Uji Kompetensi Materi Teater Kelas Sembilan Semester Genap

A. Pilihlah dari beberapa jawaban yang paling tepat!

1. Bentuk karya sastra dalam teater modern yang mengandung jalan cerita dalam bentuk dialog disebut ....
  • prolog
  • dialog
  • epilog
  • naskah
2. Berikut merupakan ujung tombak yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pertunjukan adalah ....
  • sutradara
  • pemain
  • penonton
  • naskah
3. Berikut yang merupakan proses manajemen pengarahan anggota adalah ....
  • menentukan kegiatan
  • pembagian tugas sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan
  • mencari biaya pementasan
  • mengembangkan kemampuan melatih dan membimbing
4. Berikut bukan kegiatan yang dilakukan dalam manajemen perencanaan teater adalah ....
  • rencana latihan
  • rencana promosi dan publikasi
  • biaya pementasan
  • mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan
5. Percakapan sendiri tanpa ada lawan bicara disebut ....
  • prolog
  • epilog
  • dialog
  • monolog
6. Berikut merupakan-proses penyusunan naskah, kecuali ....
  • memilih materi
  • menyusun pemain
  • menentukan tema
  • menyusun situasi dan watak
7. Orang yang berprofesi sebagai pemain drama dan tokoh drama disebut ....
  • artis
  • aktor
  • selebritis
  • dermawan
8. Sekelompok orang yang sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama disebut ....
  • pengarahan
  • perencanaan
  • pengendalian
  • organisasi
9. Kegiatan yang berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya disebut ....
  • pengarahan
  • perencanaan
  • pengendalian
  • manajemen
10. Berikut yang bukan proses manajemen di teater, yaitu ....
  • pengarahan anggota
  • perencanaan
  • pengorganisasian
  • organisasi
11. Kerja sama dalam proses pementasan teater dibutuhkan dari pihak-pihak berikut, kecuali ....
  • pemain
  • penonton
  • penata busana
  • sutradara
12. Divisi yang bertugas terhadap penyediaan barang, setting dekor, dan properti pentas adalah ....
  • penata lampu
  • penata artistik
  • sutradara
  • penata pentas
13. Membuat, menyediakan kostum, dan tata rias merupakan tugas dari ....
  • aktor
  • penata artistik
  • penata kostum
  • penata musik
14. Tugas dari seksi publikasi dan dokumentasi adalah ....
  • pencairan dana untuk pementasan
  • urusan keuangan dan pendanaan
  • menyebarkan informasi pertunjukan dalam berbagai media d. menyediakan barang yang dibutuhkan dalam pementasan
15. Berikut yang bertugas berkaitan dengan pencahayaan adalah ....
  • penata lampu
  • penata suara
  • penata artistik
  • house manager
16. Organisasi yang mendatangkan proyek kegiatan teater adalah ....
  • penata gerak
  • sutradara
  • produser
  • pemain
17. Seksi yang bertugas memasarkan tiket pertunjukan adalah ....
  • bendahara
  • sekretaris
  • ticketing
  • sutradara
18. Bertanggung jawab atas segala urusan keuangan dan pendanaan, penyusunan anggaran, pengaturan pemasukkan adalah ....
  • bendahara
  • sekretaris
  • marketing
  • sutradara
19. Jadwal latihan untuk produksi sebuah pementasan teater, pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya oleh ....
  • staf produksi
  • produser
  • sutradara
  • koordinator latihan
20. Penentuan dalam memilih siapa saja yang terlibat menjadi staf produksi semata-mata menjadi wewenang ....
  • sutradara
  • donatur
  • produser
  • kepala sekolah

B. Istilah titik – titik pada soal – soal berikut dengan yang benar!

  1. Teater yang tidak berakar dari tradisi dan bergerak bebas adalah teater ....
  2. Kata teater Iebih dimengerti sebagai ....
  3. Jika seni musik Iebih menekankan pada aspek suara, seni teater menekankan pada ....
  4. Salah satu tokoh dalam teater minikata adalah W. S. Rendra, karyanya yang terkenal adalah ....
  5. Teater terkini yang sudah jauh meninggalkan teater tradisional adalah ....
  6. Jenis drama yang diperankan oleh seseorang pemain yang berbicara sendiri tanpa adanya lawan bicara disebut ....
  7. Pengarang drama absurd di Indonesia yang terkenal adalah ....
  8. Tata busana yang dikenakan dalam teater modern, yaitu dengan memakai ....
  9. Teater tidak dapat dikerjakan oleh satu orang sehingga untuk mengerjakan teater dibutuhkan banyak orang disebut teater dengan seni ....
  10. Teater modern diperlukan oleh Iingkungan masyarakat sebagai ....

C. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Apakah yang dimaksud promosi dalam teater?
Jawab : ………………………………………………………………………………….....
2. Sebutkan tugas pimpinan produksi!
Jawab : ………………………………………………………………………………….....
3. Apakah yang dimaksud penonton homogen?
Jawab : ………………………………………………………………………………….....
4. Bagaimana cara staf produksi melakukan promosi pertunjukan?
Jawab : ………………………………………………………………………………….....
5. Apa fungsi dari leaflet atau booklet dalam pementasan teater?
Jawab : ………………………………………………………………………………….....

Cara Membuat Kerajinan Dari Batang Korek Api

Sanggar Model - Salah satu materi pokok pada pembelajaran Keterampilan kelas IX SMP/MTs adalah kerajinan dari bahan keras baik alami maupun buatan. Contoh bahan yang bisa digunakan adalah kayu yang memiliki karakteristik mudah untuk dibentuk.

Salah satu ide kreatif yang dapat kami explore untuk praktek pembelajaran Prakarya adalah membuat kerajinan tangan dari batang korek api dengan merubahnya menjadi karya menarik dan memiliki nilai estetika tinggi. Bahkan, jika intens didalami dan diproduksi dengan skala besar bisa berfungsi ergonomis dan menjadi media untuk menghasilkan income.

Mendesain dan membuat kerajinan dari korek api tidaklah sulit, namun membutuhkan ketekunan dan keuletan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bagi yang ingin mencobanya jangan khawatir, anak setingakat kelas 9 SMP/MTs saja bisa, apalagi Anda. Bahan dan alat-alatnya juga cukup murah serta mudah untuk didapatkan.

Bagi yang tertarik untuk membuatnya dan ingin mengoptimalkan ide kreatif menghasilkan karya seni kerajinan dari batang korek api, silahkan ikuti panduan berikut ini.

Bahan Membuat Kerajinan Dari Korek Api

  • Batang Korek Api (jumlah disesuaikan dengan ukuran dan desain kerajinan yang akan dibuat);
  • Lem kayu (merk dan jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kerajinan yang akan dibuat);
  • Kertas yang akan difungsikan sebagai media bantu membuat desain ataupun alas saat pembuatan karya kerajinan dari batang korek api.

Alat Membuat Kerajinan Dari Korek Api

  • Gunting/Cutter/Pemotong Kuku, fungsinya sebagai alat bantu memotong batang korek api agar sesuai dengan desain yang diinginkan;
  • Penggaris berfungsi untuk membuat desain agar objek yang dibuat bisa lurus dan simetris;
  • Pinzet (penjepit) yang digunakan untuk membantu saat menempelkan batang korek api pada bagian-bagian yang sulit).

Langkah-Langkah Membuat Kerajinan Dari Korek Api

Proses pembuatan kerajinan dari bahan batang korek api terdiri dari beberapa bagian, yaitu desain dan realisasinya. Berikut ini langkah-langkah pembuatan kerajinan dari batang korek api.

Bagian Pertama Membuat Desain Kerajinan Korek Api

Pada bagian ini sebenarnya tidak mutlak dilakukan jika karya yang akan dibuat bersifat sederhana. Kita bisa melewati tahapan ini dengan langsung melakukan uji coba pada batang korek apinya. Namun, jika karya yang dibuat bersifat detail dan rumit, maka perlu dibuat desain agar kita lebih terstruktur dalam membuatnya.

Desain yang dibuat bisa bervariasi, baik berupa mencontoh benda mati ataupun makhluk hidup. Pada praktek kami, kumpulan batang korek api tersebut disusun menjadi bentuk rumah / gubuk / ataupun pos ronda.

Bagian Kedua Menyusun Batang Korek Api menjadi bentuk Yang Diinginkan

  1. Membuat alas rumah berbentuk bidang persegi panjang dengan menempelkan satu per satu batang korek api secara horisontal;
  2. Jika lem yang digunakan agak lama kering dan merekatnya, maka sambil menunggu kering, silahkan membuat bagian lain seperti tiang;
  3. Bentuk tiang bisa dibuat dengan menempelkan empat batang korek api yang pemantiknya sudah dipotong sehingga saat menempelkannya bisa teratur dan rapi;
  4. Bentuk atap yang tersusun bisa dibuat dengan cara yang sama saat membuat alas rumah;
  5. Jika masing-masing bagian sudah terbentuk dan rekatan lemnya telah kuat, maka langkah selanjutnya adalah menggabungkan bagian-bagian tersebut menjadi satu;
  6. Tunggu hingga rekatan lemnya kering dan kuat hingga akhirnya proses finishing dengan merapikannya, memberi warna (jika berkehendak) serta memberikan beberapa aksesoris tambahan.
Mungkin tahapan ini akan berbeda jika kita membuat benda yang berbeda juga. Namun demikian, pada dasarnya model pembuatan kerajinan dari batang korek api sama dengan kerajinan lainnya, yaitu kreativitas dan ketekunan. Berikut ini dokumentasi proses pembuatan kerajinan dari bahan batang korek api kami:


Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan berkomentar atau mengirimkan sureal melalui email kepada admin. Selamat berkarya...

Fase Pasca Pementasan Teater Modern

Sanggar Model - Banyak yang menyebut teater dengan kata lain drama. Mungkin hanya dalam sumber kata atau istilah saja yang membedakannya. Karna, antara teater dan drama tetap esensinya satu, yaitu permainan karakter dalam penokohan yang didukung dengan musik dan gerak.

Teater itu sendiri sudah mengalami beberapa perubahan yang sifatnya pengembangan sekaligus kolaburasi dari berbagai unsur. Dan di Indonesia, mungkin akan lebih menarik jika teater modern merupakan gabungan seni tradisi (tari dan musik) bersama dengan kontemporer. Semua itu merupakan bagian dari kreasi dan inovasi.

Setelah melalui tahap Pra Pementasan dan Pelaksanaan Pementasan, maka tiba saatnya melaksanakan bagian penutup yaitu Pasca Pementasan. Kegiatan pasca pementasan atau sesudah pementasan teater pada dasarnya merupakan bentuk evaluasi sekaligus refleksi terhadap sukses atau tidaknya pelaksanaan pementasan teater modern.


Evaluasi yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah evaluation, secara umum memiliki pengertian sebagai suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu apabila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin diperoleh. 

Berikut ini adalah Fase Paska Pementasan Teater Modern yang pada dasarnya merupakan bagian dari evaluasi:

Evaluasi Kerja Pasca Pementasan Teater Modern

Pada evaluasi kerja setelah mementaskan teater di evaluasi kerja tim tidak saling menyalahkan apabila ada kekurangan tetapi mencari solusi dan mencari jalan keluar agar dalam pementasan selanjutnya berjalan baik dan lancar.

Evaluasi Pementasan Teater Modern

Pada pementasan teater modern setelah akhir atau pertunjukan teater maka para pemain, tim produksi dan tim artistik berkumpul. Lalu diadakan evaluasi dari hasil pementasan tersebut apakah penonton sangat antusias dalam mengapresiasi dan menilai pertunjukan teater modern tersebut merasa puas. Lalu dicari adakah kekurangan atau kesalahan dalam pementasan tersebut. Jika ada kekurangan maka dianalisis sehingga di masa depan pementasan lebih baik

Kata Pengantar Penyusunan Modul Seni Budaya Kelas IX Genap

Sanggar Model - Modul pembelajaran merupakan media bagi peserta didik dan guru yang di dalamnya berisi materi pembelajaran, latihan uji kompetensi, program remidial, dan pengayaan, serta beberapa perangkat pembelajaran lainnya sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar.


Salah satu bagian penting dalam modul adalah Kata Pengantar yang berfungsi untuk memperkenalkan tujuan penyusunan dan pembuatannya. Berdasar pengalaman mejadi penyusun, editor pertama maupun kedua, admin Sanggar Model mencoba untuk berbagi mengenai Kata Pengantar Modul yang sebagai mukhadimah atau pembuka isi modul.

Assalamu`alaykum Wr. Wb.

Puji syukur kepada Allah kami ucapkan karna dapat menyusun Diktat Seni Budaya Kelas IX Semester Genap berdasarkan Kurikulum 2013. Diktat ini hadir sebagai salah satu media pembelajaran yang berperan penting dalam peningkatan sumber daya manusia khususnya para peserta didik. Secara keseluruhan, modul ini disusun berdasarkan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Seni Budaya Kurikulum 2013.

Penyajian materi modul ini diharapkan dapat memotivasi peserta didik untuk berpikir lebih kritis dan kreatif, mengajak peserta didik untuk menggali ilmu, serta mendorong peserta didik agar bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, materi diktat ini dilengkapi dengan contoh, aktivitas atau kegiatan peserta didik, penugasan, dan uji kompetensi untuk menguji pemahaman materi peserta didik. Di akhir diktat ini kami berikan latihan ulangan semester genap untuk menguji pemahaman materi atas keseluruhan kompetensi inti dan dasar secara komprehensif.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terbitnya diktat ini. Kepada seluruh pengguna modul ini kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan memberikan kritik dan saran melalui e-mail: matsansaga@gmail.com demi lebih sempurnanya diktat ini. Kami berharap terbitnya diktat ini dapat menyukseskan terbentuknya generasi penerus bangsa yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, memiliki life skill yang berdaya guna dan memiliki daya saing tinggi serta dapat mempertahan-mengembangkan seni budaya nusantara yang Islami di tingkat global. Amiiin.

Atas nama Penyusun dan Penyunting Diktat Seni Budaya Kelas IX Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017:

Penyusun:
  1. Sri Kuncoro SP., S.Pd (MTsN Model Babakan);
  2. Apris Eko CP., S.Pd )MTsN Ketanggungan);
  3. Sad Titi Setyowati, S.Pd (MTsN Buaran Pekalongan);
  4. Heruwati Cahyani, S.Pd (MTsN Slawi Tegal);
  5. Oni Alyusni, S.Pd (MTsN Lebaksiu Tegal);
  6. Teddy Haryono, S.Pd.I (MTsN Bojong Tegal);
  7. Zuzun Herawati, S.Pd (MTsN Margadana Kota Tegal);
  8. Saefulloh, S.Pd (MTsN Model Brebes);
  9. Dra. Nurhikmatul Ain, M.Pd (MTsN Bangbayang Brebes);
  10. Devi Yulita Soraya, S.Pd (MTsN Bantarkawung Brebes);
  11. Dra, Hj. Yuasis Iriani (MTsN Pemalang);
  12. Muarif, S.Pd (MTsN Petarukan Pemalang);
  13. Andrianto, S.E (MTsN Kesesi);
  14. Edy Subeno, S.Pd (MTsN Subah Batang). 
Penyunting:
  1. Drs. H. Mukhlasin, M.Pd
  2. Sugiarto, S.Pd