Rabu, 05 Desember 2012

Fungsi Gelap-Terang Sebagai Unsur Seni Rupa

Fungsi Gelap - Terang Sebagai Unsur Seni Rupa
 
Nilai estetis suatu karya seni rupa dapat dipengaruhi oleh unsur gelap dan terang yang ditimbulkan cahaya. Peraturan yang utama dalam pembuatan karya seni rupa adalah benda yang terkena cahaya terlihat lebih terang dibandingkan benda yang tidak terkena cahaya. Pembagian jenis cahaya dalam seni rupa adalah sebagai berikut:
  1. Cahaya alamiah, yaitu cahaya yang bersumber dari alam seperti matahari, bulan, petir, atau api.
  2. Cahaya buatan yang merupakan hasil kreatifitas manusia dalam mengubah energi untuk penerangan seperti lampu dan baterai.
Pada karya seni rupa, cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis untuk memperjelas kehadiran unsur-unsur seni rupa yang lainnya. Peralihan gelap dan terang merupakan upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk. Adapun fungsi gelap-terang (value) yang ditimbulakan oleh efek cahaya pada seni rupa adalah:
  1. Memberikan nilai ekspresi, misalnya untuk menampilkan kesan dramatis pada lukisan.
  2. Memberikan nilai emosi, misalnya cahaya yang menembus jendela kaca patri yang menimbulkan suasana khidmad pada interior banguna.
  3. Memberikan kesan trimatra atau plastis pada benda (seperti bangunan) yang diterpa oleh cahaya. Bahasa lain yang bisa digunakan adalah gelap terang yang ditimbulkan dari efek cahaya dapat memperkuat sifat trimatra atau tiga dimensi.


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

0 komentar:

Poskan Komentar