena cahaya.
Cahaya yang dapat mempengaruhi nilai keindahan karya seni dibagi menjadi dua, yyaitu:
  1. Cahaya alamiah, yaitu cahaya sebagai unsur alam, seperti sinar matahari, bulan, petir, dan api;
  2. cahaya buatan manusia, seperti cahaya lampu, baterai, dsb.
Pada karya seni rupa, cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis. Artinya, untuk memperindah kehadiran unsur-unsur seni rupa lainnya. Peralihan dari gelap dan terang adalah upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk.

Fungsi gelap dan terang (value):
  1. Unsur gelap terang (cahaya) pada karya seni rupa memberikan nilai ekspresi. Misalnya untuk menampilakn kesan dramatis pada tulisan, seperti tema peperangan dengan ungkapan gelap terang;
  2. Unsur gelap terang (cahaya) pada karya seni rupa memberikan nilai emosi. Misalnya cahaya yang menembus jendela kaca patri yang menimbulkan kesan khidmat pada interior masjid;
  3. Unsur gelap terang (cahaya) pada karya seni rupa memberikan kesan trimatra atau plastis bagi benda. Dalam hal ini gelap terang (cahaya) dapat memperkuat sifat benda trimatra.
Diedit dari Modul hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten tegal.

Jenis Notasi Musik

A. Pengertian Notasi
Notasi menurut penulis adalah sistem penulisan lagu ataupun musik menggunakan gambar, angka, maupun simbol-simbol tertentu yang bisa menggambarkan urutan nada, tempo, dan birama.

B. Jenis-Jenis Notasi

1. Notasi Angka
Notasi Angka merupakan sistem penulisan nada dengan menggunakan angka 1 (Satu) hingga 7 (Tujuh) serta dibantu beberapa simbol untuk memperjelas. Angka tersebut menggambarkan nada:
1 = Do
2 = Re
3 = Mi
4 = Fa
5 = Sol
6 = La
7 = Si
Angka di atas merupakan nada tengah. Jika nadanya tinggi, maka notasi angkanya diberi tanda titik di atasnya. Jika nadanya rendah, maka notasi angkanya diberi titik dibawahnya. Semakin rendah atau tinggi oktafnya, semakin bertambah jumlah titiknya.

2. Notasi Gambar
Notasi Gambar merupakan notasi yang menggunakan gambar sebagai petunjuk nada. Contoh, dalam alat musik Angklung, notasinya menggunakan gambar beberapa hewan sebagai petunjuk not. Biasanya gambar yang gunakan adalah:
Ikan (Do)
Angsa (Re)
Jago (Mi)
Kucing (Fa)
Tikus (Sol)
Capung (La)
Burung (Si)
Elang (Do)
Ikan merupakan simbol nada Do rendah, sedangkan Elang merupakan tanda nada Do tingggi.

3. Notasi Simbol
Notasi Simbol biasanya menggunakan tanda atau gerakan tubuh. Contohnya Curwen Hand`s yang menggunakan gerakan tangan sebagai tanda nada. Berikut gamabar Curwen Hand`s:
Untuk nada dengan oktaf rendah, biasanya penulis menggunakan tangan satunya menunjuk ke bawah. Demikian juga sebaliknya, untuk menunjukkan nada dengan oktaf tinggi, penulis menggunakan tangan satunya menunjuk ke atas.
4. Notasi Balok
Notasi Balok merupakan notasi yang terlengkap digunakan dalanm penulisan lagu ataupun musik. Di dalamnya terdapat tanda tempo (cepat lambanya lagu atau musik), tanda dinamik (keras lembutnya permainan lagu atau musik), tanda istirahat (berhenti memainkan lagu atau musik), serta nilai ketuknya.
Letak Nada Not Balok pada Keyboard/Piano
 
Nilai Not dan Tanda Istirahat

Akord Terima Kasih (Guru) Ku

Intro

     Am                       Em
Terima kasihku ku ucapkan
    Dm                    Am
Pada Guruku yang tulus
  Dm                         Am
Ilmu yang berguana slalu dilimpahkan
   Am                  E
Untuk bekalku nanti

Am                            E
Setiap hariku dibimbingnya
  Dm                       Am
Agar tumbuhlah bakatku
      Dm                                Am
Kan ku ingat slalu nasihat guruku
    Am       E          Am
Trima kasihku Guruku

Ending

Akord Hymne Guru (Pahlawan Pembangun Insan Cendekia)

Intro

    C            F         C
Terpujilah wahai Engkau
 F  Em Dm C G
Ibu bapak guru
        C                F
Namamu akan selalu hidup
   C           G  C
Dalam sanubariku

    G                 C
Semua baktimu akan kuukir
    G           C
Di dalam hatiku
       G                 C
Sebagai prasasti trima kasihku
       D            G
Tuk pengabdianmu

     C               F   C
Engkau sebagai pelita
    F   Em Dm C G
Dalam kegelapan
           C                   F
Engkau laksana embun penyejuk
   C        G  C
Dalam kehausan
           C               F
Engkau patriot pahlawan bangsa
         C                   G   C
Pembangun insan cendekia

Pada teks lirik terakhir menurut beberapa sumber telah mengalami revisi dari "Tanpa Tanda Jasa" menjadi "Pembangun Insan Cendekia".

PROGRAM SANGGAR MODEL 2013

Pengen tahu aktivitas yang menjadi program Sanggar MTs N Model Babakan...?
Di bawah ini program kerja kami. Namun, mohon maaf, jika tampilanya kecil....
Untuk melihat versi full-nya, silahkan klik di sini.

PROGRAM KERJA SANGGAR MODEL
MTs NEGERI MODEL BABAKAN LEBAKSIU TEGAL
TAHUN AJARAN 2013/2014

Pengantar Materi Seni Budaya

I. PENGERTIAN SENI BUDAYA
  • Pengertian Seni: merupakan kegiatan untuk menghasilkan karya berupa benda, gerakan, audio (suara) maupun visual (gambar) yang besifat indah (estetis) dan mampu membangkitkan perasaan.
  • Pengertian Budaya, terbentuk dari dua kata, yaitu:.
  1. Budi merupakan akal digunakan untuk menimbang baik dan buruk
  2. Daya adalah usaha untuk memanfaatkan sesuatu
II. Pembagian Seni Bagan Klasifikasi Seni
Bagan Klasifikasi Seni
Keterangan:
A. Seni Rupa Menurut Jenisnya:
  1. Seni Rupa Murni yaitu karya seni rupa yang hanya berfungsi sebagai pemuas batin atau hanya sebagai hiasan saja. Contoh : Lukisan, Vas Bunga, Patung, dll.
  2. Seni Rupa Terapan yaitu karya seni rupa yang mempunyai nilai praktis (nilai guna) atau manfaat. contoh : Rumah, Mobil, Televisi, dll.
B. Seni Rupa Menurut Bentuknya:
  • Seni Rupa Dua Dimensi, mempunyai ciri - ciri:
  1. Disebut sebagai Dwi Matra
  2. Mempunyai Ukuran Panjang dan Lebar
  3. Hanya bisa dinikmati (dilihat) dari satu sudut pandang, yaitu dari arah depan.
  4. Berbentuk Lembaran Contoh : Lukisan, Uang , Perangko, Taplak Meja, dll.
  • Seni Rupa Tiga Dimensi, mempunyai ciri - ciri:
  1. Disebut dengan Tri Matra
  2. Mempunyai ukuran Panjang, Lebar, dan Tinggi
  3. Bisa dinikmati (dipandang) dari segala arah Contoh : Patung, Motor, Kamera, Ponsel, dll
Pembagian Seni Rupa
III. Fungsi Seni Fungsi Seni
  1. Fungsi Ritual: Karya Seni digunankan dalam upacara kelahiran, kematian, pernikahan. Contoh: Gamelan yang dipakai dalam upacara Ngaben
  2. Fungsi Pendidikan: Seni sebagai media pendidikan Contoh: Seni menulis indah (kaligrafi) yang diajarkan di sekolah.
  3. Fungsi Komunikasi: seni digunakan sebagai alat komunikasi atau kritik sosial untuk menyampaikan pesan Contoh: Mengkritik pemerintah melalui lagu atau gambar akrikatur.
  4. Fungsi Hiburan: pertunjukkan seni yang menjadi media berekspresi. Contoh: konser band pada acara perayaan HUT RI, Radio, TV.
  5. Fungsi Ekonomi: karya seni yang diperjual-belikan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi si pencipta. Contoh: Desain grafis, kerajinan, batik.
  6. Fungsi Terapan: Karya seni yang bisa dimanfaatkan untuk memperlancar aktivitas manusia. Contoh: Motor, Telpon, Komputer.
  7. Fungsi Terapi: Karya seni bisa dijadikan sebagai media penyembuhan penyakit. Contoh: Musik oleh beberapa peneliti dinyatakan bisa membantu proses penyembuhan penyakit autis. Bahkan, bisa merangsang kerja otak (membantu kecerdasan).
IV. Sifat Dasar Seni
  1. Kreatif: rangkaian atau proses kegiatan manusia untuk mencipta
  2. Individualitas: karya seni yang diciptakan seniman menunjukkan ciri khas atau karakter penciptanya
  3. Ekspresif: sebagai media untuk mengungkapkan perasaan
  4. Abadi: karya seni yang estetis (indah) dan etis (baik) akan menjadi legenda sepanjang waktu
  5. Universal : karya seni yang berhasil menjadi trand mode akan diterima di manapun.
Berikut ini slide media pembelajaran pengantar seni budaya yang dibuat dengan Power Point:




Untuk mengunduhnya, silahkan klik di sini.

Pengertian Apresiasi Dalam Seni

Pengertian apresiasi dalam Kamus Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional adalah penilaian berupa penghargaan terhadap sesuatu. Proses penilaian berarti melalui tahapan menangkap dengan panca indra, merasakannya, menganalisis (menguraikan), kemudian mengungkapkannya.

Indra yang dimiliki oleh manusia bisa menangkap seni dengan cara melihat dan mendengar. Contoh, seseorang mendengarkan musik atau melihat gambar. Setelah ditangkap oleh panca indra, seni itu dirasakan manfaatnya oleh tubuh apakah sebagai media pemuas kebutuhan batin (hiburan) atau sebagai alat bantu memenuhi kebutuhan jasmani. Dalam proses merasakan suatu karya seni, di dalamnya terkandung unsur penghayatan.

Setelah dirasakan dan dihayati, karya seni itu diuraikan oleh otak (dianalisis) seberapa besar manfaatnya untuk si Penikmat atau seberapa besar efek (dampak) yang ditimbulkan dari karya seni yang digunakan.

Jika dampak yang dirasakan oleh si Penikmat seni itu bermanfaat dan nyaman, maka kemungkinan besar karya seni itu akan digunakan terus menerus. Si Penikmat seni itupun akan mengungkapkan perasaannya dengan senang dan si Kreator (pembuat karya seni) akan mendapatkan pujian. Namun, Jika suatu karya seni dirasakan kurang bermanfaat dan tidak praktis  maka kemungkinan bersar karya seni tersebut akan jarang digunakan. Si Penikmat senipun akan merasakan kurang nyaman dan kreator karya seni tersebut akan mendapatkan kritikan.

Jadi, jika kita akan membuat suatu karya, perhitungkan nilai manfaat dari karya yang akan kita buat. Mari berkarya.....

Follow by Email

Popular Posts

Blog Archive