Selasa, 04 Desember 2012

Membuat Batik Teknik Jumputan (Ikat Celup)

Jumputan merupakan salah satu jenis batik yang pembuatannya dilakukan dengan cara mengikat kencang di beberapa bagian kain kemudian dicelupkan pada pewarna. Oleh karena itu, sebagian orang juga menyebut Jumputan sebagai batik ikat celup.

Pada akhir semester gasal tahun ajaran 2012-2013 kelas 8 I (Putri) MTs N Babakan telah berhasil mempraktekkan teknik jumputan. Kegiatan ini menjadi media bagi mereka untuk berekspresi dan berkreasi pada mata pelajaran seni rupa sekaligus menjadi upaya untuk mengasah ketrampilan dibidang tekstil. Adapun persiapan dan tahapan mereka dalam mempraktekkan pembuatan Batik Jumputan (ikat celup) adalah sebagai berikut:

A. Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  1. Kain berjenis Blaco, Mori prima, Primissima;
  2. Dua sendok Garam dan Cuka secukupnya;
  3. Dua liter Air untuk satu kemasan warna;
  4. Pewarna dan penguatnya dalam satu kemasan (Wenter ataupun Wantex).
B. Alat-alat yang digunakan:
  1. Karet gelang;
  2. Kelereng, Uang koin, Batu;
  3. Kompor;
  4. Bejana (Panci);
  5. Sendok kayu sebagai alat pengaduk;
  6. Ember.
C. Cara membuatnya:
  1. Pastikan kain dalam kondisi bersih;
  2. Membuat bentuk/desain motif dengan mengikat Kelereng, Uang koin, atau Batu pada beberapa bagian kain menggunakan karet secara kencang dan bervariatif;
  3. Rebus air menggunakan Bejana (Panci) hingga mendidih;
  4. Setelah mendidih, campurkan pewarna dan penguat yang berada dalam satu kemasan Wenter ataupun Wantex;
  5. Tambahkan garam dua sendok makan dan cuka secukupnya disertai dengan mengaduk larutan hingga merata;
  6. Basahi kain yang telah diikati dan dibuat motif dengan air bersih;
  7. Celupkan kain tersebut pada cairan warna. Bila menginginkan satu warna, celupkan seluruh bagian kain dalam larutan pewarna yang mendidih.
  8. Aduk dalam waktu 20-30 menit agar warna merata dan merekat kuat;
  9. Bila menginginkan warna lain, langkah pada no. 6 (enam) hanya mencelupkan sebagian pada cairan pewarna pertama dan mencelupkan kain yang belum terkena warna pada cairan pewarna lainnya.
  10. Celupkan berkali-kali sesuai jumlah warna yang dikehendaki;
  11. Apabila proses pencelupan warna selesai, kain diangkat dan dibilas menggunakan air dingin yang bersih;
  12. Kemudian sumua ikatan dilepas, kain ditiris dan dikeringkan;
  13. Setelah kering, rapikan dengan menyetrika kain tersebut.
Suasana praktek Jumputan menggunakan media yang minimalis
Setelah dibilas menggunakan air bersih, kain ditiriskan dan dijemur

NB:
  • Karet bisa diganti dengan tali, yang penting ikatannya harus kencang;
  • Garam dan cuka digunakan sebagai tambahan penguat agar warna tidak mudah luntur;
  • Gunakan satu wadah (bejana/panci) untuk satu warna saja;
  • Pada praktek ini, sebaiknya wadah yang digunakan khusus untuk pembuatan Jumputan atau batik ikat celup. Namun jika wadah tersebut akan digunakan untuk keperluan lain, selesai praktek, bersihkan dengan baik bejana/panci yang telah digunakan sebagai wadah proses mewarnai hingga benar-benar bersih.
  • Kain hasil praktek Jumputan (Batik Ikat Celup) ini biasanya digunakan sebagai taplak meja dalam pertemuan Orang Tua/Wali Siswa/i dengan pihak sekolah.
  • Untuk melihat lebih lengkap dokumentasi praktek membuat batik jumputan (ikat celup) silahkan kunjungi galeri foto pada akun Facebook  Sanggar MTs Negeri Babakan atau dengan cara klik di sini.

Jika tertarik untuk berkarya seperti mereka, silahkan ikuti persiapan dan langkah-langkah seperti di atas. Selamat berkarya.....


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

16 komentar:

  1. cara membuatnya praktis dan tak rumit.. bisa di coba ni gan.

    BalasHapus
  2. Silahkan...
    Itu juga sudah dipraktekkan oleh Putri - putri kami kelas 8...
    Semoga bisa membantu...

    BalasHapus
  3. makasih buat petunjuknya, hopefully bisa buat nilai ujian praktek saya bagus

    BalasHapus
  4. Terima kasih sudah berkunjung dan memanfaatkan informasi ini...
    Semoga bisa dikembangkan lagi...

    BalasHapus
  5. Deden hidayat21 Maret 2013 18.24

    Kalo selain kain kita bisa pake baju warna putih gtu gak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa... Dan pola dan warnanya juga bisa dibuat beragam. Silahkan berekspresi...

      Hapus
  6. semoga batik ditahun 2014 ini semakin pesat perkembangannya, dan tak kalah pesatnya perkembangannya untuk tahun-tahun berikutnya.

    BalasHapus
  7. Amien...66X.
    dan akan tetap menjadi ikon Indonesia yang lebih baik.

    BalasHapus
  8. Dibilas dengan air dingin itu maksudnya dingin pakai es apa dingin air biasa gitu??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Air biasa yang bersih...
      Untuk membilas kain yang sudah dicelupkan pada pewarna...

      Hapus
  9. kok hasil jumputannya tidak ditampilkan dengan jelas? tertarik nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pengin melihat lebih detil, silahkan berkunjung di Sanggar Model...

      Hapus
  10. Asyiik...nemu caranya di sini..gratis pula..klo ikut pelatihannya padahal bayar ratusan ribu..di sini gratis..makasiih

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah... Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  12. maksudnya cuka secukupnya itu berapa sdm?
    trus air yang direbus berapa liter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secukupnya berdasarkan kain yang akan diwarnai dan air yang digunakan untuk merebus pewarna...
      Gunakan perasaan...
      Tanpa cuka juga tidak masalah, karna biasanya dalam pewarna sudah ada penguatnya...

      Hapus