Sabtu, 16 Juni 2012

Apresiasi Terhadap Karya Seni Rupa

A. Pengertian Apresiasi
Apresiasi berasal dari bahasa Inggris yaitu "appreciate" yang berarti menghargai atau menilai. Secara istilah apresiasi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang dalam menilai atau menghargai karya seni.


B. Tingkatan Apresiasi Seni
Apresiasi terhadap karya seni dibedakan menjadi Tiga, yaitu:
  1. Apresiasi Empirik, merupakan apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baiknya suatu karya seni berdasarkan indera;
  2. Apresiasi estetis, merupakan apresiasi yang menilai keindahan disertai pengamatan dan perasaan yang mendalam;
  3. Apresiasi kritis, merupakan apresiasi yang tajam dalam menganalisis sehingga hasilnya lebih jelas dan terurai detilnya.
C. Kriteria Karya Seni Rupa yang Baik
Beberapa aspek yang dinilai dalam apresiasi seni rupa adalah sebagai berikut:
  1. Gagasan (ide), yaitu pikiran yang mendasari seseorang untuk menciptakan suatu karya seni;
  2. Kreatifitas, upaya mewujudkan karya seni dalam bentuk dan nilai yang baru (bersifat inovatif);
  3. Komposisi, merupakan penataan unsur-unsur seni rupa dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu sehingga memperoleh suatu bentuk yang bermakna;
  4. Gaya Individu, merupakan gaya perorangan yang berhubungan erat dengan kreatifitas pada setiap karya seni yang diciptakannya. Karya seni perorangan harus mencerminkan kejujuran serta ciri  khas yang menjadi latar belakang pribadi, cita/visi (pandangan pribadi) dan interpretasi (pemahaman terhadap karya seni rupa yang khas). Gaya perorangan (dapat berupa pemilihan, pengolahan bahan dan bentuk, teknik berkarya) akan menunjukkan corak karyanya.
  5. Teknik, merupakan cara seseorang mewujudkan gagasan (ide) menjadi sesuatu yang menarik sehingga mempunyai nilai dengan menggunakan media berupa teknik dan bahan. Teknik yang digunakan akan memberi bentuk dan wujud yang berbeda.
D. Kriteria Karya Seni Kerajinan atau Seni Kriya yang Baik
Suatu karya seni kriya/kerajian yang baik ketika akan digunakan harus memenuhi unsur-unsur:
  1. Keamanan (Security), artinya tidak membahayakan si pengguna;
  2. Kenyamanan (Comfortable); artinya si pengguna merasa nyaman pada saat memakainya;
  3. Keluwesan (Flexibility), artinya mudah pada saat digunakan.
Diedit dari Modul Seni Budaya dan Keterampilan hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Tegal.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya:

0 komentar:

Poskan Komentar