Pengertian dan Jenis Karya Seni Grafis

Sanggar Model - Perkembangan seni rupa kontemporer kini mulai banyak memberikan dampak positif terhadap berbagai kalangan baik bagi orang yang awam terhadap dunia seni rupa hingga seniman-seniman. Salah satunya adalah perkembangan seni kontemporer, yaitu seni grafis yang sangat indah serta menarik untuk dipelajari dan dikuasai.

A. Pengertian Seni Grafis

Seni grafis termasuk bagian dari seni rupa dua dimensi. Istilah grafis diambil dan bahasa Inggris, yaitu graph atau graphic yang berarti membuat tulisan/gambar atau lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Seni grafis merupakan cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak. Kecuali pada teknik monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak yang disebut dengan proses cetak.

Setiap salinan pada karya seni grafis tersebut dikenal sebagai impression. Setiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Adapun cetakannya diciptakan dari permukaan sebuah bahan yang secara teknis disebut matriks. Matriks yang umum digunakan adalah plat logam, biasanya terbuat dari tembaga atau seng untuk engraving atau etsa batu digunakan untuk litografi dan papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan-bahan lainnya yang dapat digunakan dalam karya seni grafis.

B. Jenis Karya Seni Grafis Berdasarkan Teknik

Pembagian jenis seni grafis dilakukan berdasarkan teknik pembuatannya. Bahan dan alat yang diperlukan dalam seni grafis juga beragam, sesuai dengan teknik yang digunakan ragam seni grafis diantaranya sebagai berikut:

1. Cetak Tinggi
Teknik cetak tinggi paling populer yang sering digunakan adalah seni grafis cukilan kayu atau woodcut. Teknik ini pertama kali dikenalkan oleh orang Koptia dari Mesir pada abad ke-14 M. Orang Eropa menggunakan teknik cetak tinggi untuk membuat hiasan pada kain tenun. Seni ini juga sering digunakan sebagai media cetak huruf dan buku. Salah satu tokoh seniman yang memelopori dan berjasa dalam penemuan seni mencetak adalah Johanes Gutenberg yang berasal dari Jerman. Ada juga seniman seni grafis yang menggunakan media teknik cetak tinggi untuk membuat karya, seperti Albrecht Durer, L. Granach, H. Holbein, HB. Grien yang berasal dari Jerman, Kastuhista Hokusai, Ando Hirosige dari Jepang. Tokoh-tokoh seni grafis dari Indonesia yang menggunakan cetak tinggi dalam membuat karya seperti Kaboel, Suadi, Edi Sunaryo, dan Andang Supriadi.

2. Cetak saring (Screen Printing)
Cetak saring (screen printing) adalah karya seni grafis yang proses pembuatannya melalui tahapan pembuatan cetakan dan bahan screen atau kain yang dilapisi bahan peka cahaya. Screen lalu ditutup film dan dilakukan penyinaran. Kemudian screen dicuci dan terbentuklah cetakan berlubang (saring) sesuai dengan filmnya. Cat dituangkan di atas screen dan dirakel sehingga membentuk gambar sesuai dengan cetakannya. Teknik cetak saring menggunakan bahan afdruk seperti cromatine, ulano, cat sablon, dan film. Adapun alat yang biasa digunakan pada cetak saring adalah screen, rakel, dan meja sablon.

Cetak saring merupakan salah satu teknik mencetak yang umum dikenal dengan nama sablon. Teknik yang digunakan dalam mencetak dengan menggunakan cetakan yang sering dibuat dari kasa atau screen dan biasa dipasang dalam kerangka. Kaca atau screen mempunyai sifat elastis, lentur, dan halus. Cetak saring pada umumnya sering berfungsi untuk membuat spanduk, poster, dan kaos. Screen yang sering digunakan untuk menyablon sangat banyak. Hal itu bisa dilihat dari segi kualitasnya karena mempunyai sifat-sifat yang berbeda. Dalam menentukan perbedaan screen, digunakan tipe screen huruf "T". Beberapa contoh tipe screen yang sering digunakan untuk menyablon, diantaranya sebagai berikut.

  1. T 55, merupakan tipe screen yang mempunyai sifat banyak meloloskan tinta karena mempunyai pori-pori yang besar. Tipe ini berguna untuk mencetak gambar pada handuk atau karung gula yang mempunyai permukaan kasar.
  2. T 90, merupakan tipe screen yang mempunyai pori-pori yang lumayan rapat. Tipe ini mempunyai banyak fungsi untuk mencetak kaos dan spanduk.
  3. T 120, merupakan tipe screen yang mempunyai pori-pori lebih rapat. Tipe ini biasanya berguna untuk mencetak permukaan kayu lapis, kertas karton, dan kulit.
  4. T 150, merupakan tipe screen yang sering difungsikan untuk mencetak pada permukaan bahan serat atau fiber, formika, dan imitasi.

Seniman seni grafis yang sering menggunakan teknik cetak saring dalam menghasilkan karya seni, antara lain Josef Albers, Chuck Close, Ralston Crawford, Robert Indiana, Roy Lichtenstein, Julian Opie, Robert Rauschenberg, Bridget Riley, Edward Ruscha, dan Andy Warhol.

3. Cetak Dalam (Intaglio Print)
Cetak dalam (intaglio print) adalah karya seni grafis yang dibuat dengan cetakan dari bahan plat aluminium yang ditoreh dengan alat tajam sehingga membentuk goresan yang dalam. Tinta kemudian dituangkan pada goresan dalam tersebut dan di atasnya diletakkan kertas yang sudah dibasahi air. Tinta akan melekat pada kertas dan terbentuklah gambar yang sesuai dengan cetakan.
Teknik cetak dalam dapat menggunakan bahan aluminium, kertas, dan tinta. Adapun alat yang digunakan dalam teknik ini adalah paku dan besi runcing. Seni grafis cetak dalam dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:

  • Engraving, merupakan teknik yang dikembangkan di Jerman pada tahun 1430. Engraving berasal dart ukiran halus yang sering digunakan oleh tukang emas untuk melakukan dekorasi pada karya sent mereka. Dalam melakukan teknik engraving, seseorang atau seniman haws memiliki keterampilan, karena selalu menggunakan alat yang tergolong rumit, yaitu burin. Burin berfungsi untuk mengukir logam. Cara menggunakan engraving pada karya seni, yaitu seluruh permukaan plat logam diberi tinta. Lalu, tinta dibersihkan dari permukaan hingga yang tertinggal hanya tinta yang berada digaris yang diukir. Setelah itu, plat logam diletakkan pada alat pres yang mempunyai tekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas yang telah dibasahi untuk dilunakan. Selanjutnya menggunakan kertas untuk mengambil tinta dan garis engraving pada bagian yang diukir dan menghasilkan karya cetak yang berkualitas baik.
  • Etsa atau Etching, adalah teknik cetak yang menggunakan perangkat media cetak yang berwujud lempengan tembaga. Dalam pembuatan karya seperti klise yang mengacu pada cetakan dilakukan dengan cara menggunakan larutan asam nitrat atau HNO3 yang mempunyai sifat korosit terhadap tembaga. Penemu teknik Etsa atau Etching adalah Daniel Hopfer (1470-1536). Dia berasal dart Augsburg, Jerman dan mendekorasi baju besinya menggunakan teknik ini. Jika teknik engraving membutuhkan keterampilan khusus dalam pertukangan logam, Etsa lebih mudah dipelajari bagi seniman yang suka menggambar.
  • Mezzotint, merupakan salah satu teknik cetak dengan menggunakan plat logam yang lebih dahulu dibuat secara kasar dan merata. Gambar dibuat dengan mengerok halus mengasarkan bagian permukaan logam untuk membuat efek gelap menjadi terang. Alat yang digunakan untuk teknik Mezzotint, yaitu rocker. Metode mezzotint pertama kali digunakan oleh Ludwig von Siegen (1609-1680). Proses cetak seperti ini dipakai secara mendalam di Inggris untuk membuat ulang foto dan lukisan mulai pertengahan abad ke-18 M.
  • Drypoint, adalah salah satu variasi dari engraving. Proses pembuatan teknik drypoint adalah dengan goresan langsung menggunakan alat yang runcing. Goresan pada teknik drypoint akan meninggalkan kesan kasar pada tepi garis. Kesan ini memberi ciri khas pada kualitas garis yang lunak dan kadang berkesan kabur. Drypoint hanya berfungsi untuk jumlah edisi yang sangat kecil dan terbatas, yaitu sekitar sepuluh sampai dua puluh karya karena adanya tekanan alat press yang dengan cepat merusak kesan kabur yang sudah dibuat. Untuk mengatasi hal ini, penggunaan electro-plating atau pelapisan secara elektrik dengan bahan logam lain sudah dilakukan sejak abad ke-19 M yang digunakan untuk mengeraskan permukaan plat. Teknik drypoint pertama kali dilakukan oleh seorang seniman grafis dari Jerman Selatan pada abad ke-1 5 M yang mempunyai julukan Housebook Master. Semua karya yang dihasilkannya menggunakan, teknik drypoint.

4. Cetak Datar
Cetak datar adalah teknik mencetak, memperbanyak, memproduksi suatu gambar atau tulisan dengan menggunakan media cetakan yang mempunyai permukaan datar atau rata. Teknik cetak datar sekarang ini dapat dijumpai pada sistem mesin cetak dan teknik foto mekanik. Contoh cetak datar adalah kaca, karet (rubber), dan plastik.

5. Cetak Foto (Fotografi)
Cetak foto atau fotografi adalah seni grafis yang proses pembuatannya melalui pemotretan dengan kamera, pencucian film, dan pencetakan gambar foto. Teknik cetak afdruk untuk fotografi menggunakan bahan film, kertas foto, dan bahan cuci film. Alat yang digunakan cetak foto atau fotografi adalah kamera. Adapun teknik digital menggunakan bahan kertas dan tinta dengan alat kamera digital, komputer, dan printer.

Proposal Pengiriman Peserta Lomba Hadroh

Sanggar Model - Proposal Pengiriman peserta lomba hadroh Dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yaumi Centre Kabupaten Tegal Tahun 2016 MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Kabupaten Tegal Tahun 201.

A. LATAR BELAKANG


Ekstrakurikuler Hadroh merupakan salah satu organisasi Seni Musik yang berkembang di kampus MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tegal. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengembangkan bakat dan membentuk karakter anggota serta pesertanya. Diantaranya adalah latihan rutin, pementasan, regenerasi, serta kegiatan lain yang bersifat membentuk karakter peserta didik guna merangsang mereka memiliki kompetensi.

Salah satu cara untuk mengukur kemampuan organisasi (pengurus dan anggotanya) adalah dengan menciptakan kompetensi melalui ajang kompetisi yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini juga termasuk bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan generasi suatu organisasi dalam Ekstrakulikuler yang sifatnya sangat penting untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, mengikuti lomba dijadikan sebagai salah satu program utama Ekstrakurikuler Hadroh MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tegal.

Berdasarkan pada pemikiran tersebut, kami selaku pengurus Ekstrakurikuler Hadroh periode 2016 – 2017 bermaksud mengirimkan utusan dan sekaligus akan terlibat dalam Lomba Hadroh yang rencananya akan diselenggarakan di Gedung Yaumi Centre Kabupaten Tegal.

B. LANDASAN HUKUM

  1. Program Kerja Kesiswaan dan OSIS MTsN Model Babakan Lebaksiu 2016 – 2017;
  2. Program Kerja Ekstrakurikuler Hadroh Periode Tahun 2016 – 2017.

C. BENTUK KEGIATAN

Kegiatan utama yang akan diikuti adalah lomba yang diselenggarakan di Yaumi Centre. Meski demikian, sebagai bentuk uji coba atau gladi, kami akan berupaya mengikutsertakan terlebih dahulu Kontingen Hadroh MTsN Model Babakan Lebaksiu dalam kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Slawi.

Lomba yang akan diikuti pada dasarnya memiliki level tinggi karena bersaing dengan peserta dari kalangan bebas dan berpotensi besar bertemu group hadroh tigkat propinsi. Namun demikian, hal ini mempunyai nilai positif untuk mengangkat lebih tinggi kemampuan Group Hadroh MTsN Model Babakan Lebaksiu.

D. TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN

  1. Sebagai bentuk upaya memberikan fasilitas kepada Peserta Ekstrakurikuler Hadroh dalam berekspresi, berkreasi, dan meraih prestasi;
  2. Membentuk jiwa berkompetisi bagi peserta Ekstrakurikuler Hadroh MTsN Model Babakan Lebaksiu Tegal;
  3. Meningkatkan kompetensi organisasi Ekstrakurikuler Hadroh;
  4. Sebagai media stimulan (pemberi semangat) peserta dalam mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Hadroh.

E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN


Keterangan Gladi  Pagelaran Pelaksanaan Lomba Hari
Hari Sabtu Minggu - Senin
Tanggal 29 Oktober 2016 19 – 20 Desember 2016
Tempat SMA Negeri 2 Slawi Gedung Yaumi Centre
Waktu Pukul 08.00 s/d selesai Pukul 08.00 s/d selesai

F. PESERTA LOMBA

(Terlampir)

G. RENCANA ANGGARAN BIAYA

(Terlampir)

H. PENUTUP

Melalui kegiatan Lomba Hadroh di level yang lebih tinggi, diharapkan mampu mendukung terwujudnya visi dan misi serta tujuan Madrasah. Oleh karena itu, kami menyusun proposal agar pelaksanaan kegiatannya dapat terkoordinir dan terlaksana dengan baik.

Besar harapan kami kepada semua pihak yang terkait dengan MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu untuk berpartisipasi agar kegiatan lomba yang akan diikuti Peserta Ektrakurikuler Hadroh berhasil mencapai tujuan yang diharapkan dan mendapat berkah dari Allah SWT. Amien…

Demikian proposal Pengajuan Dana Pengiriman Peserta Lomba Hadroh ini kami buat, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

Tegal, Oktober 2016
Pembina Seni


Sri Kuncoro SP., S.H., S.Pd
NIP. – 
Waka Kesiswaan


Ahmad Zahid, S.Ag., M.Ed
NIP.196909201997031002

Mengetahui,
Kepala MTsN Model Babakan Lebaksiu


Drs. H. Mukhlasin, M.Pd
NIP. 196210041991031006

Menyusun Karya Tari Kontemporer

Sanggar Model - Karya tari gaya kontemporer dapat disusun menggunakan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa tari sebagai ekspresi seni menuntut kemampuan lebih dari sekedar merangkai gerak menjadi sebuah koreografi, melainkan wajib memiliki nilai estetis. Berikut cara menyusun karya tari.

A. Menentukan Gerak

Gerak adalah bahan baku utama tari. Untuk itu, sebelum membuat sebuah karya tari kita akan menentukan gerak. Gerak ini nantinya akan disusun menjadi tarian yang indah dipandang. Pertama-tama buatlah gerakan untuk tari tunggal. Jika dirasa sudah baik, kembangkan menjadi gerak tari berpasangan atau berkelompok. Dalam menyajikan sebuah tarian, perhatikan dan terapkan hal-hal berikut:
  1. Penguasaan materi gerak dan ekspresi yang akan ditarikan;
  2. Ketepatan gerak dengan iringan;
  3. Penguasaan ruang pentas;
  4. Rasa percaya diri.
Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, barulah dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap.

B. Konsep Musik

Musik merupakan denyut nadi dalam sebuah tarian. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya musik dapat mengatur tempo dalam satu gerakan, memberikan suasana dalam tarian baik suasana sedih, gembira, tegang ataupun marah.
Tujuan pemilihan dan penggunaan musik dalam menyusun karya tari di antaranya sebagai berikut:
  1. Memberi irama (membantu mengatur waktu);
  2. Memberi ilustrasi atau gambaran suasana;
  3. Membantu mempertegas ekspresi gerak;
  4. Rangsangan bagi penari.
Elemen dasar dari tari adalah gerak dan ritme, sedangkan elemen dasar dari musik adalah nada ritme dan melodi. Sejak zaman prasejarah sampai sekarang dapat dikatakan di mana ada tari pasti ada musik. Musik dalam tari bukan hanya sekedar pengiring, tetapi musik adalah patner tari yang tidak boleh ditinggalkan. Musik dapat memberikan suatu irama yang selaras sehingga dapat membantu mengatur ritme atau hitungan dan dapat juga memberikan gambaran dalam ekspresi suatu gerak.

C. Kostum dan Properti

Kostum atau busana tari adalah busana/kostum atau semua kebutuhan sandang yang dikenakan pada tubuh penari di atas pentas yang sesuai dengan peranan yang dibawakan. Dalam menyusun karya tari, tata busana dalam tari haruslah sesuai dengan konsep garapan yang akan ditampilkan baik desain busana maupun warnanya. Adapun yang harus diperhatikan dalam penataan busana tari, antara lain sebagai berikut.
  1. Memerhatikan efek lampu serta penyusunan komposisi warna.
  2. Kemungkinan-kemungkinan terhadap kesesuaian gerak penari dengan karakter dan peranannya.
  3. Harus memperhitungkan jarak antara panggung dan penontonnya.
Selanjutnya dalam menyusun karya tari gaya kontemporer juga harus memilih properti yang tepat. Properti seni tari merupakan segala kelengkapan dan peralatan dalam penampilan atau peragaan menari. Properti dapat terbuat dari kain, kayu, besi, plastik, tembaga, atau kulit.
  1. Properti dari kain: selendang, sapu tangan, topi, dan pita.
  2. Properti dari kayu: tongkat, tombak, bambu runcing.
  3. Properti dari besi: pedang, tameng.
  4. Properti dari plastik: payung, tali.
  5. Properti dari tembaga: kalung, kelat bahu, cunduk mentul atau kembang goyang, tusuk konde.
  6. Properti dari kulit:sepatu, ikat pinggang, topi, jaket.
  7. Properti dari kertas atau bulu: kipas, payung.

Jenis Lagu dan Musik Modern Nusantara

Lagu modern merupakan lagu yang sudah mendapat sentuhan-sentuhan teknologi baik dari segi instrumen maupun penyajian. Musik dan lagu modern selalu mengalami pembaruan mengikuti berkembangnya zaman. Lagu modern bersifat universal serta menyeluruh, sehingga semua orang bisa dengan mudah mengerti, memahami, dan menikmati musik modern.

Perbedaan umum antara lagu modern dengan lagu nusantara yang biasa ditafsirkan oleh penikmat musik terletak pada sifat ataupun karakteristik daerah asalnya. Musik Nusantara sering diidentikkan dengan musik tradisional yang bersumber dari nilai-nilai kebudayaan daerah, sedangkan musik modern cenderung diadopsi atau berasal dari Barat. Meski demikian, menyesuaikan dengan kondisi kemajuan teknologi, maka kedua jenis musik ini sering dikolaburasikan hingga menghasilkan karya yang eksentrik.

Kolaburasi musik nusantara dengan musik modern telah menjawab pertanyaan, "Apakah Nusantara tidak memiliki musik modern?" Pada intinya, seiring dengan perkembangan zaman yang telah mengglobal, seni musik Nusantara pun berinteraksi dan dan beradaptasi terhadap unsur-unsur musik Barat sehingga lahirlah musik-musik modern Nusantara. Musik modern Nusantara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:

a. Lagu Pop

Lagu pop adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial. Lagu pop pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 dimana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison. Lagu pop kemudian juga berkembang ke negara-negara lain di dunia. Di Indonesia band-band Pop yang terkenal diantaranya adalah Ungu, Peterpan, Dewa, dan lain-lain.

b. Lagu jazz

Lagu jazz merupakan jenis musik yang dikembangkan pertama kali oleh orang-orang Afrika-Amerika. Lagu Jazz berakar dari New Orleans, Amerika Serikat, pada akhir abad ke-19. Musik jazz merupakan kombinasi berbagai jenis musik, antara lain blues, ragtime, brass-band, musik tradisional Eropa dan irama-irama asli Afrika. Instrumen utama yang sering digunakan pada musik jazz pada umumnya adalah piano, bass, drum, gitar, saksofon, trombon, dan trompet. Di Indonesia, musik jazz muncul dan populer pada sekitar tahun 1920. Saat ini lagu jazz di Indonsesia mulai bangkit kembali seiring dengan kemunculan musisi-musisi jazz seperti Indra Lesmana, Idang Rasidi, Ivan Nestorman, Gilang Ramadhan, Syaharani, Ermi Kulit, Iga Mawarni, dan sebagainya.

c. Lagu rock

Jenis lagu rock pada awalnya mendapat kritik dan cercaan masyarakat, termasuk di Amerika tempat tumbuhnya musik rock. Namun pada akhirnya dalam perkembangannya, lagu rock dapat diterima sebagai musik zaman sekarang (musik modern). Band rock di Indonesia, antara lain Boomerang, Jamrud, Edane, dan sebagainya.

d. Lagu dangdut

Lagu dangdut merupakan salah satu jenis lagu yang berkembang di Indonesia. Bentuk lagu dangdut berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Contoh orang dan grup yang menggunakan genre dangdut, antara lain Soneta group, Elvi sukaesih, Evi Tamala, dan sebagainya.

Selain jenis lagu di atas masih banyak jenis lagu lain yang berkembang di Nusantara, yaitu lagu Rap yang merupakan teknik vokal dengan melantunkan lirik secara cepat dan penyanyi serta musisinya disebut rapper. Jenis lagu dan musik pop lainnya adalah reggae yang berkarakteristik Jamaika serta berkembang pesat. Lagu pop lainnya adalah R & B yang merupakan genre musik penggabungan jazz, gospel, dan blues, lagu country.

Unsur-Unsur Lagu dan Musik Modern

Pada dasarnya lagu modern merupakan bentuk pengembangan musik yang dikombinasikan dengan perkembangan jaman, baik melalui teknologi maupun dasar pemikiran manusia. Dalam menyanyikan lagu modern harus memahami unsur-unsur musik sebagai berikut:
  1. Irama, merupakan alunan nada-nada yang konsisten dan berulang-ulang dengan suatu pola tertentu. Pola irama sebuah lagu atau musik ditunjukkan oleh bunyi-bunyi ritmis dalam sebuah lagu atau musik.
  2. Birama, dapat disebut juga pola irama yang dapat dikelompokkan berdasarkan ketukannya menjadi beberapa unit hitungan. Pengelompokan ketukan menjadi beberapa unit hitungan ini disebut birama. Birama diperoleh dari adanya ketukan yang bertekanan (tesis) dan ketukan yang tidak bertekanan (arsis). Ketukan yang bertekanan selalu jatuh pada ketukan pertama dalam birama.
  3. Harmoni, dapat diartikan sebagai hubungan antara nada satu dengan nada yang lain yang meliputi interval (jarak) dan akor. Akor adalah paduan beberapa nada yang dibunyikan serempak atau bersamaan.
  4. Akor, yang memiliki peran dan fungsi dalam iringan musik sebagai bentuk harmonisasi yang disusun berdasarkan trisuara atau triad chord dalam tangga nada mayor diatonis dengan kunci Do = C adalah sebagai berikut:
  • Akor pertama (I) atau C Mayor (C-E-G) disebut sebagai Tonika (Tonic).
  • Akor kedua (II) atau D Minor (D-F-A) disebut sebagai Super Tonika (Super Tonic).
  • Akor ketiga (III) atau E Minor (E-G-B) disebut sebagai Median (Mediant).
  • Akor keempat (IV) atau F Mayor (F-A-C) disebut sebagai Sub Dominan (Sub Dominant).
  • Akor kelima (V) atau G Mayor (G-B-D) disebut sebagai Dominan (Dominant).
  • Akor keenam (VI) atau A Minor (A-C-E) disebut sebagai Sub Median (Sub Mediant).
  • Akor ketujuh (VII) atau B Half Diminished (B-D-F) disebut sebagai Leading Tone.
Jika kita melihat pembagian akor berdasarkan peranan dan fungsinya, maka kita bisa melihat 3 macam jenis akor yang utama, yaitu: akor mayor, akor minor, dan akor half diminished. Tiga akor yang telah disebutkan inilah yang disebut sebagai akor pokok atau akor utama (primary chords). Jadi, yang termasuk akor pokok adalah Tonika, Sub Dominan, dan Dominan.

Jika anda tertarik untuk mempelajari akord, silahkan kunjungi postingan Sanggar Model yang lain di

Jenis-Jenis Akord

Perbedaan Akord gengan Kunci dalam Musik.

Sanggar Model Menjadi Korban Plagiat dan Copas Artikel

Libur panjang di akhir tahun ajaran 2016-2017 yang bertepatan juga dengan hari raya Idul Fitri merupakan momen tepat untuk melakukan pembenahan dan refleksi terhadap apa yang telah kita capai selama ini. Liburan ini juga juga sekaligus menjadi masa bagi persiapan untuk membuat program dan melaksanakannya di tahun ajaran baru 2017-2018.

Berkaitan dengan pembenahan serta refleksi diri, Sanggar Model mencoba melihat ke masa lampau dan membuat grand design untuk masa datang. Ditengah-tengah melakukan upaya tersebut, tentunya tidak mudah untuk melalui tahapan transisi menuju pencapaian target. Selalu saja ada hambatan ataupun rintangan yang menghadang sehingga dapat memperlambat laju perjalanan. Meski demikian, jika kita menanggapinya dengan positif, tentu akan menghasilkan yang terbaik pula.

Kronologi Kasus Plagiarisme Blog Sanggar Model

Fenomena plagiat atau penjiplakan bisa terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Seperti yang dialami oleh Blog Sanggar Model. Setelah lebih dari satu tahun tidak dipantau perkembangan dan kesehatannya hingga terkesan tidak terurus, momen liburan dimanfaatkan oleh admin untuk kembali mengaktifkannya lagi.

Saat mencoba untuk mengecek indeksnya pada Google dan perangkatnya, betapa mengejutkan hasil diagnosa yang diperoleh. Ternyata dijumpai banyak blog yang postingannya diisi menggunakan artikel Blog Sanggar Model tanpa seijin dari admin. Si pelaku melakukan dindakan Kopi Paste (copas) tanpa mencoba mengedit kalimat redaksinya agar terlihat lebih profesional.


Bahkan, yang lebih parah lagi, dijumpai blog (mengatasnamakan seni) yang semua artikel kesenian dan berita-berita pendidikannya diambil dari Sanggar Model dengan cara Auto Generate Content (AGG). Melalui AGC  si pelaku bisa memasukkan artikel blog Sanggar Model untuk diposting kembali ke blognya sendiri tanpa melalui Copy Paste dan artikelnya akan secara otomatis update setelah Sanggar Model memposting tuisan baru. Cara ini memang canggih dan praktis, namun sangat tidak profesional dan tidak fair dimata blogger.

Memang, dari awal kelahirannya, Sanggar Model dibuat dengan komitmen sebagai bentuk dedikasi kepada pendidikan. Siapapun boleh memanfaatkan konten berupa materi, gambar, multimedia interaktif yang ada di dalamnya. Namun, tentu saja semua itu untuk pendidikan dan otomatis dilakukan dengan cara yang etis.

Apa yang Membuat Lebih Geram?

Bukan hanya melakukan tindakan bertentangan dengan kote etik blogger dan penulis, si pelaku juga memasang iklan di blognya. Meski yang dipasang bukan iklan resmi Google, namun tindakan ini mencerminkan bahwa si pelaku memanfaatkannya untuk mendapatkan materi dan memperkuat dugaan pelanggaran hukum.

Beberapa kali admin mencoba memperhatikan secara detil blog jiplakan untuk mencari kontak yang bisa dihubungi. Tujuannya adalah agar bisa berkomunikasi langsung dan menyelesaikannya dengan baik-baik. Namun, Admin Sanggar Model tidak berhasil menemukannya hingga akhirnya malah menambah kuat persepsi negatif tentang pemilik blog jiplakan tidak punya itikad baik.

Terus, Apa yang Dilakukan Admin Sanggar Model

Setelah mengetahui insiden pelagiat, yang mungkin dalam bahasa intelektulanya pelanggaran hak cipta,  admin Sanggar Model pun mulai merubah pola pikir untuk lebih berhati-hati dan waspada dengan sedikit melakukan upaya pencegahan.

Selain itu, upaya pelaporan kepada Google mengenai pelangagaran hak cipta juga terpaksa dilakukan karena tidak mampu menjangkau dan tidak bisa menemukan kontak pelaku plagiat. Semoga Google bisa memberikan solusi yang tepat dan memberikan upaya lebih baik agar si pelaku tidak melakukannya lagi.

Introspeksi dan Tetap Punya Motivasi Tinggi

Bagi Admin Sanggar Model, insiden ini tidak akan membuat patah semangat dalam menulis dan berkarya. Justru dengan adanya kasus ini admin berterima kasih kepada pelaku plagiarisme karna sudah mengingatkan untuk selalu belajar dan berupaya untuk lebih bijak. Itulah mengapa admin tidak berupaya keras melacak si pelaku, meskipun bisa mengetahuinya melalui IP Address.

Sekali lagi kami sampaikan untuk diketahui bersama, Blog Sanggar Model hingga saat ini tidak didaftarkan Hak Ciptanya pada layanan Copyrigh dengan tujuan agar bisa dimanfaatkan bersama untuk pendidikan dengan cara yang baik. Mari menulis dengan cara yang etis...

Best Regard,
Admin Sanggar Model

Sri Kuncoro SP