Tugas Tim Artistik Pagelaran Tari

Tim artistik dalam pertunjukan seni tari mempunyai peran penting sebagai pencipta suasana. Tim ini pada dasarnya mempunyai tugas sebagai kreator dalam memunculkan dan menguatkan suasana pertunjukkan menjadi senang, sedih, ceria, suram, sendu, seram, dan lain lain-lain. Tim artistik itu sendiri terdiri dari beberapa unsur yang memiliki tugas dan fungsi berbeda-beda.


Berikut ini merupakan tugas dari masing-masing unsur tim artistik pagelaran tari:

1. Tugas Sutradara/Konseptor sebagai Tim Artistik Pagelaran Tari

Sutradara/konseptor, bertugas sebagai pembuat konsep pertunjukan dan mengatur alur atau laku dari sebuah pertunjukan. Sutradara atau konseptor juga berperan dalam memilih repetoar yang ingin dipentaskan mengatur emosi yang ingin disampaikan kepada seluruh pemain dan juga penonton.

2. Tugas Pimpinan Artistik Tim Pagelaran Tari

Pimpinan artistik, merupakan pimpinan yang bertindak dan bertanggung jawab atas karya seni yang diproduksikan. Tanggung jawab artistik karya, performa penyajian hingga tata urut pementasan agar dapat menyajikan urutan pementasan yang harmonis adalah menjadi tanggung jawab pimpinan artistik.

3. Tugas Stage Manager Tim Pagelaran Tari

Stage manager, adalah orang yang mengoordinasi seluruh bagian yang ada di panggung. Tugas dan tanggung jawab stage manager dan staf panggung adalah mengatur urutan pementasan berdasarkan adyis arahan pimpinan artistik serta mengakumulasi berbagai kebutuhan mulai dari alat-alat musik yang digunakan pementasan hingga bagaimana setting, pencahayaan, musik dan efek musik serta berbagai kebutuhan lain yang diminta pimpinan produksi atau penyaji karya seni dalam suatu produksi pementasan.

4. Tugas Penata Properti Tim Pagelaran Tari

Penata properti dan panggung Penata properti dan kru bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik, namun secara hierarki masih sama dengan staf lain di lingkungan artistik, yakni melaporankan kejadian dan layanan pemesanan yang diminta penyaji karya seni dan prasaran penata artistik berdasarkan pada saat kebutuhan alat diminta oleh kedua belah pihak. Beban tanggung jawab dan tugas penata properti menjadi layanan pemenuhan kepada penyaji karya seni dan tuntutan artistik garapan berdasarkan prasaran dari pimpinan artistik. Sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang dipergelarkan kebutuhan properti yang diharapkan penyaji dan pimpinan artistik diberikan sepenuhnya atau layanan purna lengkap kepada kedua belah pihak.

5. Tugas Tim Penata Cahaya Pagelaran Tari

Penata cahaya, bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik. Namun secara hierarki laporan kejadian berdasarkan prasaran penyaji karya seni tanggung jawab penata cahaya secara tidak langsung bertanggung jawab kepada pimpinan panggung dan penyaji. Beban tanggung jawab dan tugas penata cahaya adalah menjadi sumber sukses dan artistiknya pementasan karya seni yang. dipergelarkan. Masalah pencahayaan, terang-padamnya lampu, serta cara mengatasi apabila terjadi kecelakaan matinya lampu.

6. Tugas Tim Penata Rias dan Busana Pagelaran Tari

Penata rias dan busana Penata rias adalah orang yang mempunyai tugas atau tanggung jawab merias pemain. Proses merias ini dimulai dari mendesain atau merancang tata rias sampai dengan menerapkan tata rias tersebut pada pemain sesuai dengan hasil kesepakatan dengan sutradara atau konseptor pertunjukan. Penata rias bisa dibantu oleh crew atau asisten, tetapi tanggung jawab sepenuhnya berada pada penata rias.

7. Tugas Tim Penata Suara Pagelaran Tari

Penata suara, adalah orang yang mempunyai tugas atau tanggung jawab mengatur suara atau bunyi selama pertunjukan berlangsung. Proses kerjanya dimulai dari mendesain atau merancang tata suara sampai dengan mengatur suara atau bunyi tersebut mempunyai kualitas suara yang baik.

8. Tugas Tim Penata Musik dan Sound Pagelaran Tari

Penata musik dan sound, bertanggung jawab langsung kepada pimpinan artistik, namun secara hierarki mati hidup, keras-lembut, jemih-paraunya musik dan sound harus dilaporkan kepada pimpinan panggung untuk konsolidasi, serta bahan laporan kepada penyaji karya seni yang dipergelarkan. Kewajiabannya adalah memberikan layanan kepuasan atas kualitas musik dan sound pada saat pementasan karya seni yang berlangsung.

Daftar Guru Peserta MGMP Seni Budaya MTs Kabupaten Tegal

Setelah lebih dari 8 tahun bergabung dan menjadi pengurus inti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGM) Seni Budaya, tahun 2017 Admin Sanggar Model sudah tidak tercatat dalam bagian mereka. Jika dulu masih bisa andil dalam membuat keputusan, sekarang sudah tidak punya kesempatan. Hal ini dikarenakan Admin Sanggar Model sejak Juli 2017 sudah tidak mendapat jam untuk mengajar Seni Budaya.

Namun demikian, berkaitan dengan semangat menulis dan mempublikasi serta berbagi, Admin Sanggar Model tetap berupaya keras untuk mengaktifkan blog ini. Memulai dengan postingan awal di blog Sanggar Model bukan sebagai Guru Seni Budaya, kami sajikan Datar Guru Peserta MGMP Seni Budaya yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017 sebagai berikut:

No Nama Guru Asal Madrasah Tsanawiyah
1 Nuranisah, S.Pd.I MTs Darussalam Pagerbarang
2 Yensi Meranti,S.TP MTs NU Miftahul Ulum Margasari
3 Noni Indra Lestari,S.Pd MTs IPTEK Hubbul Wathon
4 Drs. Munawar MTs Asy-syafi`iyah Karangasem
5 Siti Rahayu, S.Pd MTs Nurul Inayah Banjaranyar
6 Maskuri S.Pd MTs NU Jejeg
7 Isroi, S.Pd MTs SA Atholibiyah
8 Maemanah,A.Ma. MTs AL Ittihad
9 Dra. Dyah jusi S MTs SA Miftahul Huda
10 M. Ali Babah. KB MTs Al Azhar Tuwel
11 Nurkholis MTs NU Nurul Huda Tembongwah
12 A'izza'ul Widad, S.Pd.I MTs Al Falah Jatinegara
13 Tuti Alwiyah, S.Pd. MTs.Miftahul Ulum
14 Aeni Widyawati, S.Pd. MTs NU Sitail Jatinegara
15 M.Yuseful Amin MTs Tasywiriyah Balapulang
16 Dian Andayani, S.Pd MTs Al Muawanah Harjawinangun
17 Sokheh, SH MTs Terpadu Darul Muttaqin
18 Yunita Wardani, S.Pd MTs Nurul Islam Balapulang
19 Ryan Khoirurijal, S.Pd.I MTs Muhammadiyah AD Balapulang
20 Oni Alyusni,S.Pd MTs N Lebaksiu
21 Atiyatul Fahriyah, S.Ag MTs Darussalam Kalibakung
22 Yudhistira Bayu Swastika, S.Pd. MTs Ihsaniyah
23 Purwanti, S.Pd MTs Al Munawaroh Dukuhturi
24 Siti Rokhimah, S.Pd.I MTs. Husnaba Kedungbanteng
25 Siti Masitoh, S.E MTs. Baitunnur Al Maktubiyyah
26 Siti Wasitoh, SE MTs. Ma'hadut Tholabah Lebaksiu
27 M. Fadli Abd. Kharis, S.Pd.I MTs. Ma'hadut Tholabah Lebaksiu
28 Khamidah, S.Ag MTs NU Sunan Kalijaga Adiwerna
29 Futichah Manshur, S.Pd.I. MTs Teladan Al-Amiriyah
30 Rini Choerunnisa, S. Pd MTs Al Madinah Yamansari
31 Sri Handayani, SE MTs Raudlotut Tholibin
32 Restu Wahyuning T,S.Pd. MTs N 1 Tegal
33 Meidita Ayu P, S.Pd. MTs N 1 Tegal
34 Heruwati Cahyani, S.Pd MTs Negeri Slawi
35 Ely Ratnaningsih, S.Ag MTs Filial Al Iman Adiwerna
36 Nur Aeni, B.A MTs NU Wahid Hasyim Talang
37 Titi Sholechuddin,A.Md. MTs NU Wahid Hasyim Talang
38 Bahtiar NP,A.Md MTs Muhammadiyah Dukuhturi
39 Alifiani Fodli, S.Pd MTs. Bustanul Huda Talang
40 Susi Utamiasih, S.Pd.I MTs. YASPI Pagerbarang
41 Nur Atiqoh, S.Pd MTs N Slawi Filial SA Pecabean
42 Parikha SK, S.Ag MTs Jatibogor
43 Sri Sulistiyani, S.Ag. MTs Al-Fatah Suradadi
44 Kholidin, A.Ma MTs Hidayatus Shibyan
45 Khotimah, S.Pd.I. MTs NU 01 Warureja
46 Ajizah, S.Sos.I. MTs Nahdlatul Ulama 01 Tarub
47 Ismatul Maula, S. Pd MTs Al-Khairiyah Tarub
48 Suharto MTs Nahdlatul Ulama 01 Kramat
49 Muhammad Komarruddin, S.Pd.I MTs Nahdlatul Ulama 01 Suradadi
50 Anisatul Khafidoh, S.Pd.I MTs NU 03 Suradadi

Semoga MGMP Seni Budaya MTs Kabupaten Tegal bertambah maju, berkualitas dan semakin kompak dalam memperjuangkan kesenian nusantara.

Daftar Peserta MGMP Prakarya MTs Kabupaten Tegal

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan asosiasi atau perkumpulan yang menjadi media sekaligus sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, dan bertukar pikiran, serta berbagi pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru mata pelajaran tertentu sebagai praktisi/pelaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas.

Panduan Dasar Pelaksanaan MGMP

Di lingkungan pendidikan madrasah tsanawiyah (MTs) Kabupaten Tegal, Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dilaksanakan secara rutin dan berkala setiap semesternya. Pada tahun pelajaran 2017-2018 semester gasal, MGMP Prakarya tingkat K3M MTs Kabupaten Tegal dilaksanakan pada hari Senin 2 Oktober 2017 bertempat di MTsN Lebaksiu dengan Fasilitator Siti Uripah, S.Ag dengan ketentuan:
  • Peserta MGMP adalah Guru MTs Kabupaten Tegal yang telah didattarkan oleh Kepala Madrasah melalui surat pernyataan
  • Setiap Fasilitator berkewajiban mensupervisi/memonitoring pelaksanaan MGMP
  • Pengurus MGMP berkewajiban memberikan laporan tertulis paling akir 1 minggu setelah pelaksanaan
  • Atas SMS dari Pengurus MGMP, KKM MTs Korwil berkewajiban menghubungi Kepala Madrasah se Kabupaten Tegal untuk disampaikan kepada guru yang telah didaftarkan untuk mengikuti MGMP sebagaimana jadwal yang telah ditentukan
  • Undangan Hard copy dibuat oleh Pengurus MGMP dan diserahkan saat pelaksanaan MGMP
Adapun pelaksanaan MGMP Prakarya MTs Kabupaten Tegal dihadiri oleh guru-guru dengan daftar sebagai berikut:

HTML Tabel
Daftar Peserta MGMP Prakarya MTs Kabupaten Tegal
No Nama MTs Kabupaten Tegal Nama Guru Peserta MGMP Prakarya
1 MTs Nurul Ulum Jembayat Margasari
2 MTs Ciptasari
3 MTs Nahdlatul Ulama Prupuk Selatan Muhamad Wahidin, S.Kom
4 MTs Darussalam Pagerbarang Martuti, Amd.Kom
5 MTs NU Miftahul Ulum Margasari Fajar Syahru R,S.Pd
6 MTs IPTEK Hubbul Wathon Indah Sugiarti,S,S
7 MTs Asy-syafi`iyah Karangasem Muh. Jazri, S.Pd.I
8 MTs Darul Mujahadah
9 MTs Nurul Inayah Banjaranyar Siti Rahayu, S.Pd
10 MTs Aswaja Bumijawa
11 MTs Maarif NU Sigedong
12 MTs NU Jejeg
13 MTs SA Atholibiyah Maya Elisa, S.Pd
14 MTs Ma'arif NU Bumijawa
15 MTs AL ITTIHAD
16 MTs SA Miftahul Huda
17 MTs Al Azhar Tuwel Musyarofah, S.Pd.I
18 MTs. Hasyim Asy'ari Bojong
19 MTs NU Nurul Huda Tembongwah
20 MTs Al Falah Jatinegara
21 MTs.Miftahul Ulum Afandi Prio N,S.Kom
22 MTs NU Sitail Jatinegara
23 MTs Mambaul Ulum Jatinegara
24 MTs Ma'arif NU Jatinegara Ismatul Afuah, S.Ag
25 MTs Attarmasie Bojong
26 MTs Tasywiriyah Balapulang Eni Aliyah,S.Pd.I
27 MTs. Al-Islamiyah M. Alif Muwafiq Baihaqy, M.Kom
28 MTs Kusuma Husada Jatinegara
29 MTs Al Muawanah Harjawinangun M. Nanang Musafa, S.Psi
30 MTs Nurul Ulum Kesuben Laroy Bafih, S.Kom
31 MTs Terpadu Darul Muttaqin Kab Tegal Laelatul Nuzulur Rokhmah, S.Pd.
32 MTs Nurul Islam Balapulang
33 MTs Muhammadiyah AD Balapulang Amalia Rosada, S.Pd
34 MTs N Lebaksiu Rendra Sukma Pujangga,S.Pd
35 MTs Darussalam Kalibakung
36 MTs Ihsaniyah
37 MTs Negeri Bojong
38 MTs Raden Fatah Pangkah
39 MTs Al Munawaroh Dukuhturi May Diana, S.Pd
40 MTs. Husnaba Kedungbanteng Abdul Jalal
41 MTs Terpadu Darul Qudwah Pangkah Lissari Ulfah, S.Pd
42 MTs Nahdlatul Ulama 1 Lebaksiu
43 MTs. Baitunnur Al Maktubiyyah
44 MTs. Ma'hadut Tholabah Lebaksiu Siti Khaerunisa, S.Pd.I
45 MTs NU Sunan Kalijaga Adiwerna Iman Faizin Rodyadi, S.Kom
46 MTs Teladan Al-Amiriyah Puji Rusyanti, S.Pd.I.
47 MTs SALAFIYAH Nur Honiatun, S.Pd
48 MTs Al Madinah Yamansari Rizki Putriana, S. Pd
49 MTs Raudlotut Tholibin
50 MTs N 1 Tegal Dra. Hj. Roaeni
MTs N 1 Tegal Moh. Imam Sulkhi,S.Ag.
51 MTs Negeri Slawi Nurul Azizah, SS
52 MTs NU 01 Mambaul Hikmah Talang
53 MTS Ashidiqiyah Talang
54 Mts Filial Al Iman Adiwerna Abdul Ghofar, S.Pd.I
55 MTs. Al Quddusus Salam Pagerbarang
56 MTs NU Wahid Hasyim Talang Akhmad Noval
57 MTs. Al-Fahruriyah Dukuhwaru
58 MTs Muhammadiyah Dukuhturi
59 MTs. Bustanul Huda Talang Yuli Farhati, S.Pd
60 MTs. YASPI Pagerbarang Nurlaeli, A.Md
61 MTs Mambaul Huda Dukuhturi
62 MTs N Slawi Filial SA Pecabean Syamali Sulaiman
63 MTs Jatibogor
64 MTs Al-Fatah Suradadi
65 MTs Al Kamal Tarub Mohamad Yusup
66 MTs Hidayatus shibyan
67 MTs Nurul Ulum Warureja
68 MTs NU 01 Warureja Falahusurur, S.Com.
69 MTs Darul Karomah Suradadi
70 MTs Nahdlatul Ulama 01 Tarub
71 Baitul Asfiya Warureja
72 MTs Al-Khairiyah Tarub Muhamad Assyifa
73 MTs Filial At-Taqwa Suradadi
74 MTs Nahdlatul Ulama 01 Kramat Idah Teki W, S.Kom
75 MTs Nahdlatul Ulama 01 Suradadi Mubalighin, S.Pd
76 MTs NU 03 Suradadi
Demikian daftar peserta MGMP Prakarya MTs Kabupaten Tegal sebagai bentuk catatan aktivitas Koordinator Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Semoga bermanfaat...

6 Wisata Seni Budaya dan Tradisi Kabupaten Tegal

Berupaya untuk memperkenalkan sekaligus memasyarakatkan Seni Budaya dan Religi Kabupaten Tegal, Admin Sanggar Model merangkum beberapa informasi yang berkaitan dengan tradisi masyarakat di wilayah yang terkenal dengan istilah Galawi. Kegiatan-kegiatan masyarakat ini berlangsung turun temurun hingga akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah daerah, bahkan beberapa pihak swasta punturut andil menjadi sponsor pelaksanaannya. Berikut ini kilasan tentang Wisata Seni Budaya dan Religi di Kabupaten Tegal

1. Ruwat Bumi Guci

Sebagai bentuk ungkapan syukur atas kemakmuran yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan juga memohon keselamatan dari segala macam mara bahaya, masyarakat Guci dan sekitarnya (Desa Rembul dan Desa Pekandangan), di lokasi Obyek Wisata Guci, mengadakan upacara tradisional tahunan setiap bulan Muharram (Suro).


Prosesi dimulai dengan arak-arakan Gunungan atau Sesajian beraneka macam hasil panen dan dilanjutkan dengan ritual memandikan Kambing Kendit (kambing khusus yang berwarna hitam dengan lingkar putih di perutnya). Kemudian dilanjutkan dengan menaburkan kembang setaman pada lokasi pemandian di sekitar Guci (Pancuran 13). Ritual ini menjadi simbol kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan kambingnya sendiri merupakan simbol dari kehidupan yang akan terus berputar. Usai prosesi memandikan kambing, dilaksanakan upacara dan pembacaan riwayat Guci dengan menggunakan Bahasa Tegalan. Beberapa sambutan dari pihak penyelenggara dan Pemerintah daerah pun disampaikan sebagai bentuk dukungan untuk melestarikan tradisi Ruwat Bumi Guci. Kemudian diakhiri dengan rebutan gunungan, do’a bersama, dan hiburan yang biasanya diisi dengan tarian khas Tegal.

Menurut Ki Enthus Susmono, dalang kondang tingkat nasional yang berasal dari Tegal, Tradisi Ruwat Bumi di Guci bukanlah tradisi syirik, melainkan tradisi untuk merawat bumi. Masyarakat Guci sendiri meyakini jika terjadi hujan deras saat prosesi adat acara Ruwat Bumi Guci berlangsung, merupakan bentuk keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Kabupaten Tegal khususnya warga Guci.

2. Penjamasan Makam Sunan Amangkurat Agung

Tradisi upacara adat Pejamasan ini diselenggarakan setiap bulan Suro dengan ritual membersihkan benda pusaka dan tirai penutup makam Sunan Amangkurat Agung. Menurut sejarah, Sunan Amangkurat Agung merupakan seorang tokoh penting pendiri Kabupaten Tegal yang dikenal sebagai keturunan dari Raja Mataram Sultan Agung Hanyakrakusuma.


Prosesi Jamasan sendiri diawali dengan tahlil, zikir, membacakan sahadat, dan sholawat serta mendoakan Amangkurat I. Doa dalam Penjamasan Makam Sunan Amangkurat Agung ditujukan agar para leluhur diampuni dosanya dan diberikan tempat yang layak di sisi Allah Swt. Usai kegiatan doa bersama, dilanjutkan dengan penggantian kelambu, yang kemudian kelambu lama digabungkan bersama dengan kelambu raja-raja Mataram lainnya dilarung ke Pantai Selatan.

Pengagem Sasono Wiloko Kraton Surakarta, Gusti Kajeng Ratu Wandansari, M.Pd meminta kepada keturunan Mataram dan masyarakat sekitar untuk melestarikan tradisi Jamasan di Makam Sultan Amangkurat 1 di Tegalwangi Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

3. Sedekah Bumi Cacaban

Kegiatan Sedekah Bumi Cacaban diselenggarakan oleh masyarakat setempat dengan segenap sumber daya yang dimiliki bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal sebagai fasilitator dan pendukung. Sedekah Bumi Waduk Cacaban merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam rangka melestarikan budaya daerah dan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi yang diperoleh.

Kegiatan ini ditujukan untuk menarik pengunjung sekaligus dijadikan sebagai momen penting pembelajaran bagi peningkatan kesadaran masyarakat setempat dalam menyambut pengunjung serta menjaga kelestarian alam Obyek Wisata Cacaban.

4. Festival Jamu dan Kuliner

Kabupaten Tegal merupakan salah satu peserta tetap Festival Jamu dan Kuliner yang diadakan tiap tahun untuk bersaing dengan Kota / Kabupaten se-Jawa Tengah. Kabupaten Tegal senantiasa menampilkan stan terbaik dan menawarkan produk-produk jamu serta kuliner unggulan. Produk jamu Kabupaten Tegal didukung dengan berbagai jenis tanaman dan bahan yang contohnya dapat dilihat di lokasi Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Danawarih.

Festival Jamu dan Kuliner sendiri selalu meriah dan menjadi salah satu acara unggulan yang menampilkan kearifan lokal berupa cita rasa dan ciri khas tiap daerahnya. Bagi pengunjung yang mengikuti kegiatan ini dapat merasakan jamu dan kuliner yang memiliki karakteristik kuat dari berbagai macam daerah di Jawa Tengah sekaligus menikmati berbagai macam hiburan yang semakin memeriahkan acara.

5. Ruwat Bumi Purwahamba Indah

Ruwat Bumi Purwahamba Indah merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal dengan bentuk upacara adat yang diisi berbagai jenis hiburan. Tradisi ini dilaksanakan pagi, siang, dan malam harinya diadakan pagelaran wayang semalam suntuk.

Keunikan dari tradisi Ruwatan di Bumi Purwahamba Indaha dalah digelarnya festival "Grebeg Klapa Ijo" yang dapat diikuti oleh masyarakat Kabupaten Tegal. Tujuan tradisi ruwatan sebagai perwujudan syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon agar warga terhindar dari berbagai macam bencana. Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi warga masyarakat dalam rangka melestarikan budaya daerah sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rejeki yang diperoleh dari hasil usaha khususnya bagi para pedagang di sekitar Obyek Wisata Purwahamba Indah

Ruwatan sendiri dapat dikatakan sebagai bentuk tradisi masyarakat yang sudah ada sejak lama sebelum kedatangan agama ke tanah Jawa. Kata Ruwat dalam bahasa sansekerta dapat diartikan sebagai pembebasan, penyucian. Kemudian kata yang hampir mirip, yaitu Rawat atau Reksa diartikan sebagai memelihara.

6. Rebo Wekasan

Rebo Wekasan atau bisa juga disebut Rebo Pungkasan merupakan salah satu tradisi masyarakat yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar kalender lunar versi Jawa dengan tujuan untuk 'talak bala' (menolak bencana). Kegiatan yang dilakukan berkisar pada berdoa, Shalat Sunnah, bersedekah. Selain itu ada juga kegiatan mencukur beberapa helai rambut dan membuat bubur merah dan putih yang kemudian dibagikan kepada tetangga.

Di Kabupaten Tegal tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Lebaksiu. Meskipun pada dasarnya mempunyai tujuan sama, tetapi ritual kegiatan yang dilaksanakan berbeda.

Haul Desa Suradadi Saat Rebo Wekasan

Di Desa Suradadi, yang terletak di jalur antara Tegal dan Pemalang sekitar 17 kilometer timur Kota Tegal, tradisi Rebo Wekasan dilaksanakan dengan cara menyelenggarakan Haul sebagai momentum mengenang kembali para ulama yang telah berjasa menyebarkan Islam di daerah tersebut.

Haul di desa Suradadi dalam rangka Rebo Wekasan, telah dilaksanakan sejak tahun 1961, tepatnya pada tanggal 13 Agustus (27 Safar 1381 H). Biasanya dilaksanakan di pemakaman umum sebelah selatan Masjid Jami Al-Kautsar dari Pasar Suradadi ke arah Selatan. Pada saat Haul, masyarakat Suradadi dan sekitarnya akan berkumpul di pemakaman tersebut dan membacakan doa-doa untuk para ulama yang telah meninggal. Setiap tahun, acara Haul tersebut selalu dipenuhi para pengunjung yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 20.000orang.

Rebo Wekasan di Lebaksiu.

Lebaksiu adalah salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Tegal dan terletak di jalur Tegal- Guci. Hingga saat ini belum ada sumber yang menyebutkan dengan jelas tentang sejarah dari peringatan Rebo Wekasan di Lebaksiu. Sehingga cerita Mbah Panggun-lah, tokoh yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Lebaksiu, dianggap paling kuat.

Makam Mbah Panggung berada di puncak Bukit Sitanjung yang terletak diantara dataran-dataran tinggi di Lebaksiu. Oleh karena itu, pusat acara Rebo Wekasan di Lebaksiu berada disekitar bukit tersebut, bahkan hingga mencapai pinggiran jalan raya.

Rebo Wekasan di Lebaksiu didominasi dengan kegiatan jual-beli dengan jumlah pedagang dari berbagai kota yang membuka lapaknya setengah bulan sebelum pelaksanaan dengan jumlah pengunjung ribuan. Mulai dari makanan, baju, sepatu, tas, mainan anak-anak, aksesoris, diperjualbelikan pada even ini. Motif pengunjung yang datang tidak hanya sekedar berkeliling melihat dagangan, atau jalan-jalan menaiki dan menikmati pemandangan Bukit Sitanjung, namun juga ada yang sengaja datang berziarah ke makam Mbah Panggung.

Mitos pada masyarakat Lebaksiu, saat Rebo Wekasan di setiap tahunnya, akan ada pengunjung yang meninggal karena dijadikan tumbal. Terlepas benar atau tidak, sebagian sebagian masyarakat masih percaya ketika Rebo Wekasan, bakal ada pengunjung yang meninggal dengan berbagai penyebab, misalnya hanyut di sungai, terjatuh, hilang, dan lain-lain. Meskipun demikia, Rebo Wekasan tetap menjadi sebuah event yang ditunggu oleh masyarakat Lebaksiu.

NB: Sumber Gambar diperoleh dari Disparbud Kabupaen Tegal

Pengertian dan Unsur Komposisi Tari Kontemporer

Sanggar Model - Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara memilih dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari. Sedangkan komposisi tari itu sendiri adalah seni membuat/merancang struktur ataupun alur sehingga menjadi suatu pola gerakan-gerakan. Istilah komposisi tari bisa juga berarti navigasi atau koneksi atas struktur pergerakan.


Hasil atas suatu pola gerakan terstruktur itu disebut pula sebagai koreografi. Orang yang merancang koreografi disebut sebagai koreografer. Komposisi tari terdiri atas beberapa hal berikut:
  1. Bentuk (pose), adalah posisi tubuh sebelum bergerak. Pose terbagi menjadi empat, yaitu terbuka, tertutup, asimetris, dan simetris. Pose gerakan di samping menggambarkan pengembangan gerak melalui penataan ruang, gerak dan waktu.
  2. Gerak sebagai elemen pokok tari. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari body (gerak bagian kepala, kaki, tangan, badan), space (ruang gerak yang terdiri dari level, jarak, atau tingkatan gerak), time (berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat, lemah, elastis dan penekanan gerakan). Perubahan gerak ekuivalen dengan kebutuhan waktu, cepat-lambat, panjang-pendek, dan banyak-sedikit gerakan dilakukan butuh waktu. Tempo gerakan merupakan panjang-pendek, cepat-lama gerakan dilakukan. Waktu dalam tari dimensi dari tempo gerak. Tempo gerak dapat membangun image tari secara keseluruhan dalam bentuk garapan tari atau koreografi tari.
  3. Pola lantai, adalah arah atau garis langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, lurus dan lengkung. Ada pula pola lantai yang merupakan perpaduan dari beberapa pola lantai sehingga membentuk sebuah pola lantai baru Penyusunan pola lantai pada tarian bergantung pada kreativitas koreografer atau pencipta tarian. Dalam penyusunan pola lanfai harus memperhatikan unsur ruang, arah, fokus, level, kepadatan, keleluasaan, dan desain.
  4. Arah hadap, merupakan arah posisi tubuh penari. Penari bisa menghadap ke depan, ke arah samping kanan atau kiri atau ke belakang menunduk, dan sebagainya.
  5. Tataran atau level adalah tingkatan.posisi tubuh penari. Terbagi menjadi tiga, yaitu bawah, tengah, dan atas.
  6. Ekspresi atau penjiwaan, merupakan bentuk dari mimik wajah dan gerakan tubuh penari yang dihayati dengan perasaan supaya hasil tarian indah dilihat. Dengan memahami dan membuat komposisi tari gaya kontemporer, berarti kita menata bagian-bagian yang saling berhubungan menjadi bentuk kesatuan yang utuh. Menyusun atau mengomposisi tari memerlukan penekanan unsur tari dengan desain, irama, motivasi, dan ide. Dengan demikian, unsur materi komposisi perlu dihayati dan dimengerti. Metode penyusunan dan pengombinasian berbagai unsur harus dipelajari dan dipraktikkan.
Seperti kita ketahui komposisi tari kontemporer merupakan inovasi dari berbagai macam tarian yang mendapatkan sentuhan modernisasi. Inovasi yang lazim dilakukan pada jenis tari ini terdapat pada musik pengiring, gerakan, dan properti yang digunakan oleh para penari. Jenis tari kontemporer juga mendapat julukan lain tari masa kini oleh masyarakat. Tarian ini juga bisa membuktikan bahwa para seniman senantiasa melakukan usaha dalam mengembangkan hasil keseniannya terutama para seniman tari.

Tari kontemporer adalah tarian yang tidak berpijak pada pola tradisi dan aturan yang sudah baku.Tarian ini merupakan bentuk ekspresi diri yang terkesan lebih bebas meski secara konseptual tetap mempunyai aturan. Contohnya tari-tari karya Bagong Kusudiardjo (Tari Yapong, Tari Wira Pertiwi, dan sebagainya), Tari Cantik (karya Wiwik Widyastuti), Tari Gitek Balen (karya Abdul Rochim), Tari Nandak Ganjen (karya Entong Sukirman), Tari Cak Rina karya Sardono W. Kusumu, Tari Setan bercanda, dan Tari Barong barongan karya I Wayan Dibia.

Contoh Juknis Lomba Mocopat Tingkat SMP Se-Jawa Tengah

Sanggar Model - Sudah menjadi agenda rutin bagi Admin Sanggar Model melatih beberapa peserta didik untuk mengikuti Lomba Mocopat di tiap tahunnya. Oleh karena itu, kami berupaya untuk membagi contoh Petunjuk Teknis Pelaksanaan Lomba Macapat yang salah satunya pernah diikuti binaannya di Tingkat Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2011.

Berikut ini Juknis Lomba Mocopat Tingkat SMP Se-Jawa Tengah yang diadakan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Semarang (FBS UNNES):

A. Pelaksanaan Lomba

1. Pelaksanaan Lomba Macapat:
  • Hari/tanggal: Minggu,13 November 2011
  • Waktu: pukul 08.30 WIB – selesai
  • Tempat: Ruang Bundar Gedung Dekanat FBS Unnes Lt.2
2. Ketentuan Saat Penampilan:
  • Peserta tampil berdasarkan nomor undian yang akan ditentukan ketika hari pelaksanaan lomba.
  • Setiap peserta menyajikan tembang macapat wajib dan satu tembang macapat pilihan.
  • Peserta tidak diperbolehkan menggunakan pengeras suara dan musik pengiring dalam bentuk apapun.
  • Peserta yang dipanggil sebanyak tiga kali, tetapi tidak menampilkan diri, maka peserta tersebut dianggap gugur.
3. Pakaian: Bebas, rapi, dan sopan.
4. Peserta wajib hadir pukul 07.00 WIB di Gedung B1 106 FBS UNNES untuk mendaftar ulang dan mengambil nomor undi dengan menunjukkan bukti pembayaran/bukti penyetoran bank.
5. Waktu daftar ulang maksimal hingga pukul 08.30 WIB.

B. Persyaratan dan Prosedur Pendaftaran

1. Pendaftaran peserta
  • Tanggal: 10 Oktober – 13 November 2011
  • Waktu: Pukul 08.00 – 14.00 WIB
  • Tempat: Sekretariat Hima Bahasa dan Sastra Jawa, gedung PKM FBS Unnes.
  • Contact Person Nur Hapipah (081803989501), Hesti Kusumaningrum (085729364402)
2. Persyaratan Pendaftaran
  • Peserta lomba adalah siswa SMP/MTs Sederajat se-Jawa Tengah yang dibuktikan dengan fotocopy kartu pelajar.
  • Setiap sekolah mengirimkan maksimal 2 peserta putra dan 2 peserta putri.
  • Mengisi blanko pendaftaran yang disediakan oleh panitia.
  • Kontribusi setiap peserta Rp 50.000,00.
  • Pembayaran via rekening: BNI cabang Semarang, no. rekening 0199903094 atas nama Erwan Jangkung Widyartomo, dan jika sudah mendaftar via rekening harap segera menghubungi Wahyuningsih (085642348768).

C. Fasilitas Peserta

Bagi peserta lomba yang mendaftar, akan mendapat fasilitas sebagai berikut:
  • Snack
  • Makan Siang
  • Setiap peserta mendapatkan sertifikat.
  • Panitia menyediakan sertifikat untuk satu pendamping masing-masing lomba.
  • Piala, sertifikat, dan uang pembinaan bagi pemenang.

D. Materi Lomba Macapat

Setiap peserta lomba nembang macapat wajib menyajikan 2 buah materi, antara lain:
1. Tembang Macapat Wajib: Sekar Macapat Dhandhanggula, Laras Pelog Pathet Nem
2. Tembang Macapat Pilihan:
  • Setiap peserta wajib membuat syair macapat sendiri sesuai tema dan salah satu notasi yang telah ditentukan;
  • Peserta wajib menyerahkan teks macapat pilihan yang sudah dibuat kepada panitia sebanyak 3 (tiga) rangkap;
  • Teks macapat pilihan diserahkan kepada panitia ketika pengkondisian peserta;
  • Tema untuk macapat pilihan adalah “Macapat Minangka Lelandhesan Mbangun Budi Pekerti Siswa”;
  • Notasi tembang macapat yang disediakan oleh panitia yaitu sebagai berikut:
  1. Sekar Macapat Durma, Laras Pelog Pathet Barang
  2. Sekar Macapat Sinom-Grandhel, Laras Pelog Pathet Nem
  3. Sekar Macapat Kinanthi, Laras Slendro Pathet sanga
  4. Sekar Macapat Mijil, Laras Pelog Pathet Barang 

E. Penilaian

Penilaian kualitas sajian tembang macapat didasarkan pada kriteria berikut:
  1. Dasar suara
  2. Teknik
  3. Penjiwaan
Penilaian dewan juri bersifat mutlak, dan tidak dapat diganggu gugat. Hasil penilaian akan disampaikan pada akhir lomba.

F. Kejuaraan dan Penghargaan

Pemenang ditentukan berdasarkan kategori putra dan putri. Masing-masing akan memperoleh penghargaan sebagai berikut:
  1. Juara I memperoleh piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp1.000.000,00
  2. Juara II memperoleh piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp750.000,00 
  3. Juara III memperoleh piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp500.000,00
  4. Juara harapan I,II,III memperoleh piagam penghargaan.